Sabtu, 13 Oktober 2012

Sejarah Palestina dan Israel


Ancient period

Depiction of Biblical Palestine in c.1020 BCE according to George Adam Smith's 1915 Atlas of the Historical Geography of the Holy Land. Smith's book was used as a reference by Lloyd George during the negotiations for the British Mandate for Palestine.
The region was among the earliest in the world to see human habitation, agricultural communities and civilization. During the Bronze Age, independent Canaanite city-states were established, and were influenced by the surrounding civilizations of ancient Egypt, Mesopotamia, Phoenicia, Minoan Crete, and Syria. Between 1550–1400 BCE, the Canaanite cities became vassals to the Egyptian New Kingdom who held power until the 1178 BCE Battle of Djahy (Canaan) during the wider Bronze Age collapse. The Philistines arrived and mingled with the local population, and according to Biblical tradition, the United Kingdom of Israel was established in 1020 BCE and split within a century to form the northern Kingdom of Israel, and the southern Kingdom of Judah.

Middle Ages

Palestine was conquered by the Islamic Empire, beginning in 634 CE. In 636 CE, the Battle of Yarmouk during the Muslim conquest of Syria symbolized the complete Muslim takeover of the region, which was regarded as Bilad a-Sham (Greater Syria). The word 'Arab at the time referred to Bedouin, nomads with an Arabian ancestry. The local population, engaged in farming, which was considered demeaning, were called Nabaț, referring to Aramaic speaking villagers. A ḥadīth, brought in the name of a Muslim freedman who settled in Palestine ordered them not to settle in the villages, for he who abides in villages it is as if he abides in graves.

