Senin, 31 Maret 2014

Sanherdin (Mahkamah Agama Yahudi)

Taurat bagi Israel itu spt KUHP bagi Indonesia.
Nah, kl Indonesia sedang dijajah (anggaplah) Amerika, bisakah KUHP dlakukan spenuhnya?

Terms & condition:
1. Ada ksaksian minimal 2 orang yg mlihat kjahatannya dan telah mpringatkan tsangka atas intensi kjahatannya tsb (sblm org itu mlakukan kjahatan)
2. Hrs bdsk kputusan sidang dewan yg dhadiri 23 hakim

Mksdnya, tidak smua hukum Taurat dpt dlaksanakan pd saat itu.
Sunat boleh, sabat bisa, tp hukuman mati tidak bisa.

Tp jika Kristus putuskan utk mrajam prempuan ini, maka Kristus dg sndirinya bhadapan dg otoritas Roma.

Jd di jaman itu, Sanhedrin tidak punya kwenangan mnetapkan hukuman mati.
Maka itu Yesus yg divonis bsalah harus dserahkan kpd Roma utk dhukum mati.

Hukuman mati oleh Taurat tidak djatuhkan krn:
1. Kristus sdg mbawa peralihan krn sejak Kristus dosa-maut tidak langsung berakibat hukuman mati.
Dalam masa baru ini, stiap orang dbrikan ksempatan utk bertobat dan mnerima pngampunan.
2. Memang juga pd saat itu hukuman mati tidak dapat dijatuhkan bdsk Taurat krn Israel sdg dijajah Roma.
Tidak juga, argumen ini sama dengan argumennya Sarapan Pagi, contohnya dalam Kisah Para Rasul pasal 6 s/d pasal 7, diceritakan bagaimana Stefanus diadili sampai dia dirajam hingga wafat oleh Mahkamah Agama Yahudi, dipimpin oleh Imam Yahudi, dilakukan secara Hukum Taurat (walaupun saksinya palsu), diseret ke luar kota, lalu dirajam.

Semuanya itu dilakukan tanpa bantuan/intervensi sama sekali dari pihak Romawi, bahkan setelah itu, menurut Alkitab, semua para Rasul dan pengikut mereka dicari dengan dasar Hukum Taurat seperti halnya St Stefanus!

Salam

Apakah ada kemungkinan setelah penyaliban Jesus, orang Yahudi menjadi lebih berani dalam menindak penganut Kristen yang dianggap aliran 'sesat' ?
Kemungkinan ada anggapan karena pemimpinnya toh sudah dinyatakan 'bersalah' dan dihukum mati, maka pengikutnya juga bisa dikejar dan dihukum mati. Karena saat Jesus akan dihukum mati, kaum Yahudi masih minta pihak Romawi yang menentukanNya bersalah (dibawa kepada Pilatus).

:)
1. Tuhan Yesus mempunyai pengikut ribuan orang, para Imam Yahudi akan berhadapan dengan massa yang sangat besar, akan ada perang saudara.

2. Tuhan Yesus adalah seorang Rabbi, menghukum mati seorang Rabbi tidaklah mudah.

3. Tuhan Yesus dianggap seorang Nabi, menghukum Nabi lebih susah daripada menghukum mati seorang Rabbi.

4. Tuhan Yesus dianggap seorang Raja, sering memberitakan mengenai sebuah Kerajaan, yaitu Kerajaan Allah, saat yang tepat dan baik untuk diadu dengan Kerajaan Romawi yang pagan.

5. Tuhan Yesus banyak mengadakan mujizat, siapa sih yang berani dengan kuasa yang begitu besar? Bahkan sampai-sampai orang matipun dihidupkan! Jangan-jangan setelah dihukum mati, eh, malah tidak mati, pengikut bertambah banyak, hancurlah wibawa para Imam Yahudi, mending diadu dengan "dewa-dewa" Romawi!

Salam

Bro Yopi,
Pristiwa prajaman atas Stefanus itu ilegal bdsk hukum Roma.

Paulus pun bsaksi bhw Stefanus 'dibunuh'.

Kis 8:1
Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh.


Tp somehow, pihak Roma tidak mnangkap siapapun atas kjadian ini.
Spekulasi saya adl krn Roma ingin mbangun hubungan baik dg Imam Besar Yahudi (yg konon juga diangkat oleh Roma). Mungkin juga Roma mnganggap pristiwa prajaman Stefanus ini impact-nya relatif kecil.
Tidak juga mas bro,

Perhatikan ini:

Kis 9:1 Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.

Bukan masalah legal atau tidak, Roma tidak ada hubungan dengan penegakan Hukum Taurat.

Salam

Bro Yopi,
Roma pd prinsipnya relatif toleran thd plaksanaan agama-agama dari bangsa jajahannya utk mhindari tjadinya huru-hara, tetapi tidak boleh mjatuhi hukuman mati di luar peradilan Roma.

Maka itu dasar dari perginya Paulus ke Damsyik juga masih dalam dispute.

Sharusnya surat dari Imam Besar tidak punya kekuasaan utk mbunuh jemaat Kristus kcuali surat dari Imam Besar itu telah mdapat psetujuan Roma.

Pnafsiran yg bkembang adalah surat itu sbatas mbri kuasa utk 'membawa' (menangkap) pngikut Kristus ke Yerusalem utk diadili Mahkamah Agama. Stelah diadili, maka Mahkamah harus kolaborasi dg otoritas Roma jika ingin mhukum mati. Jika hanya hukuman cambuk, maka itu masih dapat dilaksanakan oleh Mahkamah (spt kasus Yohanes dan Petrus).
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Sanhedrin

Sanhedrin Besar adalah sebutan bagi Sanhedrin yang berkedudukan di Yerusalem dan bertindak sebagai instantsi tertinggi dalam kehidupan internal bangsa Yahudi. Sebagai lembaga tertinggi dalam masyarakat Yahudi, semua orang Yahudi harus taat kepadanya dan keputusan-keputusannya, bahkan kekuasaan mereka meliputi orang Yahudi di luar Palestina.

http://en.m.wikipedia.org/wiki/Sanhedrin

The Sanhedrin is mentioned in the Gospels in relation to the Sanhedrin trial of Jesus and several times in the Acts of the Apostles, including a Great Sanhedrin in chapter 5 where Gamaliel appeared, and in the stoning death of Stephen the deacon in chapter 7.

This court dealt with only religious matters. The Great Sanhedrin was made up of a Chief/Prince/Leader called Nasi (at some times this position may have been held by the Kohen Gadol or the High Priest), a vice chief justice (Av Beit Din), and sixty-nine general members. In the Second Temple period, the Great Sanhedrin met in the Hall of Hewn Stones in the Temple in Jerusalem. The court convened every day except festivals and Shabbat. In the late 3rd century, to avoid persecution, its authoritative decisions were issued under the name of Beit HaMidrash.

Mengapa Yesus dihukum mati bukan oleh Sanhedrin seperti Stefanus melainkan oleh Pengadilan Romawi?

Pilate "would have asked his one question: ‘Are you the King of the Jews?’ He would have registered Jesus’s answer.

As the religions professed by the Jews (Second Temple Judaism) and the Romans (Religion in ancient Rome) were different, and since at the time Jerusalem was part of Roman Judea, the charges of the Sanhedrin against Jesus held no power before Pilate. From the three charges, brought by the Jewish leaders (perverting the nation, forbidding the payment of tribute, and sedition against the Roman Empire) Pilate picks up on the third one, asking "Are you the King of the Jews?" Jesus replies with "You have said so".[Mt. 27:11][Mk. 15:2][Lk. 23:3] Then the hearing continues[Jn. 18:33-38] and Pilate finally asks Jesus "What is truth?"

Stepping back outside, Pilate publicly declares that he finds Jesus to be innocent of the charges, but the crowd still insists on capital punishment. The universal rule of the Roman Empire limited capital punishment strictly to the tribunal of the Roman governor and Pilate decided to publicly wash his hands as not being privy to Jesus' death.

Karena tuduhan yang diajukan oleh Sanhedrin sebagai fakta hukum di Pengadilan Yahudi adalah Yesus hendak memberontak kepada Herodes dan Romawi dengan mengangkat diri sebagai "The King of the Jews"!

Sanhedrin berhak menjatuhkan hukuman atas dakwaan masalah religius, bukan politik apalagi masalah pemberontakan terhadap Romawi.

Contohnya Sanhedrin menjatuhkan hukuman adalah Stefanus, sedangkan Yesus sama sekali tidak boleh disentuh oleh Sanhedrin, karena selain masalah religius, juga terdapat dakwaan masalah pemberontakan.

Para Imam Yahudi dengan cerdik membenturkan Yesus dengan pihak Romawi:
1. Tuhan Yesus mempunyai pengikut ribuan orang, para Imam Yahudi akan berhadapan dengan massa yang sangat besar, akan ada perang saudara.

