Jumat, 04 Maret 2016

Antikris dan Sabat

Antikris dan Sabat

penanggalan waktu hari, bulan dan tahun berdasarkan FENOMENA alam, hari=rotasi bumi, bulan=rotasi bulan, tahun=rotasi matahari, khusus untuk penanggalan PEKAN=7 HARI, tidak berdasarkan fenomena alam, TETAPI BERDASARKAN ALKITAB, dan penanggalan waktu ini AKAN DIPAKAI TERUS, karena tidak menyangkut PENGENAPAN SUATU NUBUATAN, tetapi merupakan suatu perhitungan waktu yang telah ditetapkan ALLAH pada waktu langit dan bumi diciptakan yaitu selama 6 hari + 1 hari istirahat

Allah memberikan CONTOH, bahwa kalau waktu 1 pekan yang terdiri dari 7hari, maka 6 hari dipakai untuk BEKERJA, 1 HARI dipakai untuk ISTIRAHAT, ini dimasukan dalam 10 HUKUM TAURAT sebagai cerminan dari KARAKTER / SIFAT/ TABIAT ALLAH, artinya inilah yang diinginkan Allah pada manusia sebagai ciptaaanNya

Kalender Yahudi bukan Kalender Roma/Dunia (Gregorian), akibatnya Sabat Yahudi hari ketujuh menurut Kalender Yahudi tidak jatuh pada hari Sabtu Kalender Dunia!



Jadi, seharusnya adalah sebuah kesalahan bahwa Sabat Yahudi = Sabtu Dunia!

Ini diakui oleh situs advent sendiri!

https://www.worldslastchance.com/yahuwahs-calendar/hari-sabat-lunar-dalam-pembelaannya-bagian-2.html

JAWAB: Perbedaan paling mencolok antara kalender Gregorian dan kalender Alkitabiah terletak pada siklus mingguannya kalender Gregorian sama seperti pendahulunya kalender Julian memiliki siklus minggu yang bersambung terus menerus. Tetapi kalender Alkitabiah sama seperti kalender-kalender kuno yang lain tidak seperti itu.

Hanya perbedaan dalam siklus mingguan ini yang membuat hari Sabat lunar nampak mengambang dari bulan ke bulan dalam kalender Gregorian.

Kalender Alkitabiah sangat stabil. Karena siklus mingguan dari kalender Alkitabiah dimulai baru setiap bulan sabit, tanggal-tanggal dalam setiap bulan selalu jatuh pada hari yang sama setiap minggunya.

Ini tidak terjadi dalam kalender matahari Gregorian. Sabat-hari ketujuh mengambang dari tanggal ke tanggal pada setiap bulannya sepanjang tahun.

Bukannya mengambang, Hari Sabat sejati yang alkitabiah sangat konsisten dan selalu jatuh pada tanggal 8, 15, 22, dan 29 dalam bulanan bulan.

Jadi, GMAHK jelas salah besar menjadikan Sabtu Dunia = Sabat Yahudi!

GBU

simpel aja, jangan dibuat ribet, kira2 orang yahudi yang masih memegang kalender yahudi sampai saat ini menguduskan hari apa?hari sabtu atau hari minggu sebagai hari ketujuh?coba tanya orang yahudi asli tuh

"Untuk itu orang-orang Yahudi bertemu dalam suatu Mahkamah Agama/Sanhedrin untuk menyesuaikan dengan sistem kalender Konstantin ini pada tahun 328 AD. Dan perubahan kalender Yahudi tersebut berlaku hingga sekarang ini, sehingga ditetapkan bahwa hari Sabat adalah hari Sabtu."

Sampai disini timbul pertanyaan:

Apakah hari Sabat mingguan yang ditetapkan di dalam kitab Taurat berdasarkan sistem kalender ini?

Jelas jawabnya tidak, karena kalender Taurat menggunakan sistem bulan baru ke bulan baru untuk menentukan tanggal dan pergantian bulan dalam setahun.

Maka jelas Yahudi modern mempergunakan kalender yang berbeda dengan Yahudi jaman Musa!

Penjelasan Hari Sabat yang bukan hanya pada Hari Sabtu adalah:

http://www.sarapanpagi.org/sabat-vt311.html

http://belajar-alkitab.blogspot.com/2012/12/hari-sabat-masih-berlaku-atau-tidak.html

Menurut kalender siapa?

Persoalan sulit berikutnya ialah Allah kita memandang Sabat menurut kalender siapa?

Karena Sepuluh Perintah termasuk Perintah Keempat diterima oleh Musa dan bangsa Israel, dan lagi Yesus sendiri sewaktu hidup di bumi menganut sistem kalender Ibrani, maka yang paling sederhana ialah menjalani Sabat menurut kalender Ibrani pula.

Anda tahu, orang Yahudi menghitung awal hari berbeda dengan kita. Jika masyarakat internasional memakai kalender Masehi dimana awal hari adalah pukul 00.00 dan berakhir pukul 24.00, maka dalam sistem kalender Yahudi, hari dimulai pukul 6 sore, sampai pukul 6 sore berikutnya.

Lalu segolongan umat Kristen mencoba menjalankan Sabat menurut sistem waktu Yahudi (Ibrani), yaitu sejak pukul 6 sore sampai pukul 6 sore berikutnya. Ironisnya, karena mereka tetap memakai kalender Masehi dalam kehidupan sehari-hari, maka Sabat mereka terlihat menjadi serba salah. Jadi mereka memulai Sabat pada hari Jumat pukul 6 sore, sampai hari Sabtu pukul 6 sore. Dengan demikian, mereka menjalani Sabat menjadi dua hari, yaitu hari Jumat dan Sabtu, sebab hari di dalam sistem kalender Masehi dimulai pukul 00.00-24.00.

Di pihak lain, tidak pula upaya mereka itu membuat mereka menjalani Sabat secara bersamaan dengan umat Yahudi. Sebab susunan sistem kalender Yahudi berbeda dengan susunan sistem kalender Masehi. Tangggal 17 Agustus dalam kalender Masehi, boleh jadi bertepatan dengan tanggal 12 bulan 5 dalam kalender Yahudi. Demikian pula boleh jadi hari Sabat (hari ketujuh) dalam kalender Yahudi, bertepatan dengan hari Selasa dalam kalender kita.

Perlu diingat bahwa Adventis dan Yahudi modern telah MENGUBAH Hukum Taurat yaitu Hari Sabat dari hari Ketujuh Kalender Yahudi menjadi Hari Sabtu Kalender Gregorian (modern)!

Terpenuhi nubuatan bahwa Yahudi modern dan adventis menjadi "naga yang berkuasa merubah hukum Musa"!

GBU

dalam perubahan kalender itu tidak asal2an , saya pernah mendalami masalah ini, ternyata TIDAK ADA PERUBAHAN SUSUNAN HARI dari dulu sampai sekarang, mengapa? karena perubahan itu didasarkan pada astronomi, yatu peredaran bulan, matahari,bahkan bintang, jadi tidak mungkin salah
Pendalaman kamu salah, perbandingan kalender telah dilampirkan dalam postingan sebelumnya.

Hari ketujuh dalam Kalender Yahudi berbeda dengan hari ketujuh dalam Kalender Gregorian yang sekarang dipakai seluruh dunia.

Kalian adventis dan Yahudi modern telah mengubah hukum Allah, persis nubuatan mengenai antikris.

Kalian antikris, dan juga antikatolik.

Kesimpulan menurut logika sederhana:

"antikris = antikatolik"

GBU

Dalam bukunya “The Great Controversy Between Christ and Satan, hal 481, ia menulis: “Oleh sebab itu mereka yang mengikuti terang perkataan nubuat itu melihat , bahwa Kristus pada waktu itu telah memasuki tempat yang mahakudus untuk menyelesaikan karya penyelamatan sebagai persiapan kedatanganNya, dan bukannya datang ke dunia pada akhir dari 2300 hari, yaitu pada tahun 1844”.

Ia menyatakan bahwa ada tiga tahap dalam karya penyelamatan Kristus. Pertama adalah karya diatas kayu salib, yang dapat dibandingkan dengan pekerjaan para imam Yahudi di mezbah tembaga. Kedua adalah karya yang dimulai pada tahun 1844, ketika Yesus masuk ke tempat kudus untuk melakukan pekerjaan penghakiman pemeriksaan. Ketiga akan dimulai pada hari Penebusan yaitu pada waktu Kristus memasuki tempat mahakudus, meletakkan dosa-dosa manusia pada kambing hitam, yaitu Iblis, yang akan membawanya menuju ke satu tempat untuk dilupakan sama sekali.

Dengan demikian menurut Ny. Ellen Gould White tanggal 22 Oktober 1844 itu dianggap sebagai tanggal “Allah menutup pintu anugerah” dan yang dianugerahi hanya orang Adventis yang menantikan kedatangan-Nya. Ketika tanggal itu Tuhan Yesus tidak datang juga, tanggal itu diberi pengertian baru yaitu bahwa Tuhan Yesus memasuki “tempat yang mahasuci” untuk menguduskan gerejanya. Gereja-gereja Kristen tidak ikut dalam pengudusan itu karena mereka tidak menantikan tanggal 22 Oktober 1844, dan hanya mereka yang menerima amanat Ny White lah yang akan menerima pengudusan.

Tanggal 22 Oktober 1844 yang gagal memenuhi nubuatan tsb. disebut orang sebagai “Hari Kekecewaan Agung” dan sampai sekarang masih dipercaya oleh para pengikutnya akan perhitungan 2300 tahun tsb. Ajaran yang menunjuk kedatangan Yesus kedua kali pada tahun 1844 dapat dilihat dalam lembaran buku “Penuntun Dasar Untuk Pemahaman Alkitab” karangan Harold E. Metcalf, hal. 64 – 67, yang dijilid menjadi satu dengan Alkitab terbitan LAI yang dicetak atas pesanan GMAHK ( Gereja Masehi Advent Hari Ke Tujuh ).

Menurut Ny White pada tanggal 3 April 1847 ia telah melihat Kristus sedang melakukan pekerjaan penghakiman pemeriksaan dan menunjuk pada perintah ke empat, yaitu untuk memelihara hari Sabat.

Siaran “Suara Nubuatan” yang dapat diikuti dari pelbagai pemancar radio disetiap benua termasuk di Indonesia, telah memikat ribuan jiwa dengan orang-orang yang mengikuti kursus tertulis gratis.

Mengenai keselamatan.

a. Memelihara hukum perlu sebagai bukti keselamatan. Orang percaya yang tidak berbakti pada hari Sabtu adalah orang-orang sesat. Pada waktu Kristus datang kembali, hanya ada 144.000 orang yang akan selamat dan mereka adalah orang-orang Advent yang tidak mempunyai tanda binatang, Iman kepada Krsitus hanya mendapat keampunan dosa-dosa yang lalu, tetapi hukum Allah adalah ukuran bagi sifat dan hidup manusia yang akan diuji pada waktu penghakiman.

b. Mereka mengajarkan tiga tahap menuju karya penyelamatan Kristus. Salib hanya merupakan tahap pertama dari penyelamatan. Tahap kedua dimulai pada tahun 1844 ketika Kristus memasuki tempat kudus untuk mulai pekerjaan “penghakiman pemeriksaan”. Tahap yang ketiga adalah pada waktu dosa-dosa manusia diletakkan pada kambing jantan penghapus dosa, yaitu Iblis pada Hari Penebusan.

Mengenai kekekalan.

Mereka berpendapat bahwa hanya beberapa jiwa saja yang kekal, yaitu mereka yang mempunyai kehidupan kekal. Sisanya akan dimusnahkan dan akan lenyap. Alasannya adalah karen hidup kekal berarti selama-lamanya, maka kematian kekal berarti lenyap selama-lamanya. Mereka berpandangan bahwa orang-orang murtad, termasuk Iblis, penyebab dosa, akan dibinasakan dengan api pada akhir jaman dan akhirnya tidak akan ada sama sekali, seolah-olah mereka tidak pernah ada.

Mengenai jiwa yang tertidur.

Kesadaran manusia bergantung pada persatuan antara nafas hidup dengan tubuh. Jika keduanya dipisahkan oleh kematian, maka orang itu tidak sadar. Orang yang meninggal tidak sadar lagi. Menurut mereka Alkitab mengatakan hal ini sebagai tidur. Keadaan tidak sadar dan lamanya tidur ini berlangsung sampai waktu manusia dibangunkan dan dibangkitkan dari antara orang mati.

Inilah ajaran dan ramalan meleset dari Ellen G. White.

GBU

Maaf tapi kutipan pada buku EGW early writing pada halaman 64 tidak pernah mengatakan tentang tanggal kedatangan Yesus, sedangkan pada blog tersebut terlihat jelas menuduh bahwa pada buku EGW early writing halaman 64 menuliskan tanggal kedatangan Yesus...

http://text.egwwritings.org/publication.php?pubtype=Book&bookCode=EW&pagenumber=64

June 27, 1850

Walaupun demikian, banyak buku Ellen White yang sudah diedit supaya tidak ketahuan banyak ramalan yang gagal.

GBU

In a view given June 27, 1850, my accompanying angel said, “Time is almost finished.

Dalam sebuah penglihatan pada 27 Juni 1850, malaikat penjagaku mengatakan "waktunya sudah hampir habis".

itu salahnya dimana? Ellen ga bilang tanggal kiamatnya kok...

Baca terus ya...

http://text.egwwritings.org/publication.php?pubtype=Book&bookCode=ExV&pagenumber=55

But now time is almost finished, and what we have been years learning, they will have to learn in a few months. And they will have to unlearn much, and learn again. And those who will not receive the mark of the beast and his image, when the decree goes forth, must have decision now to say, nay, we will not regard the institution of the beast.

Hanya dalam beberapa bulan, Ellen White dan pengikutnya harus bersiap dan belajar, karena mereka yang akan menolak tanda "beast" alias "666"!

Nah, kamu mau berkelit kemana lagi?

Emangnya dari 1850 sampai 2015 alias 165 tahun itu "in a few months"??? ;D ;D ;D

GBU

Perlu diingat bahwa Adventis dan Yahudi modern telah MENGUBAH Hukum Taurat yaitu Hari Sabat dari hari Ketujuh Kalender Yahudi menjadi Hari Sabtu Kalender Gregorian (modern)!

Terpenuhi nubuatan bahwa Yahudi modern dan adventis menjadi "naga yang berkuasa merubah hukum Musa"!

Daniel 7:25
Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Hari ketujuh dalam Kalender Yahudi berbeda dengan hari ketujuh dalam Kalender Gregorian yang sekarang dipakai seluruh dunia.

Kalian adventis dan Yahudi modern telah mengubah hukum Allah, persis nubuatan mengenai antikris.

Kalian antikris, dan juga antikatolik.

Kesimpulan menurut logika sederhana:

"antikris = antikatolik"

GBU



Selasa, 08 April 2014

Iman dan Keselamatan

Iman:

Ibr 11:1, Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Iman dijewantahkan dalam pikiran, perkataan dan perbuatan, tidak bisa salah satu saja.

Kalau salah satu saja maka:

Yak 2:17. Begitu juga dengan iman. Jika iman itu tidak disertai dengan perbuatan, iman itu mati.

Apa artinya mati disini:

Pkh 9:4 Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.

Mengapa demikian, karena walaupun singa lebih segala-segalanya dari anjing, kalau mati maka tidak ada gunanya.

Demikian makna mati dalam Yak 2:17, tidak ada gunanya (tidak ada gunanya beriman tanpa perbuatan), sia-sia.

Pkh 1:1-3;12:8 Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem. Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah sia-sia.

Salam

1 Yoh 3:18,24 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.

Keselamatan ---> iman

Iman ----> pikiran, perkataan dan perbuatan.

Salam

Definisi iman kita berbeda, definisi iman Katolik adalah percaya dan melakukan,, bukan percaya saja.

Iman Abraham dll ---> percaya kepada Tuhan dan melakukan semua perintahnya, walaupun ketempat yang dia sendiri tidak tahu.

Iman para Rasul ---> idem Abraham, pergi menginjili dan membaptis keseluruh dunia, ketempat yang mereka tidak tahu.

Iman Katolik itu terdiri dari pikiran, perkataan dan perbuatan.

Ketiganya satu tak terpisahkan.

Jadi, iman itu bukan omdo...

Kalau omdo, setanpun juga...

Itulah sebabnya ada tertulis:

Yak 2:19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Dan karenanya, ukuran penghakiman adalah perbuatan, yang berarti juga bagian dari iman:

Mat 16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
Rm 2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,
Efs 5:10-11,15,17 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Why 20:12-13 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.
Mzm 62:12 dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Salam

1. Tidak ada ajaran Katolik yang menentang bahwa keselamatan 100% hadiah dari Allah.
2. Tidak ada ajaran Katolik yang menentang bahwa iman 100% hadiah dari Allah.
3. Ajaran Katolik itu termasuk melakukan semua perintah Allah dalam Alkitab, yaitu berbuat baik dan mengasihi, serta menolak perbuatan dosa dan jahat, kalau berbuat dosa dan jahat masuk neraka ---> lihat lagi ayat-ayat diatas.

Ini kami sebut bentuk kerjasama Allah dan manusia, dan untuk hal tersebut, maka freewill menjadi titik dimana kerjasama itu terjadi, apakah menerima iman yang diberikan cuma-cuma, ataukah justru menolak hadiah cuma-cuma tersebut.

Justru ajaran kamu semua itu jiplakan dari Gereja Katolik, lalu mengurangi semua ajaran tersebut.

Banyak ayat-ayat di Alkitab yg terang-terangan (tidak perlu dikonsep-konsepkan njelimet) memberikan peringatan nyata agar seseorang tidak menyia-nyiakan atau membuang atau meninggalkan imannya.

Seperti ilustrasi yg cantik:

Luk 8:14
Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.


Fil 2:12-13
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,


Ibrani 6:4 -6
6:4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam ROH KUDUS,
6:5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.


Iman mendahului perbuatan baik karena tanpa iman tidak ada yang berkenan bagi Allah :

Ibrani 11:6Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Perbuatan baik tidak membawa keselamatan melainkan hanya oleh iman saja !
Iman saja (hanya mulut dalias ngebacot oank) tidak menyelamatkan.

Yak 2:14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

Iman dan perbuatan bukan dua hal yang terpisah.

Iman terdiri dari pikiran, perkataan dan perbuatan.

Iman bukan ngebacot doank, kalo ngebacot doang kayak kamu, maka sama dengan ini:

Yak 2:19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Mat 7:21-23 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Ini selaras dengan:

Mat 16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
Rm 2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,
Efs 5:10-11,15,17 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, sebab itu janganlah kamu bodoh,tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Why 20:12-13 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.
Mzm 62:12 dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Jadi, iman itu teridiri dari pikiran, perkataan dan perbuatan.

Yak 2:17. Begitu juga dengan iman. Jika iman itu tidak disertai dengan perbuatan, iman itu mati.

Apa artinya mati disini:

Pkh 9:4 Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.

Mengapa demikian, karena walaupun singa lebih segala-segalanya dari anjing, kalau mati maka tidak ada gunanya.

Demikian makna mati dalam Yak 2:17, tidak ada gunanya (tidak ada gunanya beriman tanpa perbuatan), sia-sia.

Pkh 1:1-3;12:8 Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem. Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah sia-sia.

Salam
1 Yoh 3:18,24 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.

Keselamatan ---> iman

Iman ----> pikiran, perkataan dan perbuatan.

Salam

Pada Ekaristi (Perjamuan Kudus), umat hanya mendapat Roti (Hosti)

Mengenai ayat diatas, menurut saya jelas sekali itu bukan ekaristi atau perjamuan kudus karena :
1. Ayat tersebut tertulis kedua murid yang dlam kontekasnya sedang dalam perjalanan,dan karena menjelang malam mereka (kedua murid dan Yesus mendekati sebuah kampung) dan tinggal di kampung tersebut (dimungkin di sebuah penginapan)..Nah menjelang malam kan,apalagi orang-orang dari perjalanan jauh sudah kelaparan..Apakah Yesus dan kedua muridnya hanya makan malam dengan memakan Roti???Jadi apakah ayat diatas mendukung pernyataan saya??
2. Perjamuan kudus secara khusus bersama kedua belas muridnya sebelum Yesus di salib...Apakah ayat diatas bisa mendukung perjamuan kudus secara khusus tersebut???sedangkan dimana murid-murid yang lain???apakah murid-murid Yesus yang lain tidak iri???
3. Kok ayat diatas hanya menjelaskan Yesus dan kedua muridnya makan Roti??Minum Anggur nya ana??Apakah itu dapat diakatakan perjamuan kudus
4. Apakah Yesus dan kedua murid lainnya makan itu adalah ROTI TAK BERAGI??Atau hanya ROTI yang BIASA dimakan oleh orang-orang Israel pada zaman itu??
Gereja Katolik mengajarkan bahwa setiap Misa, selain mendengarkan (dan membaca) Alkitab, wajib ada Ekaristinya (Perjamuan Kudus), karena kalau hanya mendengar saja, sama seperti protestan, hati berkobar-kobar, apalahi pendetanya pake acara tereak tereak, sampai-sampai microphone mau lari saja, tetapi tidak mengerti.

30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"
35 Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Perhatikan mengapa anggur tidak wajib dalam Ekaristi, ini selaras dengan:

Kis 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Kis 2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
Kis 20:11 Setelah kembali di ruang atas, Paulus memecah-mecahkan roti lalu makan; habis makan masih lama lagi ia berbicara, sampai fajar menyingsing. Kemudian ia berangkat.

Inilah iman Rasuli, inilah batu karang, inilah Petrus, inilah Gereja Katolik!

Salam

Yesus Putra Tunggal, tidak mempunyai saudara kandung

Matius 13:55
Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?
Matius 27:56
Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.
Markus 6:3
Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
Markus 16:1
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
Lukas 24:10
Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul.

Mari kita lihat Saudara-saudara-Nya Yesus:

Ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas.

Ada 4 saudara Yesus.

Simon Petrus, saudara kandung atau sepupu?

Yusuf, saudara kandung atau sepupu?

Yakobus, saudara kandung atau sepupu?

Yudas, saudara kandung atau sepupu?

Lukas 6
14 Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
15 Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
16 Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Kis 1:13
Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus.

Matius 4:18
Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
Markus 1:16
Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
Yohanes 1:40-42
Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)." Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

Markus 10:35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!"

Markus 3:16-19 Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

Nah, saudara-saudara Yesus:

Yudas Tadeus itu anak Yakobus.
Yakobus itu:

1. Yakobus anak Alfeus
2. Yakobus saudara Simon Petrus dan Andreas

Simon Petrus itu saudaranya Andreas

Yusuf atau Yoses:

1. "Bukankah Ia (Yesus) ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" (Markus 6:3)

2. Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome.(Markus 15:40)

3. Maria Magdalena dan Maria ibu Yoses melihat di mana Yesus dibaringkan.(Markus 5:47)

Dalam Injil Matius

Di dalam Injil Matius namanya ditulis sebagai "Yusuf" (menurut teks Aleksandria)

1. "Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita?" (Matius 13:55-56)

2. Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.(Matius 27:56)

Jadi Yusuf atau Yoses adalah saudara Yakobus.

Siapa Yoses selanjutnya?

Yoses adalah nama depan Barnabas, teman seperjalanan Paulus.

Jelas, keempat yang disebut saudara-saudara Yesus, mempunyai ayah dan atau ibu yang berbeda dengan Yesus.

Maka dengan demikian, mereka adalah sepupu Yesus, bukan anak Bunda Maria.

Perlu diingat, menurut budaya Yahudi, semua saudara, baik kandung maupun sepupu, disebut saudara.

Salam

http://styopi.blogspot.com/2011/03/benih-maria.html

Maria sebagai Tabut Perjanjian Baru

Ibrani
9:1   Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia.
9:2   Sebab ada dipersiapkan suatu kemah, yaitu bagian yang paling depan dan di situ terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat yang kudus.
9:3   Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus.
9:4   Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,
9:5   dan di atasnya kedua kerub kemuliaan yang menaungi tutup pendamaian. Tetapi hal ini tidak dapat kita bicarakan sekarang secara terperinci.
9:6   Demikianlah caranya tempat yang kudus itu diatur. Maka imam-imam senantiasa masuk ke dalam kemah yang paling depan itu untuk melakukan ibadah mereka,
9:7   tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar.
9:8   Dengan ini ROH KUDUS menyatakan, bahwa jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka, selama kemah yang pertama itu masih ada.

9:9   Itu adalah kiasan masa sekarang. Sesuai dengan itu dipersembahkan korban dan persembahan yang tidak dapat menyempurnakan mereka yang mempersembahkannya menurut hati nurani mereka,
9:10   karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan, hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan.
9:11   Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --
9:12   dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.

9:13   Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,
9:14   betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
9:23   Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda sorgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu.
9:24   Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.

Why 11:19; 12:1-2,5 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.


Maria Tabut Perjanjian Baru.

Kalau Tabut Perjanjian Lama saja sedemikian suci, apalagi Tabut Perjanjian Baru!

Alkitab menyatakan adanya Tabut Perjanjian Lama dan Tabut Perjanjian Baru.

Maria (Tabut Perjanjian Baru) "berisi" Yesus,

Tabut Perjanjian Baru berisi:

Roti Hidup (Manna Sorgawi)

Firman Tuhan (2 Loh Batu)

Raja Perkasa, Imam Agung (Tongkat Harun)

Ibr 4:14-15 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Mzm 24:8 "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!"

Yes 9:6 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Lalu,

Kamu mau apa?

Tidak terima?

Sudah biasa, iman karbitan jenis hibrida tidak sama dengan kami iman Rasuli!

Salam

http://styopi.blogspot.com/2011/03/maria-sebagai-tabut-perjanjian-baru.html

Saya pernah diskusi dengan St. Yopi dari Katolik pada forum di sebelah.

Kami masing-masing punya argumen tersendiri karena Bro Yopi dari Katolik sdgkn saya karismatik.
Diskusi itu berakhir dengan baik, meski kita tetap pada argumen masing-masing namun stidaknya sudah menambah wawasan kedua belah pihak.

Argumen saya,

Sejak kejatuhannya dalam dosa, maka Iblis diusir dari sorga. Tentu saja dalam kondisi itu Iblis sudah najis.
Yang najis tidak akan tahan dengan hadirat sorgawi.
Malaikat yg jatuh itu telah kehilangan kediaman dan kedudukan di sorga.
Sejak saat itu, maka Iblis berubah menjadi pendakwa.

Yang namanya mendakwa, maka Iblis harus mdapatkan akses ke ruang pengadilan utk mdakwa di hadapan Hakim.

Jd saya myakini bhw keluar-masuknya Iblis itu bukan ke tempat kudus / maha kudus di sorga mlainkan ke suatu tempat khusus dimana Tuhan menghakimi.
Saya tidak myakini bhw Iblis masuk sampai tempat mahatinggi yg terdalam di sorga btemu Allah.

Di Israel kuno, tua-tua biasanya duduk di dekat pintu gerbang.
Disitu jika ada hal-hal yg mbutuhkan pengadilan, maka semua pihak terkait akan datang ke pintu gerbang utk memperdengarkan kasusnya ke para tua-tua.

Pmikiran saya,
Pd saat Mikhael melemparkan Iblis (plus anteknya) ke bumi, maka saat itulah Iblis kehilangan posisi/tempat/perannya sbg pendakwa.

Iblis tidak bisa lagi mdakwa manusia di hadapan Tuhan.
Maka Iblis mnggunakan cara lain, yaitu mberikan meterai pd mreka yg mngikuti dia.
Siapa yg mnggunakan meterai itu sudah tidak bisa lagi dselamatkan.
Meterai itu adalah wujud dakwaan Iblis.
Kalau berdasarkan topik yang sekarang, berarti antara mas bro Siip dan mas bro St Yopi, pihak Katolik terjadi kesepakatan, bahwa iblis sejak kejatuhan awalnya sudah menjadi bapa pendusta, sesuai dengan ayat:

Yoh 8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Salam

Benar Bro MS.
Di sisi lain, kami ada perbedaan dalam mngartikan 'millennialism' dan 'Sang Perempuan'.
Teman-teman Katolik mnafsirkan Perempuan itu sbg Maria sdgkn Protestan pd umumnya masih belum seragam pnafsirannya.
Mengenai masa millennial, Gereka Katolik Roma meyakini amillennialism, shg rekan-rekan Katolik akan cenderung mnafsirkan bhw Iblis saat ini sudah spenuhnya tidak mdapat tempat di sorga (beda dg penafsiran beberapa denominasi Protestan).
Pandangan Amillennial diyakini oleh bapa-bapa Gereja spt Polycarp, Clement, Origen dan Augustine.
Pd masa Gereja purba, selain amillennialism, ada juga pandangan premillennialism dg tokohnya spt Justin Martyr dan Iraeneus.

Belakangan ini di Gereja Protestan modern berkembang aliran dispensational-premillenialism.

Apakah benar rekap dari saya Bro MS?

Mana yg paling benar?
Mnyangkut eskatologi, semua masih tafsiran.

Amillennialism mpunyai fondasi yg kuat karena bapa-bapa Gereja purba yg dekat sekali dg masa penulisan surat-surat rasuli meyakininya. Itulah pula mengapa Gereja Katolik Roma meyakininya.

Di sisi lain, Protestan tidak memiliki tafsiran yang seragam.
Gereja tempat saya berjemaat menyakini dispensational-premillennialism.
Saya coba rekap pandangan para Bapa Gereja Perdana dari yang hidup bersama para Rasul sampai ratusan tahun kemudian:

1. St. Irenaeus (180): “Hawa, dengan ketidaktaatannya [karena berdosa]mendatangkan kematian bagi dirinya dan seluruh umat manusia, … Maria dengan ketaatannya [tanpa dosa]mendatangkan keselamatan bagi dirinya dan seluruh umat manusia…. Oleh karena itu, ikatan ketidaktaatan Hawa dilepaskan oleh ketaatan Maria. Apa yang terikat oleh ketidakpercayaan Hawa dilepaskan oleh iman Maria.”
2. St. Hippolytus (235): “Ia adalah tabut yang dibentuk dari kayu yang tidak dapat rusak. Sebab dengan ini ditandai bahwa Tabernakel-Nya dibebaskan dari kebusukan dan kerusakan.”
3. Origen (244): “Bunda Perawan dari Putera Tunggal Allah ini disebut sebagai Maria, yang layak bagi Tuhan, yang tidak bernoda dari yang tidak bernoda, hanya satu- satunya”.
4. St. Gregorius (213-270): “Mari menyanyikan melodi yang diajarkan kepada kita oleh inspirasi harpa Raja Daud dan berkata, “Bangunlah, O Tuhan, kepada peristirahatanmu; Engkau, dan tabut tempat kudus-Mu.” Sebab sesungguhnya Sang Perawan Suci adalah sebuah tabut, yang dilapisi emas dari dalam dan luar, yang telah menerima keseluruhan harta dari tempat kudus.”
5. St. Ephraim (361): ”Engkau sendiri dan Bunda-Mu adalah yang terindah daripada semua yang lain, sebab tidak ada cacat cela di dalam-Mu ataupun noda pada Bunda-Mu… “Biarkan para wanita memuji-Nya, Maria yang murni.”
6. St. Athanasius (373), “O, Perawan yang terberkati, sungguh engkau lebih besar daripada semua kebesaran yang lain. Sebab siapakah yang sama dengan kebesaranmu, O tempat kediaman Sang Sabda Allah? Kepada ciptaan mana, harus kubandingkan dengan engkau, O Perawan? Engkau lebih besar daripada semua ciptaan, O Tabut Perjanjian, yang dilapis dengan kemurnian, bukannya dengan emas! Engkau adalah Tabut Perjanjian yang didalamnya terdapat bejana emas yang berisi manna yang sejati, yaitu: daging di mana Ke-Allahan tinggal.”
7. St. Epifanius (376): “Barangsiapa yang menghormati Tuhan, menghormati juga bejana kudus-Nya; mereka yang tidak menghormati bejana kudus itu, juga tidak menghormati Pemiliknya. Maria itulah adalah Perawan yang kudus, yaitu sang bejana kudus itu.”
8. St. Ambrose (387): “Angkatlah tubuhku, yang telah jatuh di dalam Adam. Angkatlah aku, tidak dari Sarah, tetapi dari Maria, seorang Perawan, yang tidak saja tidak bernoda, tetapi Perawan yang oleh rahmat Allah telah dibuat tidak bersentuh dosa, dan bebas dari setiap noda dosa”.
9. St. Gregorius Nazianza (390): “Ia [Yesus] dikandung oleh seorang perawan, yang terlebih dahulu telah dimurnikan oleh ROH KUDUS di dalam jiwa dan tubuh, sebab seperti seseorang yang mengandung layak untuk menerima penghormatan, maka pentinglah bahwa ia yang perawan layak menerima penghormatan yang lebih besar.”
10. St. Agustinus (415): “Kita harus menerima bahwa Perawan Maria yang suci, yang tentangnya saya tidak akan mempertanyakan sesuatupun ketika kita membicarakan tentang dosa, demi hormat kita kepada Tuhan; sebab dari Dia kita mengetahui betapa berlimpahnya rahmat untuk mengalahkan dosa di dalam segala hal telah diberikan kepadanya, yang telah berjasa untuk mengandung dan melahirkan Dia yang sudah pasti tidak berdosa.”
11. Theodotus (446): “Seorang perawan, yang tak berdosa, tak benoda, bebas dari cacat cela, tidak tersentuh, tidak tercemar, kudus dalam jiwa dan tubuh, seperti setangkai lili yang berkembang di antara semak duri.”.
12. Proclus dari Konstantinopel (446): “Seperti Ia [Yesus] membentuknya [Maria] tanpa noda dari dirinya sendiri, maka Ia dilahirkan daripadanya tanpa meninggalkan noda.
13. St. Severus (538): “Ia [Maria] …sama seperti kita, meskipun ia murni dari segala noda, dan ia tanpa noda.”.
14. St. Germanus dari Konstantinopel (733), mengajarkan tentang Maria sebagai yang “benar- benar terpilih, dan di atas semua, … melampaui di atas semua dalam hal kebesaran dan kemurnian kebajikan ilahi, tidak tercemar dengan dosa apapun.”

a. St Sophronius said: "You have surpassed every creature"
b. St Germain of Paris (469–576) stated: "Your honor and dignity surpass the whole of creation; your greatness places you above the angels."
c. St John of Damascus went further: "Limitless is the difference between God's servants and His Mother."

Dari para Bapa Gereja yang hidup dekat dengan para Rasul, menyebut Maria adalah Tabut Perjanjian Baru, bandingkan dengan wahyu 12 dan Ibrani:

Ibrani
9:1   Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia.
9:2   Sebab ada dipersiapkan suatu kemah, yaitu bagian yang paling depan dan di situ terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat yang kudus.
9:3   Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus.
9:4   Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,
9:5   dan di atasnya kedua kerub kemuliaan yang menaungi tutup pendamaian. Tetapi hal ini tidak dapat kita bicarakan sekarang secara terperinci.
9:6   Demikianlah caranya tempat yang kudus itu diatur. Maka imam-imam senantiasa masuk ke dalam kemah yang paling depan itu untuk melakukan ibadah mereka,
9:7   tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar.
9:8   Dengan ini ROH KUDUS menyatakan, bahwa jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka, selama kemah yang pertama itu masih ada.

9:9   Itu adalah kiasan masa sekarang. Sesuai dengan itu dipersembahkan korban dan persembahan yang tidak dapat menyempurnakan mereka yang mempersembahkannya menurut hati nurani mereka,
9:10   karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan, hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan.
9:11   Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --
9:12   dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.

9:13   Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,
9:14   betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
9:23   Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda sorgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu.
9:24   Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.

Why 11:19; 12:1-2,5 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.


Maria Tabut Perjanjian Baru.

Kalau Tabut Perjanjian Lama saja sedemikian suci, apalagi Tabut Perjanjian Baru!

Alkitab menyatakan adanya Tabut Perjanjian Lama dan Tabut Perjanjian Baru.

Maria (Tabut Perjanjian Baru) "berisi" Yesus,

Tabut Perjanjian Baru berisi:

Roti Hidup (Manna Sorgawi)

Firman Tuhan (2 Loh Batu)

Raja Perkasa, Imam Agung (Tongkat Harun)

Salam

Mengenai Tabut, saya skip soal itu ya Bro MS.

Silahkan mas bro, walaupun tafsiran katolik Why 12:1 tidak bisa terlepas dari Why 11:19.
Quote
Kembali ke Wahyu 12,
Itulah juga yg saya tau bahwa Gereja Katolik Roma mngartikan Perempuan di situ sbg Bunda Maria.
Tafsiran tersebut beralasan karena Bunda Maria memang secara harafiah melahirkan Sang Anak yg akan menggembalakan segala bangsa dengan tongkat besi, lalu Perempuan itu diungsikan ke padang gurun dan dipelihara disana (ini bisa ditafsirkan merujuk ke penyingkiran Yusuf & Maria ke Mesir).
Salah satu alternatif tafsiran lainnya adalah Perempuan itu sbg Israel rohani (yaitu orang-orang benar).
Alasannya,
- Deskripsi dari Sang Perempuan itu cukup mirip dg isi mimpi Yusuf, yaitu Yakub (Israel) sbg matahari, ibunya sbg Bulan dan ke-11 saudaranya sbg bintang
- Mesias memang datang dari Israel
Tp skali lagi,
Eskatologi banyak berisi simbol.
Jika kita mlihat ke jaman PL khususnya dalam nubuat Mesias, justru setelah Mesias sudah datang baru kita paham makna-makna nubuat jaman dahulu.

Alternatif itu tidak ditolak oleh Gereja Katolik.

Tabut Perjanjian Baru sekaligus perempuan itu ditafsirkan secara tersurat dan tersirat, rohani dan fisik.

1. Tabut Perjanjian Baru sekaligus perempuan secara fisik adalah Maria.
alasannya telah diberikan, baik Tradisi Suci maupun Alkitab.

2. Tabut Perjanjian Baru sekaligus perempuan secara rohani adalah semua umat Katolik (yang sejati bukan KTP).
alasannya, kita semua adalah bait Allah, ROH KUDUS berdiam didalam kita, Tuhan menaruh Hukum-Nya didalam pikiran dan hati kita, kita semua adalah imamat rajani, kita semua akan memerintah bersama Kristus dari Tahta-Nya.

Yang menjadi perdebatan selama ini di FK adalah, non Katolik sepertinya menginginkan tafsiran secara rohani saja, tidak boleh secara fisik, sedangkan Katolik memakai keduanya, walaupun sebenarnya selalu terjadi,

Katolik: Alkitab+Tradisi Suci
Protestan: Alkitab saja.

Nah, yang selalu terjadi, pihak protestan dengan modal Alkitab saja, selalu menuduh Katolik sesat karena memakai keduanya.

Penjelasan Magisterium berbahasa Indonesia dapat dilihat pada Surat Uskup Agung Semarang mengenai perempuan pada Wahyu 12, kebetulan ada di websitenya St Yopi, http://styopi.blogspot.com.

Btw, Katolik tidak pernah mengimani menyembah Tabut Perjanjian, baik PL maupun PB, hanya menghormati, termasuk bersujud didepannya seperti Yosua dkk, apakah pihak protestan mengimani menyembah Tabut Perjanjian baik PL maupun PB seperti postingannya cbak sama bejo??

Salam

Jika kita mlihat prinsip di PB bahwa semua orang percaya pd dasarnya adalah Bait Allah,
Maka kita semua akan setuju bhw hati manusia (roh manusia) adalah Ruang Maha Kudus dimana ROH KUDUS bertahta.

Karna itu, saya, MS, Bejo, Cba, dan Bunda Maria semuanya adalah sama-sama Tabut dimana Tuhan bertahta.

Mungkin saja teman-teman dari Katolik Roma mmandang Bunda Maria sbg Tabut yang istimewa melebihi tabut-tabut lainnya.

Kl mngenai itu sih saya pribadi tidak mpermasalahkannya.
Biar bgmnpun, Bunda Maria dipilih oleh Tuhan sbg Wanita yang melahirkan Mesias.
Tentu saja pemilihan ini tidak sembarangan.
Bunda Maria pun mnentang segala tuduhan, ejekan dan cemoohan utk menanggung bagian sebagai seorang mengandung sebelum menikah.

Orang Yahudi yg mlawan Kristus sering mengejekNya sbg anak haram.
Kita bisa bayangkan btapa kasarnya itu akan terasa di hati Maria.

Skalipun saya tidak mmandang Bunda Maria seperti teman-teman Katolik mmandangnya, tp saya sangat mhormatinya.
Lha itu sudah saya posting, dan itu tafsiran kedua yang bermakna rohani, bukan fisik.

Itu sudah diimani selama ribuan tahun, bersama tafsiran pertama yang bermakna fisik, dan itu dapat ditelusuri pengajarannya sampai pada Gereja Perdana.

Jadi, yang bro imani mengenai tafsiran kedua, itu juga benar dan diimani oleh Gereja Katolik, namun menurut pandangan Gereja, secara iman Rasuli tidak lengkap, karena juga bermakna fisik seperti yang diajarkan para Bapa Gereja penerus iman Rasuli.

Hanya sayangnya, keinginan daging untuk menjadi anti Katolik, sangat kental di pihak protestan, terlebih lagi, maaf mas bro Siip, dari kalvinis dan karismatik dalam mencari umat, mengincar "kue" dari Katolik yang sangat besar, jadi lebih sering bukannya mencari jiwa-jiwa yang belum mengenal Kristus, melainkan mencari jiwa-jiwa yang telah mengenal Kristus lewat Gereja Katolik, dengan cara menanamkan brainwash betapa sesat dan palsunya ajaran Gereja Katolik.

Ibarat Katolik menanam dan menyiram, kalvinis dan karismatik yang ingin memanennya :mad0261:

Salam

kalau Tabut, harus dilihat contohnya

ketika tabut Tuhan dibawa oleh raja daud, dari bangsa filistin (sempat direbut oleh filistin), dan dlm perjalanan, tabut itu mau jatuh, dan tabut itu ditahan oleh seseorang.... pada saat itu juga, orang yg memengang tabut Tuhan, langsung mati.

itulah Tabut.

jika maria adalah Tabut, dimana KEMULIAAN TUHAN hadir, maka setiap orang yg menyentuh maria, pastilah akan mati juga.

ya tidak ???
Ada didalam Tradisi Suci, bahwa pernah ada seorang perempuan yang ingin membuktikan keperawanan Maria setelah melahirkan, tangannya yang menyentuh keperawanan Maria, lalu putus, sambung lagi setelah bertobat dan tangan tersebut disentuh oleh Bayi Yesus.

Penelusuran ini bisa dilihat bahwa ketika Yesus disalib, tidak ada yang mendekati Maria dan banyak cincong, sedangkan para Rabbi, ketika menyuruh pembuktian keperawanan Maria, disuruh minum air yang didoakan, pergi kebukit dosa, pulang dengan selamat, sedangkan bukit dosa dulunya dikuduskan oleh Musa, siapa yang berdosa naik ke bukit tersebut, pastilah pulang kalau bukan mati minimal kusta.

Dan pada tahun 95 AD, pada Konsili Jamnia Yahudi, mereka menyebut Yesus dan dituliskan dalam Kitab Talmud Yahudi,

"Anak Haram"

"Anak Penyihir"

"Penyihir"

Dll

Oh iya, hampir lupa, Tradisi Suci hanya ada di Gereja Katolik.

Salam

Oh hampir lupa, mengapa penting mengetahui bahwa Maria dan Yusuf harus membuktikan mereka tidak berzinah sebelum menikah dengan pergi ke Bukit Dosa?

Karena membuktikan bahwa Yesus, Maria dan Yoseph, benar pergi ke Bait Allah, mempersembahkan Yesus di Kenisah, benar ayat kanak-kanak Yesus pergi ke Baik Allah ketika Maria dan Yoseph kehilangan-Nya, dan benar Yesus adalah seorang Rabbi, yang berarti bersekolah menjadi Rabbi, sebab tidak boleh anak hasil perzinahan diperbolehkan pergi ke Baik Allah apalagi menjadi Rabbi.

Ini juga merupakan bukti bahwa Maria tidak mati dihukum rajam ketika hamil tanpa suami melainkan tunangan, dan bukti bahwa Maria memang mengandung dari ROH KUDUS, bukan dihamili oleh Yoseph.

Salam

Kl mnrt saya,
Scr rohani dan fisik, semua orang yg pcaya Kristus maka dia adalah Tabut Tuhan.

Tetapi Bunda Maria,
Gereja Katolik Roma memandang Bunda Maria sbg Tabut Tuhan yang lebih istimewa dari Tabut lainnya baik rohani maupun fisik.

Utk hal itu saya tidak ada problem sama sekali.

Saya mungkin akan mengilustrasikannya ibarat umat Israel mmandang Musa.
Musa bukanlah satu-satunya nabi, tetapi Musa dipandang Israel sbg Nabi Besar yg lebih besar dari nabi lainnya.
Tuhan Yesus pun mmandang Musa sbg Nabi Besar, krn Tuhan mnyebut-nyebut tentang 'Kursi Musa' dan bahwa Musa akan mhakimi Israel.
Rasul Yohanes mbri tempt spesial bagi Musa dg mnyebut 'Taurat datang dari Musa'.

Kl dkatakan bhw Bunda Maria sbg satu-satunya Tabut, maka saya tidak stuju.
Tp saya yakin Gereja Katolik Roma tentunya tidak bpandangan dmikian.
Saya juga yakin Gereja Katolik Roma secara resmi tidak menyembah Bunda Maria mlainkan mhormatinya.
Bagi kami tetap membedakan, sebab, kita menjadi Tabut Perjanjian namun Tuhan tidak hadir didalam "Bait" kita secara fisik, sedangkan Maria, Tuhan hadir secara fisik selama dalam kandungan.

Kami memang mengistimewakan Maria, ciptaan diatas semua ciptaan, hanya berada dibawah Allah Tritunggal, dan memang sejak iman Rasuli, para Bapa Gereja Perdana, sampai sekarang, tidak berubah, selalu begitu.

Salam