2000 – 1800 SM Masa kehidupan Ibrahim, Ismael, Ishak, dan Yakub.
1800 – 1300 SM Perbudakan bangsa Israel oleh bangsa Mesir di jaman Firaun.
1300 – 1200 SM Kelahiran Musa dan keluarnya bangsa Israel dari Mesir.
1200 – 1100 SM Bangsa Israel dipimpin oleh Yosua merebut tanah Kanaan.
1100 - 1000 SM Peperangan Samson melawan orang Palestina, dipilihnya Saul sebagai Raja Israel.
1000 – 961 SM Daud (Israel) melawan Goliat (Palestina), diangkatnya Daud menjadi Raja Israel.
961 – 924 SM Salomo, (Sulaiman), anak Daud, diangkat menjadi Raja Israel, dan mendirikan Bait Suci dikota Yerusalem
900 – 600 SM Masa raja-raja Israel dan Dinasti Assyria.
600 - 586 SM Dinasti Babelonia berperang dengan Dinasti Assyria dan menang, Raja Nebukadnezar II menjadi raja 605 SM (mati 562 SM), menyerang Israel, menduduki Yerusalem dan menghancurkan Bait Suci (penghancuran Bait Suci pertama).dan Yerusalem pertama. Akibat penyerangan ini bangsa Israel mengungsi ke berbagai penjuru dunia, antara lain ke Mesir, Syria, Mesopotania (Irak), dan Persia (Iran). Masa ini disebut Diaspora pertama / Penyebaran pertama.
559 - 333 SM :Dinasti Persia (Iran) dimulai dengan mengalahkan Media dan menyerang Babelonia. Saat inilah masa kejayaan Iran dengan raja Cyrus Agung. Iran menguasai hampir keseluruhan Asia Barat, termasuk Timur Tengah. Cyrus adalah raja yang bijak, yang menghormati hak asasi, termasuk hak dalam beragama. Dia menghapuskan perbudakan, termasuk perbudakan Israel. Dimasa ini Bait Suci di Yerusalem dibangun kembali oleh Zerubabel.
330 – 100 SM Masa Helenis, masa kejayaan Dinasti Yunani. Raja Aleksander Agung, (Alexander the Great atau Zulkarnain dalam Islam) dari kerajaan Yunani, negeri para dewa, yang dikira muslim oleh Muhammad (QS 18 : 83 – 98), padahal dia seorang polytheis. Dimasa ini Yunani mengalahkan Persia, termasuk juga Israel.
510 SM :Roma menjadi Republik dan disebut kerajaan Romawi dan mengalahkan Kartago (264 SM – 146 SM) lalu Yunani (215 SM – 150 SM).
63 SM Israel direbut oleh Jenderal Pompey dari Kerajaan Romawi.
58 - 52 SM Yulius Caesar merebut Roma (44 SM dibunuh Brutus).
27 SM Augustus menjadi Kaisar pertama Kekaisaran Romawi, Republik Romawi berubah menjadi Kekaisaran Romawi.
22 SM Bait Suci direnovasi oleh Herodes Agung, ia memerintah sebagai Raja Yudea sejak 40 SM, setelah diangkat menjadi raja oleh Senat Romawi.
4 SM Yesus Kristus lahir di Betlehem, Israel.
26 – 36 M Penyaliban Yesus, dimasa pemerintahan gubernur Pontius Pilatus.
66 M Pemberontakan bangsa Yahudi dikarenakan penjajahan yang dilakukan Kekaisaran Romawi. Dimasa ini 100.000 orang Yahudi tewas dalam pertempuran. Setelah itu terjadi pembantaian terhadap bangsa Yahudi oleh Romawi yang menyebabkan penyebaran (Great Diaspora) bangsa Yahudi ke Eropa, Mediterania, Mesopotania (Irak), Persia (Iran), dan Arab.
70 M Bait Suci Yerusalem diruntuhkan (penghancuran kedua) oleh Jenderal Titus, anak Kaisar Vespasianus Romawi.
70 – 300 M Masa awal penyebaran Kristen oleh rasul2. Namun Kekaisaran Romawi melarang Kekristenan, sehingga pemeluk Kristen ditindas dan dibantai.
300 - 350 M Konstantinus Agung (Konstantinus I) bertobat dan memeluk Kristen. Karena agama ini tidak membawa ciri2 budaya sebuah bangsa, sehingga tidak mempengaruhi kekuasaan Romawi. Dimasa ini Kristen berkembang pesat ke seluruh Eropa ( kekuasaan Romawi meliputi keseluruhan Eropa)