2. Tuhan Yesus adalah seorang Rabbi, menghukum mati seorang Rabbi tidaklah mudah.

3. Tuhan Yesus dianggap seorang Nabi, menghukum Nabi lebih susah daripada menghukum mati seorang Rabbi.

4. Tuhan Yesus dianggap seorang Raja, sering memberitakan mengenai sebuah Kerajaan, yaitu Kerajaan Allah, saat yang tepat dan baik untuk diadu dengan Kerajaan Romawi yang pagan.

5. Tuhan Yesus banyak mengadakan mujizat, siapa sih yang berani dengan kuasa yang begitu besar? Bahkan sampai-sampai orang matipun dihidupkan! Jangan-jangan setelah dihukum mati, eh, malah tidak mati, pengikut bertambah banyak, hancurlah wibawa para Imam Yahudi, mending diadu dengan "dewa-dewa" Romawi!

Salam
Untuk kasus Yohanes, Yohanes oleh Herodes, dan Petrus oleh Romawi karena menjadi pengganti Yesus, menjadi Paus Roma, dianggap pemberontakan juga.

Salam

NB: walaupun saya menghargai tafsiran Sarapan Pagi dan Siip, tetapi fakta Alkitab maupun fakta sejarah membuktikan bahwa Sanhedrin dalam masalah religius mempunyai otoritas mutlak, namun selain itu harus diajukan kepada Pengadilan Romawi seperti politik, pemberontakan dll.

The Acts of Peter:

XXXIV. And a certain woman which was exceeding beautiful, the wife of Albinus, Caesar's friend, by name Xanthippe, came, she also, unto Peter, with the rest of the matrons, and withdrew herself, she also, from Albinus. He therefore being mad, and loving Xanthippe, and marvelling that she would not sleep even upon the same bed with him, raged like a wild beast and would have dispatched Peter; for he knew that he was the cause of her separating from his bed. Many other women also, loving the word of chastity, separated themselves from their husbands, because they desired them to worship God in sobriety and cleanness. And whereas there was great trouble in Rome, Albinus made known his state unto Agrippa, saying to him: Either do thou avenge me of Peter that hath withdrawn my wife, or I will avenge myself. And Agrippa said: I have suffered the same at his hand, for he hath withdrawn my concubines. And Albinus said unto him: Why then tarriest thou, Agrippa? let us find him and put him to death for a dealer in curious arts, that we may have our wives again, and avenge them also which are not able to put him to death, whose wives also he hath parted from them. 

XXXVI. And Peter when he came unto the place stilled the people and said: Ye men that are soldiers of Christ! ye men that hope in Christ! remember the signs and wonders which ye have seen wrought through me, remember the compassion of God, how many cures he hath wrought for you. Wait for him that cometh and shall reward every man according to his doings. And now be ye not bitter against Agrippa; for he is the minister of his father's working. And this cometh to pass at all events, for the Lord hath manifested unto me that which befalleth. But why delay I and draw not near unto the cross?

Bro Yopi,
Terima kasih atas link-nya.
Saya juga ingin ajukan link.
Siap salah Dan, 86
Quote
http://christianity.about.com/od/glossary/a/Sanhedrin.htm
Ini sama dengan sarapanpagi.org, melupakan kasus Stefanus
Quote
http://www.myjewishlearning.com/life/Life_Events/Death_and_Mourning/About_Death_and_Mourning/Death_Penalty.shtml
Perhatikan bahwa setelah 70 AD, dan memang setelah Temple dihancurkan, Sanhedrin tidak lagi berotoritas
Quote
Link yg Yopi berikan:
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Sanhedrin
Pakai yang versi English:

http://en.m.wikipedia.org/wiki/Sanhedrin

The Sanhedrin is mentioned in the Gospels in relation to the Sanhedrin trial of Jesus and several times in the Acts of the Apostles, including a Great Sanhedrin in chapter 5 where Gamaliel appeared, and in the stoning death of Stephen the deacon in chapter 7.

This court dealt with only religious matters. The Great Sanhedrin was made up of a Chief/Prince/Leader called Nasi (at some times this position may have been held by the Kohen Gadol or the High Priest), a vice chief justice (Av Beit Din), and sixty-nine general members. In the Second Temple period, the Great Sanhedrin met in the Hall of Hewn Stones in the Temple in Jerusalem. The court convened every day except festivals and Shabbat. In the late 3rd century, to avoid persecution, its authoritative decisions were issued under the name of Beit HaMidrash.
Quote
Ada lagi:
http://www.newadvent.org/cathen/13444a.htm
"Perhaps"
Quote
Trakhir
Yoh 18:31
Kata Pilatus kepada mereka: "Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu." Kata orang-orang Yahudi itu: "Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang."
Sudah biasa, saksi palsu dll, mereka ingin Romawi yang menghukum, bukan Sanhedrin, ingat apa yang ditulis oleh Tuhan Yesus pada kasus perempua zina?

Menurut Tradisi Suci, yang membawa perempuan tersebut adalah 5 orang Imam Yahudi anggota Sanhedrin, Tuhan Yesus menuliskan awak abjad nama mereka masing-masing, dan didepan nama mereka Tuhan Yesus menuliskan dosa mereka terhadap 10 Perintah.

Itulah sebabnya mengapa mereka meninggalkan perempuan itu ketika Tuhan Yesus menanyakan siapa yang tidak berdosa, dan Yesus adalah Rabbi dan Nabi, kalau seorang Rabbi dan Nabi dihukum mati oleh Sanhedrin, maka pasti akan menyusul yang Rabbi lain, anggaplah kita ambil contoh Indonesia pada jaman Orde Baru, bagaimana dibuat sedemikian agar pejabat dapat terlindungi, mana ada pejabat dihulum ketika bersalah!

Sedapat mungkin, seorang Rabbi dihukum oleh Romawi, jangan oleh Sanhedrin.
Quote
Ksimpulan dari saya,
Sanhedrin memang memiliki otoritas utk mengatur orang-orang Yahudi dg Taurat dan mbrikan hukuman bdsk aturan Taurat.
Tetapi pd masa kekuasaan Roma, Sanhedrin secara legal tidak memiliki otoritas utk menghukum mati.
Kesimpulan saya, sebelum tahun 70, Sanhedrin berotoritas penuh, setelah penghancuran Temple, hancur pula otoritas Sanhedrin.
Quote
Kmatian Stevanus adalah tindakan ilegal mnrt hukum Roma tetapi terjadi anomali dimana Roma tidak mperpanjang masalah itu kpd Sanhedrin.
Menurut saya tidak, bahwa pasal-pasal selanjutnya St Paulus malah minta Surat Kuasa dari Sanhedrin.

Saya juga mengajukan fakta lain:

Meeting (Konsili, walaupun Yahudi tidak pernah melakukan Konsili maupun melakukan Kanon) Jamnia, tahun 95, 25 tahun setelah otoritas Sanhedrin hancur, maka cara yang dipakai para Imam Yahudi untuk memblok laju gerakan Kekristenan adalah menolak semua Kitab yag dianggap Suci yang tidak berbahasa Ibrani maupun Aram, dengan sendirinya Septuagianta dan PB menjadi kitab yang ditolak. Sanhedrin setelah tahun 70, memang tidak mempunyai otoritas lagi, apalagi untuk menghukum mati umat Kristen, maka jalan satu-satunya adalah menggunakan pengaruh "Kursi Musa" untuk menolak Alkitab (Katolik). Ini terjadi setelah otoritas mereka dihancurkan sehingga Surat Kuasa seperti yang dipunyai Paulus tidak berlaku lagi.

Selama ini, penafsiran Otoritas Sanhedrin biasanya melupakan kasus Stefanus dan Surat Kuasa Sanhedrin.

Romawi tidak mengurus masalah agama, termasuk hukuman mati atas dasar agama, yang menjadi perhatian Romawi adalah pemberontakan, ada yang mengangkat diri menjadi Raja dll.

Salam

1 Kor 15:55-56 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
1 Yoh 5:16-17 Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa. Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut.
Rm 8:2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

AFAIK, salah satu perbedaan protestan dan Katolik adalah menurut Katolik dosa ada jenisnya, dosa berat dan dosa ringan (1 Yoh 5:16-17) sedangkan protestan tidak.

Mungkin 1 Yoh 5:16-17 dapat membantu Oda, sedangkan keterkaitannya dengan Tuhan Yesus adalah Rm 8:2.

Salam

NB: untuk otoritas Sanherdin (MA), sebelum thn 70 AD berotoritas penuh masalah agama termasuk penerapan hukum Taurat (Kasus Stefanus), sedangkan setelah thn 70 AD Sanherdin dan Temple of Salomon dihancurkan, maka otoritas menjadi sangat kecil (Meeting Jamnia).

Perihal hukuman maut/mati disini ada dua yang bisa ditafsirkan:

1. Hukuman mati oleh pengadilan sipil (maupun pengadilan Agama pada kasus-kasus tertentu), hal mana seperti anda membunuh dll, maka akan dijatuhi hukuman mati, bisa ditembak, digantung, dipancung, dirajam dll ---> hal mana telah ada dalam kebudayaan manusia sebelum Musa dan Taurat.

Jadi, baik oleh Sanherdin maupun negara-negara lain, itu memang berlaku upah kesalahan (dosa) adalah maut.

Saya membedakan kesalahan dengan dosa, kesalahan untuk pengadilan sipil, dosa untuk pengadilan agama.

2. Hukuman mati dari Allah, ini akibat dosa Adam, seharusnya Adam dan Hawa hidup kekal di Eden tanpa mengenal dan mengalami kematian/maut, namun karena ingin menjadi seperti Allah, tergoda rayuan gombal nan genit si ular, jatuhlah Adam dalam dosa, dan akibat dosa, Adam dan seluruh keturunannya mengalami kematian/maut, sebelum hidup kekal dan tidak ada maut lagi.

Inilah upah dosa adalah maut, akibat mengenal dan mendapatkan dosa, maka hidup kekal itu hilang, jadi upah dosa menghasilkan kematian jasmani.

Jadi, sebenarnya baik keduanya (pengadilan manusia dan Pengadilan Allah), adalah hukuman jasmani/fisik, sebab hukuman rohani (jiwa mendapat kebahagiaan di Sorga atau jiwa mendapat kesengsaraan di Neraka) itu terjadi setelah hukuman fisik terjadi (kematian seseorang).

Salam

Kelupaan hubungannya dengan KRISTUS, hubungannya adalah, seharusnya akibat dosa Adam, seluruh manusia setelah mengalami maut, masuk kedalam neraka, namun karena belas kasihan Allah, maka Yesus datang kedunia menebus dosa Adam tersebut, dan menyediakan jalan menuju ke Sorga setelah maut, karena maut telah dikalahkan oleh-Nya, maka siapa yang percaya dan mau mengikuti Jalan tersebut, maka setelah mengalami maut, akan masuk Sorga.

Salam

Hai Yopi,
Pd dasarnya kami mmahami ada dosa yg mdatangkan maut dan dosa yg tidak mdatangkan maut.
Hai Siip, dari beberapa diskusi di forum tetangga, banyak member protestan menolak mentah-mentah, tapi saya maklum karena disana banyak yang "theolog" setengah jadi :D ;D

Walaupun demikian, memang sebagian besar denom protestan memang tidak mengakuinya, dosa ya dosa, titik.

Kurang lebih begitu.
Quote
Bedanya, kami tidak mkaitkan itu dg purgatory.
Hmmm... Sepertinya mas bro salah persepsi,

Dosa ringan cukup "diatasi" dengan Doa Tobat.

Dosa berat harus dengan Sakramen Tobat.

Purgatory untuk semuanya, baik dosa berat maupun dosa ringan.

Salam

bukankah dosa berat membawa maut?
Ya, untunglah ada Sakramen Tobat, maka maut hanya berkuasa dalam kematian fisik.
Quote
kenapa hrs dipurgatory?
Semua orang yang akan ke Sorga pasti melalui Purgatory, karena semua orang pasti berdosa ketika mati, dan tidak ada yang najis masuk kedalam Sorga (Lih Why).

Salam

Kl yg saya baca dari scriptura-nya,
Maka semua dosa memang adalah dosa.
Yang namanya dosa ya dosa, ya namanya orang ya orang, baik orang besar maupun orang kecil.

Saya rasa mas bro mengerti
Quote
Tp ada dosa yg mdatangkan maut, dimana utk saudara yg mlakukan dosa ini, dia masih bisa dpertobatkan dan saudara-saudaranya wajib mdoakan dia agar btobat.
Kl org itu mlakukan dosa yg mdatangkan maut, maka dia tak usah lagi didoakan krn sudah pasti kena maut.
Daud yang sudah dipastikan oleh Tuhan Allah saja bisa kok
Quote
Purgatory (jikapun ada) tidak bisa mbantunya.
Kalau berdosa berat (mendatangkan maut), ketika mati tidak bertobat, ya neraka mas bro, gimana seh...

Sebaliknya, kalau berdosa berat (mendatangkan maut), ketika mati bertobat, ya purgatory mas bro, gimana seh...
Quote
Namun saya tau pnafsiran saya ini tidak populer di pasaran.
Ya mau bagaimana lagi, kami totalnya hampir 2 milyar :D
Quote
Pnafsiran yg populer itu,
Dosa yg mdatangkan maut adl dosa yg tidak diakui sampai matinya orang itu.
Kl dosa itu diakui, maka dia tidak akan mdatangkan maut.
Yup
Quote
Saya kurang stuju dg pnafsiran itu krn ga nyambung dg sluruh nas tsb.
Tentu saja, bukankah mas bro protestan kami Katolik
Quote
Saya sbatas tau bhw mnrt Katolik purgatory itu utk semua dosa.
Yup...

Salam

kalo dosa berat dan mati dlm tobat apa gak langsung cling bersih???
Kalau itu haknya Tuhan, karena Tobat Sempurna itu dari hati, dan Tuhan menilik semua hati.
Quote
mandi kenikmaten seperti spa gitu?
Yang di spa pun ada kotoran yang tertinggal, apalagi mandi kenikmatan.

Salam

Supaya satu perbuatan merupakan dosa berat harus dipenuhi secara serentak tiga persyaratan: "Dosa berat ialah dosa yang mempunyai materi berat sebagai obyek dan yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan dengan persetujuan yang telah dipertimbangkan" (RP#17). (KGK 1857) 

Dosa berat menuntut pengertian penuh dan persetujuan penuh. Ia mengandaikan pengetahuan mengenai kedosaan dari suatu perbuatan, mengenai kenyataan bahwa ia bertentangan dengan hukum Allah. Dosa berat juga mencakup persetujuan yang dipertimbangkan secukupnya, supaya menjadi keputusan kehendak secara pribadi. Ketidaktahuan yang disebabkan oleh kesalahan dan ketegaran hati Bdk. Mrk 3:5-6; Luk 16:19-31. tidak mengurangi kesukarelaan dosa, tetapi meningkatkannya. (KGK 1859) 

Dosa berat, sama seperti kasih, adalah satu kemungkinan radikal yang dapat dipilih manusia dalam kebebasan penuh. Ia mengakibatkan kehilangan kebajikan ilahi, kasih, dan rahmat pengudusan, artinya status rahmat. Kalau ia tidak diperbaiki lagi melalui penyesalan dan pengampunan ilahi, ia mengakibatkan pengucilan dari Kerajaan Kristus dan menyebabkan kematian abadi di dalam neraka karena kebebasan kita mempunyai kekuasaan untuk menjatuhkan keputusan yang definitif dan tidak dapat ditarik kembali. Tetapi meskipun kita dapat menilai bahwa satu perbuatan dari dirinya sendiri merupakan pelanggaran berat, namun kita harus menyerahkan penilaian mengenai manusia kepada keadilan dan kerahiman Allah. (KGK 1861) 

=====================================================================

Dosa ringan dilakukan, apabila seorang melanggar peraturan hukum moral dalam materi yang tidak berat atau walaupun hukum moral itu dilanggar dalam materi yang berat, namun dilakukan tanpa pengetahuan penuh dan tanpa persetujuan penuh. (KGK 1862)

Dosa ringan memperlemah kebajikan ilahi, kasih; di dalamnya tampak satu kecondongan yang tidak teratur kepada barang-barang ciptaan; ia menghalang-halangi bahwa jiwa mengalami kemajuan dalam pelaksanaan kebajikan dan dalam kegiatan kebaikan moral; ia mengakibatkan siksa-siksa sementara. Kalau dosa ringan dilakukan dengan sadar dan tidak disesalkan, ia dapat mempersiapkan kita secara perlahan-lahan untuk melakukan dosa berat. Tetapi dosa ringan tidak menjadikan kita lawan terhadap kehendak dan persahabatan Allah; ia tidak memutuskan perjanjian dengan Allah. Dengan rahmat Allah, ia dapat diperbaiki lagi secara manusiawi. Ia tidak "mencabut rahmat yang menguduskan dan mengilahikan, yakni kasih serta kebahagiaan abadi" (John Paul II, RP 17 # 9.)

"Selama manusia berziarah di dalam daging, ia paling sedikit tidak dapat hidup tanpa dosa ringan. Tetapi jangan menganggap bahwa dosa yang kita namakan dosa ringan itu, tidak membahayakan. Kalau engkau menganggapnya sebagai tidak membahayakan, kalau menimbangnya, hendaknya engkau gemetar, kalau engkau menghitungnya. Banyak hal kecil membuat satu timbunan besar; banyak tetesan air memenuhi sebuah sungai; banyak biji membentuk satu tumpukau. Jadi,.harapan apa yang kita miliki? Di atas segala-galanya pengakuan" ( St. Augustine, In ep. Jo. 1, 6: PL 35, 1982.). (KGK 1863) 


=====================================================================

"Tetapi apabila seorang menghujah Roh Kudus", ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, tetapi bersalah karena berbuat dosa kekal" (Mrk 3:29) Bdk. Mat 12:32; Luk 12:10. Kerahiman Allah tidak mengenal batas; tetapi siapa yang dengan sengaja tidak bersedia menerima kerahiman Allah melalui penyesalan, ia menolak pengampunan dosa-dosanya dan keselamatan yang ditawarkan oleh Roh Kudus Bdk. DeV 46.. Ketegaran hati semacam itu dapat menyebabkan sikap yang tidak bersedia bertobat sampai pada saat kematian dan dapat menyebabkan kemusnahan abadi. (KGK 1864).


Pada point-2, saya terus terang masih merasa rancu, Yop.
Lalu apa maksud dari ayat sbb yah yop ? Yehezkiel 18 :
(20) Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. 
Kalau ayat diatas dimengertikan dgn berbekal point-2 diatas, maka bunyi kalimat ayat tsb jadi "meaningless" --- PADAHAL yang ngomong itu Allah sendiri (oleh karena itu saya tidak berbekal point-1). Alesan saya "meaningless", karena ibarat katanya saya jadi ngomong sbb : "oalah Tuhaaannn.... bukan-nya semua orang emang sudah Kamu hukum mati jasmani ? apa bedanya toh antara orang berbuat dosa, ayah dan anak ?" :D
Hukuman mati jasmani (tidak hidup kekal) itu berlaku untuk semua keturunan Adam akibat dosa Adam, yang dimaksud dengan hukuman mati Taurat adalah dosa pribadi orang itu, terlepas dari Dosa Adam.

Perlu diperhatikan, akibat dosa Adam, maka muncul dosa-dosa lainnya akibat dari dosa Adam, seperti mencuri, membunuh dll, andaikata tidak ada dosa Adam, maka dosa-dosa pribadi yang diatur oleh Hukum Tauratpun tidak pernah ada.

Jadi, hukuman Taurat adalah kelanjutan dari hukuman yang diterima Adam, ini dimaksudkan bahwa karena kita sudah menjadi keturunan pendosa, janganlah tetap melakukan dosa pribadi lagi, lebih baik mati sekarang daripada dosa-dosa pribadi lainnya terus bermunculan, bisa dibandingkan dengan pengadilan sipil, lebih baik seorang penjahat besar dihukum mati ketimbang nanti setelah bebas melakukan lagi.
Quote
Bukankah ada alternatif lain utk mengertikan tragedi 'buah apel' tsb ? Yakni, AdamHawa seharusnya mati jasmani saat itu juga - mereka tidak mati saat itu juga karena diampuni Allah ... anggap saja, ibaratnya AdamHawa masih Allah beri kesempatan agar mereka jangan sampe dalam keadaan mati rohani diketika mereka mati jasmani nanti.
Ini masuk ranah filsafat theology, dalam Katolik, dikenala istilah "Felix Culpa", diperkenalkan oleh beberapa Santo, pertama kali oleh St Agustinus, kemudian St Ambrosius, St Thomas Aquinas dll.

Felix Culpa artinya "Dosa (Adam) yang membahagiakan/menguntungkan".

Jadi, ini berkaitan dengan karya Penebusan Tuhan Yesus

Ams 8:23 Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.
Efs 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
1 Ptr 1:19-20 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.

http://styopi.blogspot.com/2013/06/felix-culpa.html
Quote
Air bah Nuh, Sodom Gomorah, Onan, dll dll ..... bukankah itu cukup jelas hukuman jasmani (mati jasmani) dari Pengadilan Allah ?
IMO, selama selalu dikaitkan dgn event tragedi 'buah apel' maka yang ada akan selalu muter2 deh kayaknya, yop :D. IMO juga, kalo misal masih berbekal tragedi tsb - maka perlu dipisah pengertiannya antara kata "mati" yang di event AdamHawa dgn kata "mati" selanjutnya .... yakni : mati jasmani yang DIPERCEPAT :
"mati" di event AdamHawa adalah :
1. dari yang tadinya nggak bisa mati mati (krn bisa makan buah kehidupan) menjadi bisa mati
"mati" yg semisal terdapat di ayat Yehezkiel diatas atopun yg terjadi pada event air bah, Sodom Gomorah, dll adalah :
2. berdasarkan point-1, Allah percepat upah dosa adalah maut/mati/kematian jasmani tsb.
Kembali lagi ke ayat Yehezkiel :
kata "mati" diayat tsb didalam pengertian yang bagaimana ?
A. dalam pengertian "mati rohani", maka artinya tidak mati jasmani diketika itu juga (tidak dipercepat)
B. dalam pengertian "mati jasmani", maka maksudnya disitu adalah mati jasmani yg dipercepat.
Yang A ataukah yang B, keKristenan mengertikannya ?
Pada asumsi Yopi (keKristenan) sependapat pada pengertian saya "dipercepat" / "tidak dipercepat" :
Lalu apa bedanya dengan "dipercepat" dengan "tidak dipercepat" ? Apa bedanya, AdamHawa masih tetep idup (tidak dipercepat kematian jasmaninya) dibandingkan dengan orang2 yg ditujukan ketika Allah berkata di Yehezkiel, juga event air bah, SodomGomorah, dll (dipercepat kematian jasmaninya)? Sementara mereka pasti masuk neraka ? (termasuk ayah dan anak yg terdapat di Yehezkiel tsb).
Pada asumsi Yopi (keKristenan) tidak sependapat pada pengertian saya "dipercepat" / "tidak dipercepat" :
Lalu apa bedanya antara AdamHawa yg memang pasti mati jasmani, orang2 di event air bah, SodomGomorah, dll yang memang pasti mati jasmani ? Padahal toh mereka semua sama2 masuk neraka ? Apa maksud Allah berkata di Yehezkiel 18:20 tsb ?
Di post sebelumnya, saya sempet menyatakan pendapat bhw ungu sampe sekarangpun masih berlaku. Kematian Yesus itu tidak sertamerta artinya ungu tidak berlaku lagi.
Sementara itu, dilain sisi... di sisi keKristenan, memberi kesan ke saya bhw ungu itu tidak berlaku lagi karena kematian jasmani telah dikalahkan Yesus, dosa2 manusia ditebus olehNYA. Pertanyaannya : bagaimana bisa .... kematian jasmani yang tidak ada koneksinya samasekali ke perihal masuk sorga/neraka seorang individu itu berkaitan dgn dikalahkannya kematian jasmani oleh Yesus ?
IMO, yang "masuk" adalah : kata "maut" di kalimat "maut telah dikalahkan olehNYA" BUKAN dalam pengertian "kematian jasmani telah dikalahkan olehNYA", melainkan "kematian rohani telah dikalahkan olehNYA" dalam perihal ungu.
Dilain sisi, "upah dosa adalah mati jasmani yg dipercepat" (imo) itu berlaku seperti di jaman PL - contohnya ya itu, event air bah, Sodom Gomorah, Onan, orang bekerja di hari Sabbath, dll dll. Diketika Yesus mati jasmani, hal2 seperti demikian tidak begitu lagi.... seseorang berbuat dosa - in general tidak sertamerta artinya mesti dapet upah mati jasmani yg dipercepat oleh Allah - walo tetep aja terbuka kemungkinannya :D., karena Yesus telah menanggung upah dosa adalah maut (mati jasmani yg dipercepat oleh Allah).
Tapi itu pendapat saya secara nonK  :blush:
(mohon di paparkan, kalo menurut keKristenan itu tidak logical :D)....
Makanya saya pingin tau logical-nya secara keKristenan.
Pertama mungkin saya mau tau dulu pada ayat Yehezkiel 18:20 itu, bagi si para pembaca di jaman tsb - bagaimana mereka mengertikan-nya menurut keKristenan ?
Perhatikan diatas.
Quote
Sekarang begini aja ya... saya ganti kalimat "upah dosa ialah maut" itu menjadi ---> "upah dosa adalah masuk neraka".
Hubungan dengan Kristus, benar.

Salam

Saya tertarik dengan perihal :
1. Ada dosa yang mendatangkan maut
2. Ada dosa yang tidak mendatangkan maut
Bisa ada dua pengertian :
1. secara definisi
2. secara literal berdasarkan jenis2 dosa tsb.
Berikut post dari Siip :
Dari pembicaraan temen2 disini, sepertinya lebih secara definisi :
1. Dosa yang tidak di akui dan tidak ditobatkan oleh ybs (mendatangkan maut)
2. Dosa yang di akui dan ditobatkan oleh ybs (tidak mendatangkan maut).
Tapi kok kalo menurut saya, penafsiran populer tsb nggak masuk juga yah ? Karena....
1 Yoh 5:16-17
Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa. Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut.
karena kalo berdasarkan ayat diatas dan berdasarkan penafsiran populer tsb - maka bunyi ayat itu artinya : dosa yang mendatangkan maut itu tidak/belon eksis. Yang eksis adalah dosa yang tidak mendatangkan maut - dan dosa yang mendatangkan maut menjadi eksis apabila suatu dosa tidak diakui dan ditobati.
Ada dua kubu yang saya mau coba mengertikan, yaitu pengertian secara keKristenan dan keKatolikan :D.
Berdasarkan ayat diatas, pake ilustrasi aja ya ... :) :
Pada asumsi kata "maut" dan "hidup" yg terdapat di ayat :
maut = masuk neraka >< hidup = masuk sorga
Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa
Unyil melihat cuplis adiknya berbuat dosa,
yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut
yakni membohongi temannya
1. apakah berbohong = dosa yg tidak mendatangkan maut ?
hendaklah ia berdoa kepada Allah
Ayat meminta Unyil utk berdoa kepada Allah.
apa isi doa si Unyil ?
2. "ya Tuhan, ampunilah dosa yg telah diperbuat Cuplis" ?
3. "ya Tuhan, semoga Cuplis nanti mau mengakui dosa-nya tsb dan bertobat tidak berbohong bohong lagi" ?

dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut
Dengan adanya doa Unyil kepada Allah, Allah akan memberi masuk sorga buat Cuplis --- yaitu Cuplis berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut.
4. Bagaimana kalo Unyil tidak berdoa buat Cuplis ?
5. Apakah Allah tidak akan memberikan sorga (hidup) buat Cuplis ?
Sakramen Tobat ---> ketika Yesus akan naik ke Sorga, Dia memberikan kuasa Roh Kudus kepada para Rasul untuk dapat mengampuni dosa.
Quote
Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa.
Kata ayat, kalo dosa yang dilakukan Cuplis itu mendatangkan maut - Unyil tidak perlu / tidak harus berdoa.
6. Kenapa ? Apakah karena percuma saja Unyil berdoa ? dimana dosa tsb ya tetep akan mendatangkan maut bagi Cuplis ? dgn kata lain,
A. mao 1000 tahun lagi Cuplis hidup dan bertobat, dia tetep masuk neraka ? ---ataukah---
B. mao 1000 tahun lagi Cuplis hidup, dirinya tidak akan pernah bisa lagi utk bertobat dan akan terus melakukan dosa yang mendatangkan maut tsb ?

Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut.
Tidak perlu didoakan karena mendatangkan maut artinya si cuplis tidak mau bertobat bahkan sampai mampus :D
Quote

7. Kalo bukan secara definisi, yang mana mana saja dosa yang mendatangkan maut ? dan yang mana mana saja dosa yang tidak mendatangkan maut ? Selain itu, "menghujat RK" juga sepertinya masih didalam definisi (bukan spesifik, perbuatan dosa anu = menghujat RK) ?
Tafsiran "Menghujat Roh Kudus" silahkan lihat Katekismus Gereja Katolik yang diposting bro Onde
Quote
Dari ketujuh pertanyaan diatas,
apa yah kira2 jawaban secara pov keKristenan dan secara pov keKatolikan ? :D.
Saya "protes"!

Katolik itu Kekristenan, bahkan Kekristenan pada awalnya dari Katolik Roma (bersama 4 lainnya).

Kalau mau,

Kekatolikan dan protestanism,

Keduanya Kekristenan.

Salam

Itulah sebabnya mengapa mereka meninggalkan perempuan itu ketika Tuhan Yesus menanyakan siapa yang tidak berdosa, dan Yesus adalah Rabbi dan Nabi, kalau seorang Rabbi dan Nabi dihukum mati oleh Sanhedrin, maka pasti akan menyusul yang Rabbi lain, anggaplah kita ambil contoh Indonesia pada jaman Orde Baru, bagaimana dibuat sedemikian agar pejabat dapat terlindungi, mana ada pejabat dihulum ketika bersalah!

Sedapat mungkin, seorang Rabbi dihukum oleh Romawi, jangan oleh Sanhedrin.Kesimpulan saya, sebelum tahun 70, Sanhedrin berotoritas penuh, setelah penghancuran Temple, hancur pula otoritas Sanhedrin.Menurut saya tidak, bahwa pasal-pasal selanjutnya St Paulus malah minta Surat Kuasa dari Sanhedrin.

Saya juga mengajukan fakta lain:

Meeting (Konsili, walaupun Yahudi tidak pernah melakukan Konsili maupun melakukan Kanon) Jamnia, tahun 95, 25 tahun setelah otoritas Sanhedrin hancur, maka cara yang dipakai para Imam Yahudi untuk memblok laju gerakan Kekristenan adalah menolak semua Kitab yag dianggap Suci yang tidak berbahasa Ibrani maupun Aram, dengan sendirinya Septuagianta dan PB menjadi kitab yang ditolak. Sanhedrin setelah tahun 70, memang tidak mempunyai otoritas lagi, apalagi untuk menghukum mati umat Kristen, maka jalan satu-satunya adalah menggunakan pengaruh "Kursi Musa" untuk menolak Alkitab (Katolik). Ini terjadi setelah otoritas mereka dihancurkan sehingga Surat Kuasa seperti yang dipunyai Paulus tidak berlaku lagi.

Selama ini, penafsiran Otoritas Sanhedrin biasanya melupakan kasus Stefanus dan Surat Kuasa Sanhedrin.

Romawi tidak mengurus masalah agama, termasuk hukuman mati atas dasar agama, yang menjadi perhatian Romawi adalah pemberontakan, ada yang mengangkat diri menjadi Raja dll.

Salam
Sekedar menambahkan agar lebih jelas,

http://en.m.wikipedia.org/wiki/70

14th of Xanthicos[1] (14th of Nisan, about April 14) – Siege of Jerusalem: Titus surrounds the Jewish capital, with three legions (V Macedonica, XII Fulminata and XV Apollinaris) on the western side and a fourth (X Fretensis) on the Mount of Olives to the east. He puts pressure on the food and water supplies of the inhabitants by allowing pilgrims to enter the city to celebrate Passover and then refusing them egress.

▪ About April 21 – Titus opens a full-scale assault on Jerusalem, concentrating his attack on the city's Third Wall (HaHoma HaShlishit) to the northwest. The Roman army begins trying to breach the wall using testudos, mantlets, siege towers, and battering rams.

▪ 7th of Artemisios[2](7th of Iyar, about May 6) – The Third Wall of Jerusalem collapses and the Jews withdraw from Bezetha to the Second Wall, where the defences are unorganized.

▪ 12th of Artemisios[3] (12th of Iyar, about May 11) – Titus and his Roman legions breach the Second Wall of Jerusalem. The Jewish defenders retreat to the First Wall. The Romans start building a circumvallation, all trees within 90 stadia (ca. fifteen kilometres) of the city are cut down.

▪ 21st of Artemisios (about May 20 or 21) – A "certain prodigious and incredible phenomenon", "chariots and troops" seen running in the clouds around Jerusalem[4]

▪ Pentecost (Shavuot, 6th of Sivan, about June 4) – Priests in Temple in Jerusalem feel a quaking and hear "a sound as of a great multitude saying, Let us remove hence".[4]

▪ 17th of Panemos (17th of Tammuz), about July 14) – Sacrifices cease in the temple.[5]

▪ 24th of Panemos[6] (about July 20) – Romans set fire to cloister after capture of the Fortress of Antonia north of the Temple Mount. The Romans are drawn into street fighting with the Zealots.

▪ 10th of Loios[7] (9th or 10th of Ab, about August 4) – Titus destroys the Jewish Temple in Jerusalem. Roman troops are stationed in Jerusalem and abolish the Jewish high priesthood and Sanhedrin. This becomes known as the Fall of Jerusalem, a conclusive event in the First Jewish-Roman War (the Jewish Revolt), which began in 66 AD. Following this event, the Jewish religious leadership moves from Jerusalem to Jamnia (present day Yavne), and this date is mourned annually as the Jewish fast of Tisha B'Av.

http://en.m.wikipedia.org/wiki/First_Jewish-Roman_War

The crisis escalated due to anti-taxation protests and attacks upon Roman citizens.

Sejak awal, para Rabbi sudah ingin memberontak, dalam benak mereka, apabila Yesus dapat membuka jalan pemberontakan (mengingat pengikut-Nya ribuan), maka mereka dapat mengangkat Raja untuk berkuasa penuh lagi seperti nenek moyang mereka.

Itulah sebabnya, dari awal mereka selalu "mencobai" Yesus dengan hal-hal yang dapat dijadikan dasar pemberontakan, contohnya:

Mat 22:17-22 Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." Mendengar itu heranlah mereka dan meninggalkan Yesus lalu pergi.
(Mrk 12:13-17, Luk 20:20-26)

Sementara itu, Hukum Taurat memang benar Sanherdin mempunyai kekuasaan mutlak dalam Hukum Agama, termasuk menghukum seseorang atas dasar Agama:

Yoh 18:29-31 Sebab itu Pilatus keluar mendapatkan mereka dan berkata: "Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini?" Jawab mereka kepadanya: "Jikalau Ia bukan seorang penjahat, kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu!" Kata Pilatus kepada mereka: "Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu." Kata orang-orang Yahudi itu: "Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang."

Ini selaras dengan kisah St Stefanus dan Surat Kuasa MA St Paulus.

Kasus Yesus memang disengaja untuk dihukum oleh pihak Romawi.

Salam

Mengapa Septuaginta?

Intinya, para Rasul dan penerusnya tahu bahwa akan ada orang-orang yang "ingin menjadi Yahudi", sehingga mereka menunjukkan betapa tidak pentingnya itu, mereka menuliskan semua kitab didalam bahasa Yunani, bahkan PL pun dalam bahasa Yunani!

Kalau ingin dalam bahasa internasional, maka seharusnya mereka menuliskan kedalam bahasa Latin, bahasa Romawi yang sedang berkuasa dan menguasai dunia, namun mereka ingin menunjukkan kepada kita semua, bahwa bukan karena bahasa internasional, melainkan tidak pentingnya "ingin menjadi Yahudi", yang penting adalah iman akan Tuhan Yesus melalui pikiran, perkataan dan perbuatan, berdasarkan Alkitab. Tradisi Suci dan Magisterium Gereja.

Salam

Betulkah Perjanjian Lama ditulis bahasa Yunani?

Kalau PL, ya aslinya dalam bahasanya Yahudi, lalu diterjemahkan kedalam bahasa Yunani, disebut Septuaginta!

Itu sebabnya, semua naskah Septuaginta, aslinya dalam bahasa orang Yahudi ditemukan di Gua dekat Laut Mati.

Jadi, PL dan PB Katolik dikanonkan berdasarkan naskah-naskah asli para Rasul!

Ingat, PARA RASUL!

Itu kata kuncinya!

Salam

Jadi siapa yang menulis LXX, para rasul?
Septuaginta sudah ada sebelum para Rasul, mosok yang beginian ditanyain? :mad0261:

Awal dan pusat Kekristenan adalah Yerusalem, sebelum akhirnya pada St Clement, Roma menjadi pusat Kekristenan, itu terlihat Surat-Surat Paus St Clement dan penerusnya, yang berotoritas, dan dibacakan sampai bertahun-tahun (oleh umat Efesus).

Lalu, mengapa semua PB, bahkan Surat Ibrani, memakai bahasa Yunani?

Dapat dipastikan, bahwa Septuaginta dipakai oleh Tuhan Yesus dan para Rasul, sehingga menginspirasikan para Rasul, ketika menulis PB, semuanya dalam bahasa Yunani.

Kecuali ada pendapat yang lebih baik dan masuk akal, mengapa PB semuanya ditulis dalam bahasa Yunani, bahkan Surat kepada Umat Ibrani, maka dengan demikian, sudah benar dan penuh dengan ROH KUDUS Kanon Katolik.

Pertanyaan disemua thread yang selalu dihindari oleh pihak protestan adalah,

Kalau Kanon Katolik dipenuhi oleh ROH KUDUS, mengapa menentang ROH KUDUS dengan mengurangi Kanon ROH KUDUS tersebut? :azn:

Bahasa Yunani menjadi lingua franca di wilayah Kekaisaran Romawi, yang sudah demikian sejak jaman Alexander Agung. Karena itu, kitab suci yang dipakai dalam memberitakan Injil pada awal Kekristenan adalah Septuaginta (LXX) yakni Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani (termasuk Deuterokanonika). LXX diterima sebagai kitab suci secara take for granted. Tidak ada unsur anti Yahudi dalam menggunakan LXX, tujuannya hanya untuk memudahkan orang non-Yahudi dan Yahudi Helenis agar mengerti Firman Tuhan.

Ya Tuhan...

Deraya!!!

Kalau tidak tahu sejarah, kok pede minta ampun????

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Aleksander_Agung

Alex itu Raja Yunani, tidak pernah menguasai Romawi!!!
Quote from: http://www.amazine.co/22013/pencapaian-bangsa-romawi-4-warisan-peradaban-romawi/
2. Seni dan Sastra
Bahasa resmi Romawi adalah bahasa Latin.

Bahasa resmi Romawi itu LATIN!!!!!!!!

Adooohhhhhh....!

Tidak tahu sejarah, gayanya minta ampun!

Pokoknya apa yang tertulis didalam ALKITAB LAI (kalau pernah mengenal naskah asli Alkitab tidak begini modelnya) dan apa yang DIAJARKAN PENDETA, itu yang benar!

Celaka... Deraya... Deraya... :mad0261:

@deraya,

Semua postingan saya mengambil referensi situs netral, sekarang saya ambil situ protestan:

http://www.sarapanpagi.org/septuaginta-vt116.html

Terjemahan Septuaginta segera digunakan menjadi Alkitab resmi dalam Yudaisme helenis di dalam sinagoga-sinagoga. Para penulis Perjanjian Baru lebih suka mengutip Perjanjian Lama dari naskah terjemahan itu.


http://www.sarapanpagi.org/injil-lukas-vt4207.html

Pada umumnya orang menerima bahwa Lukas adalah penulis PB yang paling memperhatikan syarat. syarat sastra. Pendahuluan Injilnya menunjukkan bahwa ia mampu menulis dalam bahasa Yunani tanpa cacat, murni dan memenuhi kaidah sastra. Tapi gayanya demikian berubah-ubah hingga ia meloncat ke gaya Ibrani manakala ia sedang menceritakan bagimana sejarah yang diwarnai oleh suasana Ibrani (bnd 1:5; 2:39). 
Pengenalannya akan terjemahan PL dalam bahasa Yunani LXX secara pasti menolong dia untuk menyesuaikan gayanya kepada sifat dari isi Injil itu.

http://www.sabda.org/sejarah/artikel/alkitab_terjemahan_dan_kanonisasi.htm

KANON ALKITAB adalah hasil proses sejarah yang disahkan melalui konsensus para bapa gereja. Dalam hal PL, para Imam Yahudi dan keluarga Masoretlah yang menyusun konsensus kanon lbrani di Jamna (ca-90). Kanon Alkitab tidak dihasilkan oleh pertemuan pemimpin agama tetapi merupakan proses sejarah yang kelihatannya dipimpin ROH KUDUS dan baru persidangan pemimpin agama mensahkannya. Demikian juga halnya dengan proses sejarah kanon PB sampai disahkan dalam konsensus para Bapa Gereja. Kanon sudah tertutup dan tidak perlu ditambah lagi, dan bukan kebetulan kalau ucapan rasul Yohanes pada Why. 22:18-21 dijadikan 'Penutup' bukan saja kitab Wahyu tetapi seluruh Alkitab. Umat Kristen tidak menerima deuteronomika Roma Katolik, karena kitab-kitab itu tidak diterima dalam kanon Yahudi dan Yesus juga tidak menggunakannya sekalipun Yesus menggunakan kitab Septuaginta (LXX) yang digunakan di Sinagoge dan oleh umat Kristen pada abad pertama.

Masih mau ngeyel? :azn: :tongue:

Penulis PB tentunya mengutip dari LXX, karena itulah terjemahan Yunani yang ada. Apakah Yesus, dalam situasi sesungguhnya, berbicara bahasa Yunani kepada orang-orang Yahudi, termasuk para murid-Nya? Sepertinya tidak. Apakah Dia membaca Septuaginta bila mengajar di sinagoga? Sepertinya tidak juga. Akan tetapi sewaktu Kekristenan disebarkan ke dunia di luar Yahudi (di luar tanah Perjanjian) maka bahasa Yunani lah yang dipakai dan terjemahan LXX lah yang dipakai sebagai Kitab Suci. Sebenarnya di gereja awal juga dipakai, karena ada jemaat Yahudi yang berbahasa Yunani.

Menurut catatan Alkitab, pada akhir periode Bait Suci Pertama, Kerajaan Yehuda dihancurkan, dan penduduknya dibawa ke dalam "Pembuangan ke Babel". Sementara mereka berada di sana, orang-orang Yahudi tidak lagi berbicara dalam bahasa Ibrani sebagai bahasa sehari-hari mereka.

Ketika bahasa Ibrani bukan lagi menjadi bahasa pengantar di Palestina, banyak orang yang tidak mengerti isi kitab suci, karena kitab suci tertulis dalam bahasa Ibrani. 

Penggalian inskripsi-inskripsi di daerah Israel bertarikh 300 sebelum Masehi hingga 500 Masehi menunjukkan bahwa 70% ditulis dalam bahasa Yunani, 12% dalam bahasa Latin, dan hanya 18% ditulis dalam bahasa Aram. Tidak suatu pun yang ditulis dalam bahasa Ibrani. 

Sejak abad III-II SM karena sudah tidak banyak orang Yahudi yang bisa berbahasa Ibrani maka Alkitab Perjanjian Lama (Tenakh dalam bahasa Ibrani) diterjemahkan menjadi bahasa Yunani dan disebut Septuaginta (LXX), LXX banyak digunakan oleh penulis Perjanjian Baru, dan Alkitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani.

Jadi sama-sama bahasa orang Israel, namun yang satu dari zaman dahulu (kuno) yang lain dari zaman kemudian (modern), khususnya zaman Yesus dan para Rasul.
 
Di Yerusalem sendiri, 40% dari inskripsi Yahudi sebelum tahun 70 Masehi (keruntuhan Yerusalem) ditulis dalam bahasa Yunani, sisanya ditulis dalam bahasa Aram (bukan Ibrani). 

Perjanjian Baru (PB) seluruhnya ditulis dalam bahasa Yunani.

Yesus juga berbicara dalam bahasa Yunani, misalnya dalam percakapannya dengan seorang perwira di Kapernaum (Lukas 7:1-10). 
Adanya penjajahan Romawi pula mengakibatkan adanya empat bahasa di era Yesus Kristus: 

1. Bahasa Ibrani merupakan bahasa liturgis, digunakan untuk membaca Torah, dan sebagainya, tidak digunakan sebagai bahasa sehari-hari, dikenal sebagai bahasa Ibrani Misyna karena adanya campur tangan para ahli Taurat menyusun Talmud; 

2. Bahasa Aram, digunakan oleh orang Yahudi lokal sebagai bahasa sehari-hari; 

3. Bahasa Yunani, digunakan oleh orang Yahudi pendatang sebagai bahasa pergaulan di Timur Dekat; pada umumnya Yahudi pendatang berbahasa Yunani ini mengunjungi Yerusalem dalam rangka transaksi bisnis dan ziarah ke Bait Allah;

4. Bahasa Latin, bahasa kaum penjajah yang digunakan oleh orang-orang Romawi yang menjajah Israel sejak tahun 63 sebelum Masehi. 

Sekitar awal 1800-an kalangan Yahudi yang dipelopori oleh seorang rabi mulai mengusahakan agar bahasa Ibrani kuno yang ditulis di dalam Tanakh (Taurat, Zabur, dan lain-lain) digunakan sebagai bahasa percakapan. Dan mulai saat itulah bahasa Ibrani baru digunakan kembali oleh orang Israel setelah tidak digunakan lebih dari 1000 tahun.

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Lama
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Kaum_Masoret
http://www.sarapanpagi.org/kitab-suci-bahasa-hebrew-aram-dan-yunani-vt938.html
http://www.yabina.org/artikel/2012/A'15_12.htm

Mas, ya mbok jangan asal ngomong to :mad0261:

kita percaya kok bahwa gereja TUHAN yang memilih KANON Kitab Suci dipimpin oleh ROH KUDUS
tetapi jangan lalu otoritas itu diperluas dengan menyatakan bahwa tafsir megisterium atau tradisi yang mereka bangun lalu disetarakan dengan Firman Tuhan, dan dapat dijadikan SUMBER/DASAR KEBENARAN Kristen
menurut saya, itu sudah kebablasan yang perlu dihentikan.
Menurut saya mas kebablasan menentang Alkitab:

1 Tim 3:15 Gereja dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.
Quote
itulah yang terjadi pada Gerakan Reformasi Kristen, menolak semua kesalahan mendasar yang dilakukan lembaga gereja, yang telah merasuk dan merusak pengejaran Kristen gereja selama ribuan tahun.
Tidak ada kesalahan Gereja, kesalahan oknum ada, seperti oknum Pastor yang mengkampanyekan penjualan Surat Penebusan Dosa, walaupun tidak pernah ada perintah penjualan dari Vatikan

Hanya karena keinginan mendirikan gereja sendiri, semangat yang terus dilakukan sampai 120 ribu denom yang ada, maka mereka memisahkan diri dari kekudusan
Quote
karena gereja Kristen yang bereformasi memutuskan untuk setuju pada penilaian bahwa kitab-kitab apokrifa Yahudi tidak menjadi sumber pengajaran. banyak alasannya.
Inilah kelucuan yang terjadi:

1. Menolak Magisterium Gereja, dengan mendirikan magisterium tidak jelas, dengan modal penafsiran sendiri, menolak ajaran rasuli selama ribuan tahun!

2. Menolak PL yang dikanonkan bersamaan dengan PB, dengan mengakui proses Kanon adalah berasal dari ROH KUDUS, bukankah dengan menolak kanon PL Katolik sama saja seluruh protestan telah menghujat ROH KUDUS? (Akan muncul thread mengenai hal ini!)

Apakah mas paham apa yang saya terangkan?


Salam

THS - THM Katolik

Sejarah THS-THM

Pada tahun 1983, Seminari Menengah Mertoyudan , Magelang, Jawa Tengah, mengundang seorang frater untuk mengajar. Hal tersebut biasa saja, yang agak aneh adalah frater tersebut diminta untuk mengajar pencak silat. Tentu saja seminari sudah memikirkan "Mengapa Pencak Silat ?". Ternyata dalam "penggodogan" pendidikan calon imam di seminari ditanamkan pula rasa cinta akan tanah air, rasa hormat serta tanggung jawab akan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia tercinta, dan sekaligus mengakar pada iman akan wafat dan kebangkitan-Nya.

Latihan bela diri pencak silat dimulai. Para seminaris yang ikut latihan pertama kali berjumlah 73 orang. Tetapi konyolnya, frater tersebut hanya bisa mengajar bela diri sekali sebulan saja. Secara teoritis tidak mungkin mengajarkan bela diri hanya 2 jam saja dalam 1 bulan. Dilain pihak, sebagai calon imam yang dididik untuk memecahkan persoalan, maka latihan bela diri itupun tetap berjalan walaupun terseok-seok. Apa akibatnya ? Banyak seminaris yang mengundurkan diri, tidak mau lagi mengikuti latihan pencak silat ini.

Memasuki tahun 1984, seminaris yang tetap bertahan mengikuti latihan pencak silat ini tinggal 11 orang. Mulailah diadakan peningkatan latihan beladiri yang lebih berat lagi. Dilaksanakan di Kaliurang, lereng Gunung Merapi, Jawa Tengah, didampingi oleh seorang dokter dan seorang psikolog. Akhirnya latihan tersebut mencapai tahap akhir, berlangsung di pantai Parangtritis, Yogyakarta. Disinilah tercipta jurus-jurus otentik Seminari yang dibuat oleh para seminaris dan frater yang masih muda usia, miskin pengalaman, namun memiliki kebulatan tekad mau berbakti bagi seminari, mau berkorban demi iman dan cinta nan suci pada Ibu Pertiwi. Dari sini muncullah gagasan bersama "Ide menguak masa depan". Beladiri sebagai sarana kerasulan.
Dewan Pendiri dan Motto Perjuangan

Ide menguak masa depan disepakati. Bela diri akan dijadikan sebagai alat kerasulan. Berdirilah Dewan Pendiri, yaitu suatu dewan yang beranggotakan para perintis dan pendiri serta pemrakarsa bentuk-bentuk idealisme kegiatan THS-THM. Mereka terdiri dari sebelas pria berikut ini :

Rm. M. Hadiwijoyo, Pr. (bebas tugas, Jakarta); Dr. RMS Haripurnomo Kushadiwijaya (Yogyakarta); St. Adi Satriyo Nugroho, SPd. (Timor Timur); YB. Prasetyo Yudono, MSBA. (Jakarta); Brigjen TNI (Purn) Ign. Imam Kuseno Miharjo (Jakarta); Y. Lilik S. Dwijosusanto, SPd. (Yogyakarta); Benediktus Wiharto, SH. (Bandung); Rm. AG. Luhur Prihadi, Pr. (Pematangsiantar); Rm. R. Heru Subyakto, Pr. (Magelang); Drs. Petrus Agus Salim (Jakarta); A. Bambang Wahjudi, SP. (Muntilan)

bersama dengan empat wanita berikut ini :

Dra. MM. Emmy Putraningrum (Yogyakarta); Ibu Imam Kuseno Miharjo (Jakarta); Dra. C. Wahyu Dramastuti (Jakarta); M. Sri Selastiningsih, SE. (Jakarta).

Setiap anggota Dewan Pendiri ditentukan dengan pertimbangan seluruh anggota, dapat keluar atas permintaan sendiri atau dikeluarkan karena tindakan yang jelas bertentangan dengan azas pendirian organisasi Katolik THS-THM ini; seperti terjadi pada mantan anggota Dewan Pendiri : Rm. J. Sandharma Akbar, Pr. (Bogor) yang telah menjalankan kegiatan bertentangan dengan azas pendirian organisasi Katolik THS-THM. Meski demikian nama Romo Akbar ini akan tetap dikenang dan dicatat dalam sejarah THS-THM bahwa pernah menjadi salah satu anggota Dewan Pendiri; kendati saat ini sudah tidak berkarya lagi dalam tubuh organisasi THS-THM.

Sebagian anggota dewan telah terlebih dahulu mempersiapkan kehadiran THS-THM sejak awal 1980-an : Frater Hadiwijaya, Dokter Haripurnomo dan Psikolog Emmy Putraningrum, serta para siswa seminari Mertoyudan yaitu Adi, Heru, Luhur, Lilik, Wiharto, Prasetyo dan Kris serta sejumlah murid seminari Mertoyudan lain. Beberapa individu pernah diperbincangkan untuk menjadi anggota dewan dan tidak diambil keputusan untuk menetapkannya.

Kemudian berkibarlah bendera Beladiri Pencak Silat Katolik Tunggal Hati Seminari, dengan motto perjuangannya "Pro Patria et Ecclesia" - Demi Bangsa dan Gereja. Adapun cara melaksanakan perjuangan kerasulannya adalah "Fortiter in Re Suaviter in Modo" - Kokoh prinsip pendiriannya namun luwes lembut cara mencapainya. Dengan kata lain, sikap yang mau ditampakkan yaitu sikap berani, ulet dan rendah hati. Menghadapi kekerasan dan kekasaran - Berani. Bertemu kebaikan dan kehalusan budi - itu yang dicari. Semua tindakan dan kegiatan dipersembahkan hanya untuk kemuliaan kepada Tuhan.

Kedua frater ditahbiskan menjadi Imam, dipilih Tuhan untuk pelayan umatnya. Realisasi ide beladiri Tunggal Hati Seminari dijadikan alat kerasulan atau sarana pastoral menjadi kenyataan dalam wujud tindakan dan kegiatan-kegiatan. Berkat rahmat Tuhan, kegiatan ini berkembang dan mulai diterima oleh sekelompok muda-mudi Katolik St. Fransiskus Xaverius, Tanjung Priok dan Salib Suci, Cilincing; serta direstui oleh Pastor Paroki Karl Albrecht SJ. Angkatan pertama ini berjumlah 39 orang.

Saat para seminaris Mertoyudan liburan, organisasi THS semakin dikembangkan oleh para seminaris sebagai panggilan. Mulailah THS ini berkembang ke paroki-paroki yang lainnya, yaitu paroki St. Alfonsus, Pademangan dan Santa Anna, Duren Sawit. Tidak ketinggalan sekolah-sekolah juga dimasuki, yaitu SMP St. Fransiskus II, Cilincing; SMP Tarakanita I, II, III dan IV. THS dikembangkan oleh beberapa Pastor, beberapa Suster, beberapa Frater, beberapa orang tua, beberapa Seminaris dan sekelompok muda-mudi Katolik yang senang untuk membina anak muda.

Pada tahun 1985, bertepatan dengan ditetapkannya sebagai Tahun Pemuda Internasional, pada tanggal 10 November 1985 yang juga bertepatan dengan hari Pahlawan, diresmikanlah di Gelanggang Remaja Jakarta Utara berdirinya Organisasi Beladiri Pencak Silat Katolik Tunggal Hati Seminari. Syukur kepada Tuhan, anggota yang tercatat berjumlah 223 orang.

Sejarah Tunggal Hati Maria (THM)


Awal tahun 1986, puteri-puteri Gereja tidak mau ketinggalan untuk turut serta dalam kegiatan ini. Mereka ada di Paroki St. Fransiskus, Tanjung Priok dan di SMP St. Fransiskus II, Kampung Ambon, yang segera disusul puteri-puteri Paroki St. Anna, Duren Sawit. Pada tanggal 10 November 1986, bertepatan dengan hari Pahlawan dan Hari Ulang Tahun THS yang pertama, diresmikan pulalah Organisasi Beladiri Pencak Silat Katolik Tunggal Hati Maria (THM) oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Departemen Agama RI, Bapak Ignatius Imam Kuseno Miharjo, dan direstui oleh Pastor Paroki Romo Martinus Hadiwijoyo Pr. dan Pastor Purbo Tamtomo Pr. Bertempat di Gereja St. Bonaventura, Pulomas, Jakarta Timur. Jumlah THS-THM sudah tercatat sebanyak 637 orang.

Perkembangan THS-THM


Tuhan bersabda melalui kitab suci, "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barang siapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa". (Yoh. 15:5). Memasuki tahun 1987, jumlah anggota THS-THM sudah mencapai lebih dari 2300 orang yang tersebar di kota-kota Jakarta, Yogyakarta, Surakarta, Wonogiri, Muntilan, Bandung, Lampung dan Banjarmasin. Dan sampai sekarang THS-THM terus berkembang seiring dengan bertambahnya waktu, bahkan sampai keluar negeri.

sumber:
http://thscc.tripod.com/sejarah.htm
http://thsthmtarakan.blogspot.com/


Salam

Arti Salam Maria dari umat Kristen Katholik dan Salam umat Kristen lainnya

Mengapa Salam Maria mendapat tempat khusus di Gereja Katolik?

Karena ketika mendengar Salam Maria, Elisabeth pun dipenuhi oleh ROH KUDUS.

Didalam Alkitab (hanya Alkitab), ada beberapa peristiwa yang mengakibatkan seseorang dipenuhi oleh ROH KUDUS:

1. Maria: Memberikan salam
2. Tuhan Yesus: Menghembusi (Meniup)
3. Petrus: Memberikan khotbah
4. Para Rasul: Menumpangkan tangan

Pemahan tegasfirman maupun gelaskaca, sama-sama berdasarkan Alkitab, dan baik adanya :)

Salam

Kalau begitu bukan 4 saja yg dipenuhi ROH KUDUS melainkan banyak sekali dong dipenuhi ROH KUDUS dan memang demikian kok FT :
Yang diberikan kemampuan ya 4, sebenarnya 3, karena YESUS itu TUHAN, tidak diberikan, tetapi memang ROH KUDUS adalah ROH-Nya
Quote
Kira2 ada berapa ya ? ratusan atau ribuan ?

1. KPR4:2 Maka penuhlah mereka dengan ROH KUDUS, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Kis 2:4 Maka penuhlah mereka dengan ROH KUDUS, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Kis 2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.

Keduabelas Rasul sudah diberikan ROH KUDUS oleh TUHAN YESUS
Quote
2. KPR4:31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan ROH KUDUS, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.
Kis 4:1 Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki.
Kis 4:4 Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.
Kis 4:21 Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.
Kis 4:23 Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka.
31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan ROH KUDUS, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Tetap aja itu keduabelas Rasul
Quote
3. Stefanus juga.
Kis 6:2-5 Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman." Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan ROH KUDUS, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.

Para murid sudah mendapatkan ROH KUDUS melalui penumpangan tangan keduabelas Rasul
Quote
4. dll, dll.
Mau ngambil dari luar Alkitab?
Quote
Kalau enai Salam, baik Maria disalami, Raja Daud disalami rakyatnya maupun jemaat2 disalami oleh Rasul-2 tentunya mereka yang disalami masih hidup nafasnya ! kalau mereka mati, bagaimana bisa disalaminya ? kalau dijawab olehnya, bagaimana kita yang hidup ? ya kita lari tunggang langgang ! 
Alkitab hanya memberikan kesaksian bahwa peristiwa seseorang menerima ROH KUDUS ketika mendengar SALAM HANYALAH ketika Elisabeth mendengar SALAMnya MARIA!

Kamu mau ngambil dari luar Alkitab?

Bukankah diluar Alkitab sesat?

Solascriptura?

Giliran bicara Maria, mulailah Solascriptura dan sola-solaan dilupakan! :2funny: