Senin, 31 Maret 2014

Mengapa Septuaginta?

Intinya, para Rasul dan penerusnya tahu bahwa akan ada orang-orang yang "ingin menjadi Yahudi", sehingga mereka menunjukkan betapa tidak pentingnya itu, mereka menuliskan semua kitab didalam bahasa Yunani, bahkan PL pun dalam bahasa Yunani!

Kalau ingin dalam bahasa internasional, maka seharusnya mereka menuliskan kedalam bahasa Latin, bahasa Romawi yang sedang berkuasa dan menguasai dunia, namun mereka ingin menunjukkan kepada kita semua, bahwa bukan karena bahasa internasional, melainkan tidak pentingnya "ingin menjadi Yahudi", yang penting adalah iman akan Tuhan Yesus melalui pikiran, perkataan dan perbuatan, berdasarkan Alkitab. Tradisi Suci dan Magisterium Gereja.

Salam

Betulkah Perjanjian Lama ditulis bahasa Yunani?

Kalau PL, ya aslinya dalam bahasanya Yahudi, lalu diterjemahkan kedalam bahasa Yunani, disebut Septuaginta!

Itu sebabnya, semua naskah Septuaginta, aslinya dalam bahasa orang Yahudi ditemukan di Gua dekat Laut Mati.

Jadi, PL dan PB Katolik dikanonkan berdasarkan naskah-naskah asli para Rasul!

Ingat, PARA RASUL!

Itu kata kuncinya!

Salam

Jadi siapa yang menulis LXX, para rasul?
Septuaginta sudah ada sebelum para Rasul, mosok yang beginian ditanyain? :mad0261:

Awal dan pusat Kekristenan adalah Yerusalem, sebelum akhirnya pada St Clement, Roma menjadi pusat Kekristenan, itu terlihat Surat-Surat Paus St Clement dan penerusnya, yang berotoritas, dan dibacakan sampai bertahun-tahun (oleh umat Efesus).

Lalu, mengapa semua PB, bahkan Surat Ibrani, memakai bahasa Yunani?

Dapat dipastikan, bahwa Septuaginta dipakai oleh Tuhan Yesus dan para Rasul, sehingga menginspirasikan para Rasul, ketika menulis PB, semuanya dalam bahasa Yunani.

Kecuali ada pendapat yang lebih baik dan masuk akal, mengapa PB semuanya ditulis dalam bahasa Yunani, bahkan Surat kepada Umat Ibrani, maka dengan demikian, sudah benar dan penuh dengan ROH KUDUS Kanon Katolik.

Pertanyaan disemua thread yang selalu dihindari oleh pihak protestan adalah,

Kalau Kanon Katolik dipenuhi oleh ROH KUDUS, mengapa menentang ROH KUDUS dengan mengurangi Kanon ROH KUDUS tersebut? :azn:

Bahasa Yunani menjadi lingua franca di wilayah Kekaisaran Romawi, yang sudah demikian sejak jaman Alexander Agung. Karena itu, kitab suci yang dipakai dalam memberitakan Injil pada awal Kekristenan adalah Septuaginta (LXX) yakni Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani (termasuk Deuterokanonika). LXX diterima sebagai kitab suci secara take for granted. Tidak ada unsur anti Yahudi dalam menggunakan LXX, tujuannya hanya untuk memudahkan orang non-Yahudi dan Yahudi Helenis agar mengerti Firman Tuhan.

Ya Tuhan...

Deraya!!!

Kalau tidak tahu sejarah, kok pede minta ampun????

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Aleksander_Agung

Alex itu Raja Yunani, tidak pernah menguasai Romawi!!!
Quote from: http://www.amazine.co/22013/pencapaian-bangsa-romawi-4-warisan-peradaban-romawi/
2. Seni dan Sastra
Bahasa resmi Romawi adalah bahasa Latin.

Bahasa resmi Romawi itu LATIN!!!!!!!!

Adooohhhhhh....!

Tidak tahu sejarah, gayanya minta ampun!

Pokoknya apa yang tertulis didalam ALKITAB LAI (kalau pernah mengenal naskah asli Alkitab tidak begini modelnya) dan apa yang DIAJARKAN PENDETA, itu yang benar!

Celaka... Deraya... Deraya... :mad0261:

@deraya,

Semua postingan saya mengambil referensi situs netral, sekarang saya ambil situ protestan:

http://www.sarapanpagi.org/septuaginta-vt116.html

Terjemahan Septuaginta segera digunakan menjadi Alkitab resmi dalam Yudaisme helenis di dalam sinagoga-sinagoga. Para penulis Perjanjian Baru lebih suka mengutip Perjanjian Lama dari naskah terjemahan itu.


http://www.sarapanpagi.org/injil-lukas-vt4207.html

Pada umumnya orang menerima bahwa Lukas adalah penulis PB yang paling memperhatikan syarat. syarat sastra. Pendahuluan Injilnya menunjukkan bahwa ia mampu menulis dalam bahasa Yunani tanpa cacat, murni dan memenuhi kaidah sastra. Tapi gayanya demikian berubah-ubah hingga ia meloncat ke gaya Ibrani manakala ia sedang menceritakan bagimana sejarah yang diwarnai oleh suasana Ibrani (bnd 1:5; 2:39). 
Pengenalannya akan terjemahan PL dalam bahasa Yunani LXX secara pasti menolong dia untuk menyesuaikan gayanya kepada sifat dari isi Injil itu.

http://www.sabda.org/sejarah/artikel/alkitab_terjemahan_dan_kanonisasi.htm

KANON ALKITAB adalah hasil proses sejarah yang disahkan melalui konsensus para bapa gereja. Dalam hal PL, para Imam Yahudi dan keluarga Masoretlah yang menyusun konsensus kanon lbrani di Jamna (ca-90). Kanon Alkitab tidak dihasilkan oleh pertemuan pemimpin agama tetapi merupakan proses sejarah yang kelihatannya dipimpin ROH KUDUS dan baru persidangan pemimpin agama mensahkannya. Demikian juga halnya dengan proses sejarah kanon PB sampai disahkan dalam konsensus para Bapa Gereja. Kanon sudah tertutup dan tidak perlu ditambah lagi, dan bukan kebetulan kalau ucapan rasul Yohanes pada Why. 22:18-21 dijadikan 'Penutup' bukan saja kitab Wahyu tetapi seluruh Alkitab. Umat Kristen tidak menerima deuteronomika Roma Katolik, karena kitab-kitab itu tidak diterima dalam kanon Yahudi dan Yesus juga tidak menggunakannya sekalipun Yesus menggunakan kitab Septuaginta (LXX) yang digunakan di Sinagoge dan oleh umat Kristen pada abad pertama.

Masih mau ngeyel? :azn: :tongue:

Penulis PB tentunya mengutip dari LXX, karena itulah terjemahan Yunani yang ada. Apakah Yesus, dalam situasi sesungguhnya, berbicara bahasa Yunani kepada orang-orang Yahudi, termasuk para murid-Nya? Sepertinya tidak. Apakah Dia membaca Septuaginta bila mengajar di sinagoga? Sepertinya tidak juga. Akan tetapi sewaktu Kekristenan disebarkan ke dunia di luar Yahudi (di luar tanah Perjanjian) maka bahasa Yunani lah yang dipakai dan terjemahan LXX lah yang dipakai sebagai Kitab Suci. Sebenarnya di gereja awal juga dipakai, karena ada jemaat Yahudi yang berbahasa Yunani.

Menurut catatan Alkitab, pada akhir periode Bait Suci Pertama, Kerajaan Yehuda dihancurkan, dan penduduknya dibawa ke dalam "Pembuangan ke Babel". Sementara mereka berada di sana, orang-orang Yahudi tidak lagi berbicara dalam bahasa Ibrani sebagai bahasa sehari-hari mereka.

Ketika bahasa Ibrani bukan lagi menjadi bahasa pengantar di Palestina, banyak orang yang tidak mengerti isi kitab suci, karena kitab suci tertulis dalam bahasa Ibrani. 

Penggalian inskripsi-inskripsi di daerah Israel bertarikh 300 sebelum Masehi hingga 500 Masehi menunjukkan bahwa 70% ditulis dalam bahasa Yunani, 12% dalam bahasa Latin, dan hanya 18% ditulis dalam bahasa Aram. Tidak suatu pun yang ditulis dalam bahasa Ibrani. 

Sejak abad III-II SM karena sudah tidak banyak orang Yahudi yang bisa berbahasa Ibrani maka Alkitab Perjanjian Lama (Tenakh dalam bahasa Ibrani) diterjemahkan menjadi bahasa Yunani dan disebut Septuaginta (LXX), LXX banyak digunakan oleh penulis Perjanjian Baru, dan Alkitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani.

Jadi sama-sama bahasa orang Israel, namun yang satu dari zaman dahulu (kuno) yang lain dari zaman kemudian (modern), khususnya zaman Yesus dan para Rasul.
 
Di Yerusalem sendiri, 40% dari inskripsi Yahudi sebelum tahun 70 Masehi (keruntuhan Yerusalem) ditulis dalam bahasa Yunani, sisanya ditulis dalam bahasa Aram (bukan Ibrani). 

Perjanjian Baru (PB) seluruhnya ditulis dalam bahasa Yunani.

Yesus juga berbicara dalam bahasa Yunani, misalnya dalam percakapannya dengan seorang perwira di Kapernaum (Lukas 7:1-10). 
Adanya penjajahan Romawi pula mengakibatkan adanya empat bahasa di era Yesus Kristus: 

1. Bahasa Ibrani merupakan bahasa liturgis, digunakan untuk membaca Torah, dan sebagainya, tidak digunakan sebagai bahasa sehari-hari, dikenal sebagai bahasa Ibrani Misyna karena adanya campur tangan para ahli Taurat menyusun Talmud; 

2. Bahasa Aram, digunakan oleh orang Yahudi lokal sebagai bahasa sehari-hari; 

3. Bahasa Yunani, digunakan oleh orang Yahudi pendatang sebagai bahasa pergaulan di Timur Dekat; pada umumnya Yahudi pendatang berbahasa Yunani ini mengunjungi Yerusalem dalam rangka transaksi bisnis dan ziarah ke Bait Allah;

4. Bahasa Latin, bahasa kaum penjajah yang digunakan oleh orang-orang Romawi yang menjajah Israel sejak tahun 63 sebelum Masehi. 

Sekitar awal 1800-an kalangan Yahudi yang dipelopori oleh seorang rabi mulai mengusahakan agar bahasa Ibrani kuno yang ditulis di dalam Tanakh (Taurat, Zabur, dan lain-lain) digunakan sebagai bahasa percakapan. Dan mulai saat itulah bahasa Ibrani baru digunakan kembali oleh orang Israel setelah tidak digunakan lebih dari 1000 tahun.

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Lama
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Kaum_Masoret
http://www.sarapanpagi.org/kitab-suci-bahasa-hebrew-aram-dan-yunani-vt938.html
http://www.yabina.org/artikel/2012/A'15_12.htm

Mas, ya mbok jangan asal ngomong to :mad0261:

kita percaya kok bahwa gereja TUHAN yang memilih KANON Kitab Suci dipimpin oleh ROH KUDUS
tetapi jangan lalu otoritas itu diperluas dengan menyatakan bahwa tafsir megisterium atau tradisi yang mereka bangun lalu disetarakan dengan Firman Tuhan, dan dapat dijadikan SUMBER/DASAR KEBENARAN Kristen
menurut saya, itu sudah kebablasan yang perlu dihentikan.
Menurut saya mas kebablasan menentang Alkitab:

1 Tim 3:15 Gereja dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.
Quote
itulah yang terjadi pada Gerakan Reformasi Kristen, menolak semua kesalahan mendasar yang dilakukan lembaga gereja, yang telah merasuk dan merusak pengejaran Kristen gereja selama ribuan tahun.
Tidak ada kesalahan Gereja, kesalahan oknum ada, seperti oknum Pastor yang mengkampanyekan penjualan Surat Penebusan Dosa, walaupun tidak pernah ada perintah penjualan dari Vatikan

Hanya karena keinginan mendirikan gereja sendiri, semangat yang terus dilakukan sampai 120 ribu denom yang ada, maka mereka memisahkan diri dari kekudusan
Quote
karena gereja Kristen yang bereformasi memutuskan untuk setuju pada penilaian bahwa kitab-kitab apokrifa Yahudi tidak menjadi sumber pengajaran. banyak alasannya.
Inilah kelucuan yang terjadi:

1. Menolak Magisterium Gereja, dengan mendirikan magisterium tidak jelas, dengan modal penafsiran sendiri, menolak ajaran rasuli selama ribuan tahun!

2. Menolak PL yang dikanonkan bersamaan dengan PB, dengan mengakui proses Kanon adalah berasal dari ROH KUDUS, bukankah dengan menolak kanon PL Katolik sama saja seluruh protestan telah menghujat ROH KUDUS? (Akan muncul thread mengenai hal ini!)

Apakah mas paham apa yang saya terangkan?


Salam

THS - THM Katolik

Sejarah THS-THM

Pada tahun 1983, Seminari Menengah Mertoyudan , Magelang, Jawa Tengah, mengundang seorang frater untuk mengajar. Hal tersebut biasa saja, yang agak aneh adalah frater tersebut diminta untuk mengajar pencak silat. Tentu saja seminari sudah memikirkan "Mengapa Pencak Silat ?". Ternyata dalam "penggodogan" pendidikan calon imam di seminari ditanamkan pula rasa cinta akan tanah air, rasa hormat serta tanggung jawab akan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia tercinta, dan sekaligus mengakar pada iman akan wafat dan kebangkitan-Nya.

Latihan bela diri pencak silat dimulai. Para seminaris yang ikut latihan pertama kali berjumlah 73 orang. Tetapi konyolnya, frater tersebut hanya bisa mengajar bela diri sekali sebulan saja. Secara teoritis tidak mungkin mengajarkan bela diri hanya 2 jam saja dalam 1 bulan. Dilain pihak, sebagai calon imam yang dididik untuk memecahkan persoalan, maka latihan bela diri itupun tetap berjalan walaupun terseok-seok. Apa akibatnya ? Banyak seminaris yang mengundurkan diri, tidak mau lagi mengikuti latihan pencak silat ini.

Memasuki tahun 1984, seminaris yang tetap bertahan mengikuti latihan pencak silat ini tinggal 11 orang. Mulailah diadakan peningkatan latihan beladiri yang lebih berat lagi. Dilaksanakan di Kaliurang, lereng Gunung Merapi, Jawa Tengah, didampingi oleh seorang dokter dan seorang psikolog. Akhirnya latihan tersebut mencapai tahap akhir, berlangsung di pantai Parangtritis, Yogyakarta. Disinilah tercipta jurus-jurus otentik Seminari yang dibuat oleh para seminaris dan frater yang masih muda usia, miskin pengalaman, namun memiliki kebulatan tekad mau berbakti bagi seminari, mau berkorban demi iman dan cinta nan suci pada Ibu Pertiwi. Dari sini muncullah gagasan bersama "Ide menguak masa depan". Beladiri sebagai sarana kerasulan.
Dewan Pendiri dan Motto Perjuangan

Ide menguak masa depan disepakati. Bela diri akan dijadikan sebagai alat kerasulan. Berdirilah Dewan Pendiri, yaitu suatu dewan yang beranggotakan para perintis dan pendiri serta pemrakarsa bentuk-bentuk idealisme kegiatan THS-THM. Mereka terdiri dari sebelas pria berikut ini :

Rm. M. Hadiwijoyo, Pr. (bebas tugas, Jakarta); Dr. RMS Haripurnomo Kushadiwijaya (Yogyakarta); St. Adi Satriyo Nugroho, SPd. (Timor Timur); YB. Prasetyo Yudono, MSBA. (Jakarta); Brigjen TNI (Purn) Ign. Imam Kuseno Miharjo (Jakarta); Y. Lilik S. Dwijosusanto, SPd. (Yogyakarta); Benediktus Wiharto, SH. (Bandung); Rm. AG. Luhur Prihadi, Pr. (Pematangsiantar); Rm. R. Heru Subyakto, Pr. (Magelang); Drs. Petrus Agus Salim (Jakarta); A. Bambang Wahjudi, SP. (Muntilan)

bersama dengan empat wanita berikut ini :

Dra. MM. Emmy Putraningrum (Yogyakarta); Ibu Imam Kuseno Miharjo (Jakarta); Dra. C. Wahyu Dramastuti (Jakarta); M. Sri Selastiningsih, SE. (Jakarta).

Setiap anggota Dewan Pendiri ditentukan dengan pertimbangan seluruh anggota, dapat keluar atas permintaan sendiri atau dikeluarkan karena tindakan yang jelas bertentangan dengan azas pendirian organisasi Katolik THS-THM ini; seperti terjadi pada mantan anggota Dewan Pendiri : Rm. J. Sandharma Akbar, Pr. (Bogor) yang telah menjalankan kegiatan bertentangan dengan azas pendirian organisasi Katolik THS-THM. Meski demikian nama Romo Akbar ini akan tetap dikenang dan dicatat dalam sejarah THS-THM bahwa pernah menjadi salah satu anggota Dewan Pendiri; kendati saat ini sudah tidak berkarya lagi dalam tubuh organisasi THS-THM.

Sebagian anggota dewan telah terlebih dahulu mempersiapkan kehadiran THS-THM sejak awal 1980-an : Frater Hadiwijaya, Dokter Haripurnomo dan Psikolog Emmy Putraningrum, serta para siswa seminari Mertoyudan yaitu Adi, Heru, Luhur, Lilik, Wiharto, Prasetyo dan Kris serta sejumlah murid seminari Mertoyudan lain. Beberapa individu pernah diperbincangkan untuk menjadi anggota dewan dan tidak diambil keputusan untuk menetapkannya.

Kemudian berkibarlah bendera Beladiri Pencak Silat Katolik Tunggal Hati Seminari, dengan motto perjuangannya "Pro Patria et Ecclesia" - Demi Bangsa dan Gereja. Adapun cara melaksanakan perjuangan kerasulannya adalah "Fortiter in Re Suaviter in Modo" - Kokoh prinsip pendiriannya namun luwes lembut cara mencapainya. Dengan kata lain, sikap yang mau ditampakkan yaitu sikap berani, ulet dan rendah hati. Menghadapi kekerasan dan kekasaran - Berani. Bertemu kebaikan dan kehalusan budi - itu yang dicari. Semua tindakan dan kegiatan dipersembahkan hanya untuk kemuliaan kepada Tuhan.

Kedua frater ditahbiskan menjadi Imam, dipilih Tuhan untuk pelayan umatnya. Realisasi ide beladiri Tunggal Hati Seminari dijadikan alat kerasulan atau sarana pastoral menjadi kenyataan dalam wujud tindakan dan kegiatan-kegiatan. Berkat rahmat Tuhan, kegiatan ini berkembang dan mulai diterima oleh sekelompok muda-mudi Katolik St. Fransiskus Xaverius, Tanjung Priok dan Salib Suci, Cilincing; serta direstui oleh Pastor Paroki Karl Albrecht SJ. Angkatan pertama ini berjumlah 39 orang.

Saat para seminaris Mertoyudan liburan, organisasi THS semakin dikembangkan oleh para seminaris sebagai panggilan. Mulailah THS ini berkembang ke paroki-paroki yang lainnya, yaitu paroki St. Alfonsus, Pademangan dan Santa Anna, Duren Sawit. Tidak ketinggalan sekolah-sekolah juga dimasuki, yaitu SMP St. Fransiskus II, Cilincing; SMP Tarakanita I, II, III dan IV. THS dikembangkan oleh beberapa Pastor, beberapa Suster, beberapa Frater, beberapa orang tua, beberapa Seminaris dan sekelompok muda-mudi Katolik yang senang untuk membina anak muda.

Pada tahun 1985, bertepatan dengan ditetapkannya sebagai Tahun Pemuda Internasional, pada tanggal 10 November 1985 yang juga bertepatan dengan hari Pahlawan, diresmikanlah di Gelanggang Remaja Jakarta Utara berdirinya Organisasi Beladiri Pencak Silat Katolik Tunggal Hati Seminari. Syukur kepada Tuhan, anggota yang tercatat berjumlah 223 orang.

Sejarah Tunggal Hati Maria (THM)


Awal tahun 1986, puteri-puteri Gereja tidak mau ketinggalan untuk turut serta dalam kegiatan ini. Mereka ada di Paroki St. Fransiskus, Tanjung Priok dan di SMP St. Fransiskus II, Kampung Ambon, yang segera disusul puteri-puteri Paroki St. Anna, Duren Sawit. Pada tanggal 10 November 1986, bertepatan dengan hari Pahlawan dan Hari Ulang Tahun THS yang pertama, diresmikan pulalah Organisasi Beladiri Pencak Silat Katolik Tunggal Hati Maria (THM) oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Departemen Agama RI, Bapak Ignatius Imam Kuseno Miharjo, dan direstui oleh Pastor Paroki Romo Martinus Hadiwijoyo Pr. dan Pastor Purbo Tamtomo Pr. Bertempat di Gereja St. Bonaventura, Pulomas, Jakarta Timur. Jumlah THS-THM sudah tercatat sebanyak 637 orang.

Perkembangan THS-THM


Tuhan bersabda melalui kitab suci, "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barang siapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa". (Yoh. 15:5). Memasuki tahun 1987, jumlah anggota THS-THM sudah mencapai lebih dari 2300 orang yang tersebar di kota-kota Jakarta, Yogyakarta, Surakarta, Wonogiri, Muntilan, Bandung, Lampung dan Banjarmasin. Dan sampai sekarang THS-THM terus berkembang seiring dengan bertambahnya waktu, bahkan sampai keluar negeri.

sumber:
http://thscc.tripod.com/sejarah.htm
http://thsthmtarakan.blogspot.com/


Salam

Arti Salam Maria dari umat Kristen Katholik dan Salam umat Kristen lainnya

Mengapa Salam Maria mendapat tempat khusus di Gereja Katolik?

Karena ketika mendengar Salam Maria, Elisabeth pun dipenuhi oleh ROH KUDUS.

Didalam Alkitab (hanya Alkitab), ada beberapa peristiwa yang mengakibatkan seseorang dipenuhi oleh ROH KUDUS:

1. Maria: Memberikan salam
2. Tuhan Yesus: Menghembusi (Meniup)
3. Petrus: Memberikan khotbah
4. Para Rasul: Menumpangkan tangan

Pemahan tegasfirman maupun gelaskaca, sama-sama berdasarkan Alkitab, dan baik adanya :)

Salam

Kalau begitu bukan 4 saja yg dipenuhi ROH KUDUS melainkan banyak sekali dong dipenuhi ROH KUDUS dan memang demikian kok FT :
Yang diberikan kemampuan ya 4, sebenarnya 3, karena YESUS itu TUHAN, tidak diberikan, tetapi memang ROH KUDUS adalah ROH-Nya
Quote
Kira2 ada berapa ya ? ratusan atau ribuan ?

1. KPR4:2 Maka penuhlah mereka dengan ROH KUDUS, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Kis 2:4 Maka penuhlah mereka dengan ROH KUDUS, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Kis 2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.

Keduabelas Rasul sudah diberikan ROH KUDUS oleh TUHAN YESUS
Quote
2. KPR4:31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan ROH KUDUS, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.
Kis 4:1 Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki.
Kis 4:4 Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.
Kis 4:21 Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.
Kis 4:23 Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka.
31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan ROH KUDUS, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Tetap aja itu keduabelas Rasul
Quote
3. Stefanus juga.
Kis 6:2-5 Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman." Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan ROH KUDUS, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.

Para murid sudah mendapatkan ROH KUDUS melalui penumpangan tangan keduabelas Rasul
Quote
4. dll, dll.
Mau ngambil dari luar Alkitab?
Quote
Kalau enai Salam, baik Maria disalami, Raja Daud disalami rakyatnya maupun jemaat2 disalami oleh Rasul-2 tentunya mereka yang disalami masih hidup nafasnya ! kalau mereka mati, bagaimana bisa disalaminya ? kalau dijawab olehnya, bagaimana kita yang hidup ? ya kita lari tunggang langgang ! 
Alkitab hanya memberikan kesaksian bahwa peristiwa seseorang menerima ROH KUDUS ketika mendengar SALAM HANYALAH ketika Elisabeth mendengar SALAMnya MARIA!

Kamu mau ngambil dari luar Alkitab?

Bukankah diluar Alkitab sesat?

Solascriptura?

Giliran bicara Maria, mulailah Solascriptura dan sola-solaan dilupakan! :2funny:


Nama Pontius Pilatus dalam Pengakuan Iman Rasuli

PENGAKUAN IMAN RASULI

1. Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, Khalik/Pencipta langit dan bumi.
2. Dan kepada Yesus Kristus AnakNya Yang Tunggal, Tuhan Kita.
3. Yang dikandung daripada ROH KUDUS, lahir dari anak dara Maria.
4. Yang menderita sengsara dibawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan mati dan dikuburkan turun ke dalam kerajaan maut.
5. Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.
6. Naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa.
7. Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
8. Aku percaya kepada ROH KUDUS.
9. Gereja Katolik yang kudus, persekutuan Orang Kudus,
10. Pengampunan Dosa. 
11. Kebangkitan badan/orang mati/daging
12. dan Hidup Yang Kekal.

Amin.

Credo (rumusan Syahadat Rasuli/Aku Percaya)
Menurut Tradisi Suci,
Petrus-lah yang memberikan kalimat pertama: "Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa"
Yohanes menambahkan: "Khalik langit dan bumi"
Yakobus: "Dan kepada YESUS KRISTUS, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita"
Andreas: "Yang dikandung daripada ROH KUDUS, lahir dari anak dara Maria"
Filipus: "Yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus; disalibkan, mati dan dikuburkan"
Thomas: "Turun ke dalam kerajaan maut; pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati"
Bartolomeus: "Naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa"
Matius: "Dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati".
Beberapa anak kalimat lainnya ditulis oleh Yakobus (anak Alfeus), Simon Zelot, Yudas (Tadeus) dan Matias. Perlu diingat, dokumen-dokumen gereja sebelum abad kelima menyebut tentang Sidang para Rasul/Konsili yang diadakan untuk merumuskan iman rasuli ini, dan para Bapa Gerejalah yang menyusunnya.


Pontius Pilate

In the Gospel of Matthew, Pilate washes his hands to show that he was not responsible for the execution of Jesus and reluctantly sends Him to His death. The Gospel of Mark, depicting Jesus as innocent of plotting against the Roman Empire, portrays Pilate as reluctant to execute Jesus. In the Gospel of Luke, Pilate agrees that Jesus did not conspire against Rome. In the Gospel of John, Pilate states “I find no guilt in Him (Jesus)” and he asks the Jews if Jesus should be released from custody.

Pilate ordered a sign posted above Jesus on the cross stating "Jesus of Nazareth, The King of the Jews" to give public notice of the legal charge against him for his crucifixion. The chief priests protested that the public charge on the sign should read that Jesus claimed to be King of the Jews. Pilate refused to change the posted charge, saying "What I have written, I have written." ("Quod scripsi, scripsi"). This may have been to emphasize Rome's supremacy in crucifying a Jewish king; it is likely, though, that Pilate was offended by the Jewish leaders using him as a catspaw and thus compelling him to sentence Jesus to death contrary to his own will.

Unlike the synoptic gospels, the Gospel of John gives more detail about that dialogue taking place between Jesus and Pilate. In John, Jesus seems to confirm the fact of his kingship, although immediately explaining, that his "kingdom" was "not of this world"; of far greater importance for the followers of Christ is his own definition of the goal of his ministry on earth at the time. According to Jesus, as we find it written in John 18:37, Jesus thus describes his mission: "(I) came into the world...to bear witness to the truth; and all who are on the side of truth listen to my voice", to which Pilate famously replied, "What is truth?" ("Quid est veritas?") (John 18:38⁠).

The end result was the same for Jesus and Pilate, as it was in all the other three Gospels (Matthew, Mark, Luke). In the same chapter of John 18 verse 38 (King James Version, compare with other versions) the conclusion Pilate made from this interrogation was: "I find in him no fault at all".

Eusebius (325), although he mentions an Acta Pilati that had been referred to by Justin and Tertullian shows no acquaintance with this work. Almost surely it is of later origin, and scholars agree in assigning it to the middle of the 4th century. Epiphanius refers to an Acta Pilati similar to this, as early as 376 AD, but there are indications that the current Greek text, the earliest extant form, is a revision of an earlier one.

Eusebius, stated that Pilate suffered misfortune in the reign of Caligula (AD 37–41), was exiled to Gaul and eventually committed suicide there in Vienne. The 10th century historian Agapius of Hierapolis, in his Universal History, says that Pilate committed suicide during the first year of Caligula's reign, in AD 37/38.

Justin the Martyr – The First and Second Apology of Justin Chapter 35-"And that these things did happen, you can ascertain from the Acts of Pontius Pilate."

In the Eastern Orthodox Church, Pilate's wife Claudia Procula is commemorated as a saint, the Ethiopian Orthodox Tewahedo Church recognized Pilate as a saint in the 6th century, based on the account in the Acts of Pilate, as it does his wife, Claudia Procula, whose strange dream of Christ induced her to try to stop his crucifixion.

Pilate:

1. A man who clearly sees how the story of Jesus will affect human history
2. A man who regrets his role in Jesus' death (to greater or lesser extents, depending on the work)


Salam

Bagi saya, sosok Pontius Pilatus bukan tokoh sejarah biasa, sosoknya sangat penting terutama dari sisi PEMBUKTIAN SEJARAH. Bahwa PENYALIBAN YESUS KRISTUS bukan sekedar kepercayaan/ iman agamawi, tetapi sekaligus FAKTA SEJARAH. Nama Pontius Pilatus sangat penting dalam kaitan pengesahannya atas kematian Yesus Kristus.

Nama Pilatus muncul dalam pengakuan iman tersebut sebagai fakta catatan sejarah, sekaligus peringatan tipe orang yang mecuci tangan tanda tak mau bertanggung jawab, sekalipun dia sanggup untuk itu. Di bawah perintahnyalah maka Yesus di salibkan dan mati (lihat S Liberty, 'The Importance of Pontius Pilate in Creed and Gospel', JTS 45, 1944, hlm 38-56).
Nama Pontius Pilatus sangat penting dalam kaitan pengesahannya atas kematian Yesus Kristus. sekaligus peringatan tipe orang yang mecuci tangan tanda tak mau bertanggung jawab, sekalipun dia sanggup untuk itu. setuju
Justru sebaliknya, Pontius Pilatus adalah orang yang menyatakan bahwa Yesus adalah Tidak berdosa (tidak bersalah) dihadapan semua orang, tercatat didalam Alkitab maupun Tradisi Suci!

Pontius Pilatus menyatakan bahwa Yesus adalah ALLAH PUTERA:
Quote
The end result was the same for Jesus and Pilate, as it was in all the other three Gospels (Matthew, Mark, Luke). In the same chapter of John 18 verse 38 (King James Version, compare with other versions) the conclusion Pilate made from this interrogation was: "I find in him no fault at all". In the Act of Peter, Pilate said: "I am pure from the blood of the Son of God"

The Act of Pilate purports to be a report by Pontius Pilate containing evidence of Jesus Christ's messiahship and godhead.
Dan para Bapa Gereja Awal memberikan kesaksian mengenai hal itu!
Quote
Eusebius (325), although he mentions an Acta Pilati that had been referred to by Justin and Tertullian shows no acquaintance with this work. Almost surely it is of later origin, and scholars agree in assigning it to the middle of the 4th century. Epiphanius refers to an Acta Pilati similar to this, as early as 376 AD, but there are indications that the current Greek text, the earliest extant form, is a revision of an earlier one.

Justin the Martyr – The First and Second Apology of Justin Chapter 35-"And that these things did happen, you can ascertain from the Acts of Pontius Pilate."
Gereja-Gereja Katolik Orthodox dengan lantang penuh iman menyatakan Pontius Pilatus adalah seorang Santo (Orang Kudus)!
Quote
In the Eastern Orthodox Church, Pilate's wife Claudia Procula is commemorated as a saint, the Ethiopian Orthodox Tewahedo Church recognized Pilate as a saint in the 6th century, based on the account in the Acts of Pilate, as it does his wife, Claudia Procula, whose strange dream of Christ induced her to try to stop his crucifixion.

 Tidak ada didalam Alkitab?

Tidak juga, pernyataan Pilatus didepan orang banyak dan dia menghormati Tubuh Kristus:

Yoh 18:38 Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?" Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.

Pilatus mengetahui kebenaran, dan menyatakannya kepada orang banyak!

Yoh 19:4 Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: "Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu,supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya."

Pilatus tetap membela dan menyatakan Yesus tidak berdosa.

Yoh 19:5 Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: "Lihatlah manusia itu!"

Pilatus: "Ecce Homo"!

Yoh 19:6 Ketika imam-imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Dia, berteriaklah mereka: "Salibkan Dia, salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Ambil Dia dan salibkan Dia; sebab aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya."
Luk 23:4 Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini."

Pilatus tetap menyatakan Yesus tidak berdosa!

Yoh 19:11-12 Yesus menjawab: "Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya." Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia, tetapi orang-orang Yahudi berteriak: "Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar."
Luk 23:20 Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus.

Pilatus berusaha membebaskan Yesus bahkan sampai marah!

Yoh 19:15 Maka berteriaklah mereka: "Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Haruskah aku menyalibkan rajamu?" Jawab imam-imam kepala: "Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!"

Tidak hanya menyatakan Yesus tidak berdosa, berkali-kali Pilatus membela Yesus dan menyatakan Yesus adalah Raja.

Yoh 19:21-22 Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: "Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi." Jawab Pilatus: "Apa yang kutulis, tetap tertulis."

Pilatus menolak menyangkal Yesus adalah Raja dan tidak berdosa!

Mat 27:17,19, 22 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?" Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam." Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!"

Pilatus menyebut Yesus adalah Kristus berkali-kali, ini selaras dengan Tradisi Suci yang ada, dan keduanya, pilatus dan istrinya Claudia, menyatakan bahwa Yesus adalah Orang Benar.

Mat 27:24 Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!"

Pilatus tahu bahwa Yesus adalah Orang Benar, tidak berdosa, dan berkali-kali berusaha membebaskan Yesus!

Mat 27:25 Dan seluruh rakyat itu menjawab: "Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!"

Inilah yang menyebabkan Pilatus mencuci tangan, "menyucikan" dirinya dan keturunannya.

Mengapa Pilatus tidak bisa membebaskan Yesus?

Apakah dia tidak membebaskan karena dia tidak mau walaupun punya kemampuan untuk itu?

Mrk 15:6 Telah menjadi kebiasaan untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu menurut permintaan orang banyak.

Pilatus TIDAK BISA membebaskan Yesus karena ada syaratnya, "menurut permintaan orang banyak"!

Mrk 15:44-45 Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati. Sesudah didengarnya keterangan kepala pasukan, ia berkenan memberikan mayat itu kepada Yusuf.

Pilatus ketika Yesus sudah disalibkan, ditombak, masih berkeyakinan Yesus tidak akan mati!

Yoh 19:38 Sesudah itu Yusuf dari Arimatea--ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi--meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.
Mat 27:58 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya.

Bahkan, ketika Yesus telah wafat, Pilatus masih menghormati-Nya!

Kalau dilihat, Pilatus sama berimannya dengan para Rasul, dan berani menentang orang banyak dengan menyatakan Yesus adalah Raja, Orang Benar dan tidak berdosa!

Salam

NB: iman Rasuli tidaklah sama dengan iman karbitan hasil "ahli-ahli tafsir" ribuan tahun kemudian, yang dengan lagak yang sok menjudge iman rasuli Gereja-Gereja yang didirikan para Rasul!!!

Anda yang "salah paham" Bro..... Saya dan Anda sebenarnya tidak berseberangan.
Hanya saja proyeksi penjelasannya yang berbeda, tetapi tidak bertentangan, bacalah lagi apa yg sedang saya jelaskan di atas.

Saya menunjukkan poin tindakan Pilatus "mencuci tangan", itu mempunyai makna implisit bahwa sebenarnya dia yakin Yesus tidak bersalah. Tetapi toh ia meluluskan permintaan rakyat mayoritas untuk menyalibkan Yesus, itu fakta....
Saya pun tidak menentang Tradisi suci dan Credo Kristiani yang menyebut nama Pontius Pilatus. Saya justru membela dan menunjukkan peneguhan kenapa nama Pontius Pilatus harus ada di dalam Credo kita ini.

Tak perlu lah Anda memperdebatkan sesuatu yang sebenarnya sepakat.
Baiklah... Baiklah...

Salam