350 - 400 M Pembagian Kekaisaran Romawi menjadi 2 bagian, yaitu Romawi Timur / Byzantium dengan ibukotanya Konstantinopel (Istanbul), dan Romawi Barat dengan ibukota Roma. Dengan Flavius Theodosius sebagai Kaisar Tunggal. Ia juga menetapkan Kristen menjadi agama negara. Setelah kematian Theodosius, 2 bagian Romawi tersebut benar2 terpisah menjadi 2 Kekaisaran.
400 – 600 M Masa raja2 Byzantium, dimana Raja Yustinus Agung membangun gereja Hagia Spohia di Konstantinopel (Istanbul) dan St John Basilika di Efesus dan beberapa gereja lainnya.
600 – 615 M Persia (Iran) merebut Israel dan sekitarnya dari kerajaan Byzantium.
600 - 632 M Raja Byzantium, Heraklios merebut Israel dan sekitarnya kembali dari tangan Persia. Islam mulai berkembang di Arab Saudi. Dimasa ini terjadi pembantaian besar2an terhadap suku2 Yahudi yang ada di Jazirah Arab. Muhammad mulai meluaskan wilayahnya, dan memaksakan Islam kepada semua daerah yang berhasil dijajahnya. Muhammad meninggal tahun 632 M akibat diracun wanita Yahudi. Dan terjadilah perebutan kekuasaan di Arab.
632 – 634 M Diangkatnya Abu Bakar sebagai khalifah pertama, ia memerintahkan untuk menjajah dan menaklukkan Syria, Bahrain, Oman, Yemen dan Irak. Dimasa ini terdapat seorang bernama Musailimah yang mengaku nabi seperti halnya Muhammad, akhirnya ia dibunuh oleh Khalid. Abu Bakar wafat dan digantikan oleh Umar bin Khatab sebagai penguasa (Khalifah) kedua.
634 - 644 M Umar melanjutkan misi untuk memerangi semua bangsa yang belum mau mengakui Islam (QS 9:29). Umar memulai agresi ke Persia (Iran) dengan pertempuran Namraq, Kaskar, Nihavend, Al Jisr, dan Qadisiyah. Terjadi pembantaian besar2an karena banyak orang Iran yang tak mau memeluk Islam. Ali bin Abi Talib mengambil SHERBANU bocah perempuan berusia 3 tahun, puteri raja Persia, Yazdgard, sebagai istrinya. Israel diancam akan diserang oleh Umar, sehingga gubernur Yerusalem Sophronios menyerah tanpa perang, dan Israel dibawah kekuasaan Umar (Arab). Kemudian Umar mendirikan masjid Al Aqsa di atas reruntuhan Bait Suci. Arab mulai menjajah Mesir. Umar bin Khattab meninggal dibunuh oleh Abu Lukluk (Fairuz), seorang budak Persia pada saat ia akan memimpin shalat Subuh.
644 - 656 M Kekhalifahan dilanjutkan oleh Utsman Ibn Affan, yang kemudian melakukan agresi terhadap Mariko, Pakistan, India dan melakukan beberapa peperangan terhadap Byzantium untuk mempertahankan Mesir. Dimasa ini kekuasaan Arab meluas ke seantero Asia Barat. Utsman wafat dibunuh di Medinah oleh pengikutnya.
656 - 661 M Ali bin Abi Talib menjadi pemimpin Arab ke 4. Ali memindah ibukota Arab dari Medinah ke Kufa. Untuk pertama kalinya perang saudara antara bangsa Arab, yaitu Perang Jamal. 20.000 pasukan pimpinan Ali melawan 30.000 pasukan pimpinan Zubair bin Awwam, Talhah bin Ubaidillah, dan Aisyah binti Abu Bakar, janda bocah Muhammad. Perang tersebut dimenangkan oleh pihak Ali. Dimasa ini Mesir berhasil dikuasai Muawiyah (Arab). Ali merebut Hijaz dan Yemen dari Muawiyah, lalu Muawiyah menobatkan dirinya menjadi Kalifah Damaskus. Ali mati dibunuh saat sholat oleh pengikutnya sendiri bernama Abdur Rahman bin Muljam. Ia digantikan oleh Hasan yang hanya memerintah sebagai khalifah selama 6 bulan dan menyerahkannya pada Muawiyah yang mendirikan dinasti Umayyah.

661 - 750 M Dimulainya Kekhalifahan Dinasti Umayyah di Damaskus. Dimasa ini Islam memulai agresi ke Spanyol dan Perancis. Abdul Malik bin Marwan membangun Dome of the Rock (bukan masjid), orang Islam menyebutnya Masjid Qubbat As-Sakhrah, di atas bukit Moria di tempat Ibrahim mempersembahkan Ishak juga di atas reruntuhan Bait Suci Yerusalem, yang kemudian disalut emas oleh raja Husein dari Yordania (abad ke 20).
749 - 1250 M Dimulainya Kekhalifahan Dinasti Abbasiyah di Baghdad. Tahun 1071, Israel direbut oleh Turki Seljuk (Kurdi) dari tangan Dinasti Abbasiyah, dan banyak gereja dihancurkan dan perampokan serta penganiyaan, termasuk pembunuhan terhadap para peziarah Kristen serta penyerangan terhadap kerajaan Byzantium dan Spanyol Utara. Sebagai akibatnya terjadilah peperangan untuk merebut kembali Tanah Suci dari tangan Seljuk Turki (Kurdi) dan tempat lainnya serta membangun kembali gereja2 yang dihancurkan, perang ini disebut Perang Salib, disebut Salib karena mewakili Eropa yang beragana Kristen, meski pada dasarnya Yesus melarang peperangan. Perang salib pertama ini berhasil merebut Yerusalem dan kemudian didirikan 4 kerajaan Kristen Latin yaitu: Antiokhia, Kerajaan Edessa, Kerajaan Yerusalem, dan Kerajaan Tripoli.
Namun tahun 1144 kerajaan Edessa diserang dan berhasil direbut oleh Seljuk Turki, maka timbulllah Perang Salib ke 2 untuk merebut kerajaan Edessa, namun gagal dan tahun 1087 Yerusalem jatuh ke tangan Sultan Saladin, sehingga timbullah Perang Salib ke 3 yang hanya berhasil merebut Akro, Tiberias dll, kegagalan merebut Yerusalem, dikarenakan Sultan Saladin mengajukan perdamaian dengan Raja Inggris Richard (pemimpin Pasukan Salib).
1250 -1500 M Pada tahun 1258 Kekhalifahan Dinasti Abbasiyah di Baghdad diserang oleh pasukan Mongol dibawah kepemimpinan Hulagu Khan. Berakhir Sudah Dinasti Abbasiyah Bagdad. Sisa2 Dinasti Abbasiyah membangun lagi kekhalifahan di Kairo, Mesir, kemudian lahirlah Kekhalifahan Dinasti Abbasiyah Kairo atau sering disebut Dinasti Mamluks.
1300 – 1924 M Dinasti Ottoman Turki, atau setelah 1517 disebut dengan Kekhalifahan Turki Utsmani / Kekhalifahan Ottoman. Saat itu Kerajaan Byzantium dengan Raja Konstantin XI diserang dan direbut oleh Sultan Mehmed II (Ottoman Dinasti) dengan memakai meriam buatan insinyur Jerman yang dapat melontarkan batu seberat 600 kg sejauh 1,5 km. Dengan ini berakhirlah Kerajaan Byzantium pada tahun 1453. Kota Kostantinopel berubah nama Istanbul, serta Gereja Hagia Spohia yang termasyur dirombak menjadi masjid. Tahun 1517 Sultan Selim Yavuz (Ottoman Turki) mengalahkan Dinasti Mamluks dan menguasai Mesir.
Tahun 1879 Perjanjian Berlin, Dinasti Turki kehilangan 4/5 wilayahnya di Eropa. 1882 Inggris Raya merebut Mesir dari Dinasti Turki. 1895 Mirza Ghulam Ahmad menyatakan diri sebagai Nabi untuk merevisi kesalahan2 Quran.
Tahun 1914 terjadi Perang Dunia Pertama, antara Blok Central, yaitu Jerman, Dinasti Ottoman Turki, Austria-Hungaria, dan juga Bulgaria melawan sekutu, antara lain Britania Raya, Rusia, AS, dan sebagian besar negara Eropa. Pada perang ini Blok Central mengalami kekalahan, termasuk juga Dinasti Ottoman Turki. Akibatnya Israel direbut oleh pasukan gabungan Perancis, Inggris serta Australia dari tangan Dinasti Ottoman Turki. Tahun 1918 Perang Dunia Pertama berakhir.
Tahun 1924, Mustafa Kemal Pasha, seorang Turki yang berjiwa nasionalis, menolak bangsanya menjadi budak budaya Arab, ia mengadakan sidang Dewan Perwakilan Nasional, kemudian ia memecat kholifah, membubarkan sistem khilafah, dan menghapuskan sistem Islam dari negara. Pada tahun 1928 Turki menyatakan diri sebagai negara sekuler, dan berakhir sudah Kekhalifahan Islam Turki yang bertahan 6 Abad.
Tahun 1925 Reza Khan merebut kekuasaan di Persia (Iran) dan mendirikan Dinasti Pahlavi. Dimasa Reza Khan ini modernisasi berkembang pesat di Persia.. Tahun 1932 Irak diberikan kemerdekaan oleh Liga Bangsa Bangsa. Tahun 1935 Iran menjadi nama resmi dari Persia.
1935 – 1939 M Setelah Tanah Israel lepas dari Kekhalifahan Turki, dan berada dalam mandat LBB untuk Britania Raya (Inggris), maka terjadilah peningkatan drastis jumlah orang Yahudi ditanah Israel. Hal ini dipicu adanya gerakan Zionisme, yaitu gerakan pulang ke Tanah Perjanjian setelah mengalami Diaspora. Kebanyakan dari mereka adalah Yahudi Jerman yang lari akibat gerakan anti Yahudi oleh Nazi. Dari sini dimulailah konflik Yahudi dengan Arab.
1939 – 1945 M. Terjadinya Perang Dunia Ke 2, antara Pihak sekutu, yaitu Britania Raya, AS, Rusia, dan Cina, melawan Pihak Axis, yaitu Nazi Jerman, Italia, dan Jepang.

1946 Yordania, Lebanon, and Suriah diberikan kemerdekaan oleh Inggris dan Prancis. Tahun 1947 Muslim India memberontak dan melepaskan diri membentuk sebuah negeri sendiri bernama Pakistan.
Tahun 1947, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), memutuskan untuk membagi wilayah Mandat Britania atas tanah Israel, tetapi hal ini ditentang oleh negara2 Islam. Meskipun demikian kaum Yahudi tetap mendapat 55% dari seluruh wilayah tanah Israel tersebut. Sedangkan kota Yerusalem yang dianggap suci tidak hanya oleh orang Yahudi tetapi juga orang Muslim dan Kristen akan dijadikan kota internasional.
1948 M Israel diproklamasikan (Merdeka) pada tanggal 14 Mei 1948 dan sehari kemudian langsung diserbu oleh tentara dari Libanon, Suriah, Yordania, Mesir, Irak dan negara Arab lainnya. Tetapi Israel bisa memenangkan peperangan ini dan malah merebut kurang lebih 70% dari luas total wilayah Mandat Britania Raya atas Palestina. Peperangan ini disebut Perang Kemerdekaan oleh orang Yahudi.
1956 M Mesir melakukan nasionalisasi Terusan Suez dan menghalangi Israel untuk melakukan perdagangan melewati jalur tersebut. Akibatnya Israel menginvasi Pegunungan Sinai dengan dukungan Inggris dan Prancis. Selama Krisis Suez ini Israel merebut jalur Gaza dan Pegunungan Sinai. Namun AS dan PBB menekan Israel untuk melakukan gencatan senjata. Israel setuju, kemudian wilayah tersebut kemudian dijaga oleh tentara PBB (UNEF).
Akibat kekalahan negara Islam dari Israel pada tahun 1948 dan 1956, maka negara2 Islam bergabung untuk membalas kekalahan mereka tersebut.
Pada Mei tahun 1967, Mesir mengusir tentara PBB (UNEF) dari Pegunungan Sinai; ketika itu UNEF telah berpatroli disana sejak tahun 1957 (yang disebabkan oleh invasi atas Pegunungan Sinai oleh Israel tahun 1956). Mesir mempersiapkan 1.000 tank dan 100.000 pasukan di perbatasan dan memblokade Selat Tiran (pintu masuk menuju Teluk Aqaba) terhadap kapal Israel dan memanggil negara-negara Arab lainnya untuk bersatu melawan Israel.
Perang ini dikenal dengan nama Perang Enam Hari, atau disebut juga Perang Israel Arab 1967. Israel diserang beramai2 oleh pihak negara Islam yaitu Mesir, Suriah, Yordania, dengan dukungan Lebanon, Irak, Arab Saudi, Kuwait, Sudan dan Aljazair.
Tapi pada akhirnya Israel lah yang memenangi pertempuran ini. Pada akhir perang, Israel merebut Yerusalem Timur, Jalur Gaza, Pegunungan Sinai, Tepi Barat, dan Dataran Tinggi Golan.
1973 M Tejadi Perang Yom Kippur, dikenal juga Perang Ramadhan atau Perang Oktober adalah perang yang terjadi pada tanggal 6 - 26 Oktober 1973 antara pasukan Israel melawan koalisi negara-negara arab yang dipimpin oleh Mesir dan Suriah.
Yom Kippur adalah hari raya Yahudi yang paling besar, ketika orang-orang Israel sedang khusyuk merayakannya, yang juga bertepatan dengan bulan Ramadhan bagi umat Islam sehingga dinamakan "Perang Ramadhan 1973", Suriah dan Mesir menyerbu Israel secara tiba-tiba untuk mengejutkan Israel. Jumlah tentara invasi sungguh besar. Di dataran tinggi Golan, garis pertahanan Israel yang hanya berjumlah 180 tank harus berhadapan dengan 1400 tank Suriah. Sedangkan di terusan Suez, kurang dari 500 prajurit Israel berhadapan dengan 80.000 prajurit Mesir.
Pada permulaan perang, Israel terpaksa menarik mundur pasukannya. Tetapi setelah memobilisasi tentara cadangan, mereka bisa memukul tentara invasi sampai jauh di Mesir dan Suriah. Israel berhasil "menjinakkan" payung udara Mesir yang ternyata lambat dalam mengiringi gerak maju pasukkannya, dengan langsung mengisi celah (gap) antara payung udara dengan pasukan yang sudah berada lebih jauh di depan. Akibatnya beberapa divisi Mesir terjebak bahkan kehabisan perbekalan. Sementara di front timur, Israel berhasil menahan serangan lapis baja Syria.
Melihat situasi berbahaya bagi Mesir, Uni Soviet tidak tinggal diam, melihat tindakan Uni Soviet, Amerika Serikat segera mempersiapkan kekuatannya. Dunia kembali diancam perang besar pasca perang Dunia II. Kemudian, Raja Faisal bin Abdul Aziz dari Arab Saudi mengumumkan pembatasan produksi minyak. Krisis energi muncul dan negara2 Industri kewalahan lantaran harga minyak dunia membumbung tinggi. Dua minggu setelah perang dimulai, Dewan Keamanan PBB mengadakan rapat dan mengeluarkan resolusi 339 serta gencatan senjata dan dengan ini mencegah kekalahan total Mesir.
1978 M Di Camp David, Amerika Serikat, disepakati perjanjian yang dikenal dengan Perjanjian Camp David di mana Israel berjanji akan menyerahkan Daerah Sinai kepada Mesir. Berdasarkan perjanjian ini pula pada Maret 1979 diadakan Perjanjian Damai antara Israel dan Mesir, dimana Pegunungan Sinai diserahkan kepada Mesir, dan Jalur Gaza dibawah Israel, yang nantinya akan diberikan kembali ke Palestina.
1988 M Palestina memproklamirkan kemerdekaannya menjadi sebuah negara pada tanggal 15 November 1988, 40 tahun setelah Negara Israel berdiri.
Kiranya dengan uraian singkat ini kita dapat memahami sejarah Israel, secara benar.

Pada tanggal 2 Nopember 1192 M, dibuat perjanjian antara King Richard dengan Sultan Shalahuddin yang disebut dengan Shulh al-Ramlah.

Dalam perjanjian ini disebutkan bahwa Yerusalem menjadi milik Islam, Yahudi harus keluar (diusir) namun orang-orang Kristen yang pergi berziarah ke Kuil Salomo tidak akan diganggu.

Usahakan membandingkan dengan sejarah dunia:
http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/sejarah-penyusunan-quran.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar