Selasa, 08 April 2014

Maria sebagai Tabut Perjanjian Baru

Ibrani
9:1   Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia.
9:2   Sebab ada dipersiapkan suatu kemah, yaitu bagian yang paling depan dan di situ terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat yang kudus.
9:3   Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus.
9:4   Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,
9:5   dan di atasnya kedua kerub kemuliaan yang menaungi tutup pendamaian. Tetapi hal ini tidak dapat kita bicarakan sekarang secara terperinci.
9:6   Demikianlah caranya tempat yang kudus itu diatur. Maka imam-imam senantiasa masuk ke dalam kemah yang paling depan itu untuk melakukan ibadah mereka,
9:7   tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar.
9:8   Dengan ini ROH KUDUS menyatakan, bahwa jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka, selama kemah yang pertama itu masih ada.

9:9   Itu adalah kiasan masa sekarang. Sesuai dengan itu dipersembahkan korban dan persembahan yang tidak dapat menyempurnakan mereka yang mempersembahkannya menurut hati nurani mereka,
9:10   karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan, hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan.
9:11   Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --
9:12   dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.

9:13   Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,
9:14   betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
9:23   Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda sorgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu.
9:24   Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.

Why 11:19; 12:1-2,5 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.


Maria Tabut Perjanjian Baru.

Kalau Tabut Perjanjian Lama saja sedemikian suci, apalagi Tabut Perjanjian Baru!

Alkitab menyatakan adanya Tabut Perjanjian Lama dan Tabut Perjanjian Baru.

Maria (Tabut Perjanjian Baru) "berisi" Yesus,

Tabut Perjanjian Baru berisi:

Roti Hidup (Manna Sorgawi)

Firman Tuhan (2 Loh Batu)

Raja Perkasa, Imam Agung (Tongkat Harun)

Ibr 4:14-15 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Mzm 24:8 "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!"

Yes 9:6 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Lalu,

Kamu mau apa?

Tidak terima?

Sudah biasa, iman karbitan jenis hibrida tidak sama dengan kami iman Rasuli!

Salam

http://styopi.blogspot.com/2011/03/maria-sebagai-tabut-perjanjian-baru.html

Saya pernah diskusi dengan St. Yopi dari Katolik pada forum di sebelah.

Kami masing-masing punya argumen tersendiri karena Bro Yopi dari Katolik sdgkn saya karismatik.
Diskusi itu berakhir dengan baik, meski kita tetap pada argumen masing-masing namun stidaknya sudah menambah wawasan kedua belah pihak.

Argumen saya,

Sejak kejatuhannya dalam dosa, maka Iblis diusir dari sorga. Tentu saja dalam kondisi itu Iblis sudah najis.
Yang najis tidak akan tahan dengan hadirat sorgawi.
Malaikat yg jatuh itu telah kehilangan kediaman dan kedudukan di sorga.
Sejak saat itu, maka Iblis berubah menjadi pendakwa.

Yang namanya mendakwa, maka Iblis harus mdapatkan akses ke ruang pengadilan utk mdakwa di hadapan Hakim.

Jd saya myakini bhw keluar-masuknya Iblis itu bukan ke tempat kudus / maha kudus di sorga mlainkan ke suatu tempat khusus dimana Tuhan menghakimi.
Saya tidak myakini bhw Iblis masuk sampai tempat mahatinggi yg terdalam di sorga btemu Allah.

Di Israel kuno, tua-tua biasanya duduk di dekat pintu gerbang.
Disitu jika ada hal-hal yg mbutuhkan pengadilan, maka semua pihak terkait akan datang ke pintu gerbang utk memperdengarkan kasusnya ke para tua-tua.

Pmikiran saya,
Pd saat Mikhael melemparkan Iblis (plus anteknya) ke bumi, maka saat itulah Iblis kehilangan posisi/tempat/perannya sbg pendakwa.

Iblis tidak bisa lagi mdakwa manusia di hadapan Tuhan.
Maka Iblis mnggunakan cara lain, yaitu mberikan meterai pd mreka yg mngikuti dia.
Siapa yg mnggunakan meterai itu sudah tidak bisa lagi dselamatkan.
Meterai itu adalah wujud dakwaan Iblis.
Kalau berdasarkan topik yang sekarang, berarti antara mas bro Siip dan mas bro St Yopi, pihak Katolik terjadi kesepakatan, bahwa iblis sejak kejatuhan awalnya sudah menjadi bapa pendusta, sesuai dengan ayat:

Yoh 8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Salam

Benar Bro MS.
Di sisi lain, kami ada perbedaan dalam mngartikan 'millennialism' dan 'Sang Perempuan'.
Teman-teman Katolik mnafsirkan Perempuan itu sbg Maria sdgkn Protestan pd umumnya masih belum seragam pnafsirannya.
Mengenai masa millennial, Gereka Katolik Roma meyakini amillennialism, shg rekan-rekan Katolik akan cenderung mnafsirkan bhw Iblis saat ini sudah spenuhnya tidak mdapat tempat di sorga (beda dg penafsiran beberapa denominasi Protestan).
Pandangan Amillennial diyakini oleh bapa-bapa Gereja spt Polycarp, Clement, Origen dan Augustine.
Pd masa Gereja purba, selain amillennialism, ada juga pandangan premillennialism dg tokohnya spt Justin Martyr dan Iraeneus.

Belakangan ini di Gereja Protestan modern berkembang aliran dispensational-premillenialism.

Apakah benar rekap dari saya Bro MS?

Mana yg paling benar?
Mnyangkut eskatologi, semua masih tafsiran.

Amillennialism mpunyai fondasi yg kuat karena bapa-bapa Gereja purba yg dekat sekali dg masa penulisan surat-surat rasuli meyakininya. Itulah pula mengapa Gereja Katolik Roma meyakininya.

Di sisi lain, Protestan tidak memiliki tafsiran yang seragam.
Gereja tempat saya berjemaat menyakini dispensational-premillennialism.
Saya coba rekap pandangan para Bapa Gereja Perdana dari yang hidup bersama para Rasul sampai ratusan tahun kemudian:

1. St. Irenaeus (180): “Hawa, dengan ketidaktaatannya [karena berdosa]mendatangkan kematian bagi dirinya dan seluruh umat manusia, … Maria dengan ketaatannya [tanpa dosa]mendatangkan keselamatan bagi dirinya dan seluruh umat manusia…. Oleh karena itu, ikatan ketidaktaatan Hawa dilepaskan oleh ketaatan Maria. Apa yang terikat oleh ketidakpercayaan Hawa dilepaskan oleh iman Maria.”
2. St. Hippolytus (235): “Ia adalah tabut yang dibentuk dari kayu yang tidak dapat rusak. Sebab dengan ini ditandai bahwa Tabernakel-Nya dibebaskan dari kebusukan dan kerusakan.”
3. Origen (244): “Bunda Perawan dari Putera Tunggal Allah ini disebut sebagai Maria, yang layak bagi Tuhan, yang tidak bernoda dari yang tidak bernoda, hanya satu- satunya”.
4. St. Gregorius (213-270): “Mari menyanyikan melodi yang diajarkan kepada kita oleh inspirasi harpa Raja Daud dan berkata, “Bangunlah, O Tuhan, kepada peristirahatanmu; Engkau, dan tabut tempat kudus-Mu.” Sebab sesungguhnya Sang Perawan Suci adalah sebuah tabut, yang dilapisi emas dari dalam dan luar, yang telah menerima keseluruhan harta dari tempat kudus.”
5. St. Ephraim (361): ”Engkau sendiri dan Bunda-Mu adalah yang terindah daripada semua yang lain, sebab tidak ada cacat cela di dalam-Mu ataupun noda pada Bunda-Mu… “Biarkan para wanita memuji-Nya, Maria yang murni.”
6. St. Athanasius (373), “O, Perawan yang terberkati, sungguh engkau lebih besar daripada semua kebesaran yang lain. Sebab siapakah yang sama dengan kebesaranmu, O tempat kediaman Sang Sabda Allah? Kepada ciptaan mana, harus kubandingkan dengan engkau, O Perawan? Engkau lebih besar daripada semua ciptaan, O Tabut Perjanjian, yang dilapis dengan kemurnian, bukannya dengan emas! Engkau adalah Tabut Perjanjian yang didalamnya terdapat bejana emas yang berisi manna yang sejati, yaitu: daging di mana Ke-Allahan tinggal.”
7. St. Epifanius (376): “Barangsiapa yang menghormati Tuhan, menghormati juga bejana kudus-Nya; mereka yang tidak menghormati bejana kudus itu, juga tidak menghormati Pemiliknya. Maria itulah adalah Perawan yang kudus, yaitu sang bejana kudus itu.”
8. St. Ambrose (387): “Angkatlah tubuhku, yang telah jatuh di dalam Adam. Angkatlah aku, tidak dari Sarah, tetapi dari Maria, seorang Perawan, yang tidak saja tidak bernoda, tetapi Perawan yang oleh rahmat Allah telah dibuat tidak bersentuh dosa, dan bebas dari setiap noda dosa”.
9. St. Gregorius Nazianza (390): “Ia [Yesus] dikandung oleh seorang perawan, yang terlebih dahulu telah dimurnikan oleh ROH KUDUS di dalam jiwa dan tubuh, sebab seperti seseorang yang mengandung layak untuk menerima penghormatan, maka pentinglah bahwa ia yang perawan layak menerima penghormatan yang lebih besar.”
10. St. Agustinus (415): “Kita harus menerima bahwa Perawan Maria yang suci, yang tentangnya saya tidak akan mempertanyakan sesuatupun ketika kita membicarakan tentang dosa, demi hormat kita kepada Tuhan; sebab dari Dia kita mengetahui betapa berlimpahnya rahmat untuk mengalahkan dosa di dalam segala hal telah diberikan kepadanya, yang telah berjasa untuk mengandung dan melahirkan Dia yang sudah pasti tidak berdosa.”
11. Theodotus (446): “Seorang perawan, yang tak berdosa, tak benoda, bebas dari cacat cela, tidak tersentuh, tidak tercemar, kudus dalam jiwa dan tubuh, seperti setangkai lili yang berkembang di antara semak duri.”.
12. Proclus dari Konstantinopel (446): “Seperti Ia [Yesus] membentuknya [Maria] tanpa noda dari dirinya sendiri, maka Ia dilahirkan daripadanya tanpa meninggalkan noda.
13. St. Severus (538): “Ia [Maria] …sama seperti kita, meskipun ia murni dari segala noda, dan ia tanpa noda.”.
14. St. Germanus dari Konstantinopel (733), mengajarkan tentang Maria sebagai yang “benar- benar terpilih, dan di atas semua, … melampaui di atas semua dalam hal kebesaran dan kemurnian kebajikan ilahi, tidak tercemar dengan dosa apapun.”

a. St Sophronius said: "You have surpassed every creature"
b. St Germain of Paris (469–576) stated: "Your honor and dignity surpass the whole of creation; your greatness places you above the angels."
c. St John of Damascus went further: "Limitless is the difference between God's servants and His Mother."

Dari para Bapa Gereja yang hidup dekat dengan para Rasul, menyebut Maria adalah Tabut Perjanjian Baru, bandingkan dengan wahyu 12 dan Ibrani:

Ibrani
9:1   Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia.
9:2   Sebab ada dipersiapkan suatu kemah, yaitu bagian yang paling depan dan di situ terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat yang kudus.
9:3   Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus.
9:4   Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,
9:5   dan di atasnya kedua kerub kemuliaan yang menaungi tutup pendamaian. Tetapi hal ini tidak dapat kita bicarakan sekarang secara terperinci.
9:6   Demikianlah caranya tempat yang kudus itu diatur. Maka imam-imam senantiasa masuk ke dalam kemah yang paling depan itu untuk melakukan ibadah mereka,
9:7   tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar.
9:8   Dengan ini ROH KUDUS menyatakan, bahwa jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka, selama kemah yang pertama itu masih ada.

9:9   Itu adalah kiasan masa sekarang. Sesuai dengan itu dipersembahkan korban dan persembahan yang tidak dapat menyempurnakan mereka yang mempersembahkannya menurut hati nurani mereka,
9:10   karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan, hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan.
9:11   Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --
9:12   dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.

9:13   Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,
9:14   betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
9:23   Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda sorgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu.
9:24   Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.

Why 11:19; 12:1-2,5 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.


Maria Tabut Perjanjian Baru.

Kalau Tabut Perjanjian Lama saja sedemikian suci, apalagi Tabut Perjanjian Baru!

Alkitab menyatakan adanya Tabut Perjanjian Lama dan Tabut Perjanjian Baru.

Maria (Tabut Perjanjian Baru) "berisi" Yesus,

Tabut Perjanjian Baru berisi:

Roti Hidup (Manna Sorgawi)

Firman Tuhan (2 Loh Batu)

Raja Perkasa, Imam Agung (Tongkat Harun)

Salam

Mengenai Tabut, saya skip soal itu ya Bro MS.

Silahkan mas bro, walaupun tafsiran katolik Why 12:1 tidak bisa terlepas dari Why 11:19.
Quote
Kembali ke Wahyu 12,
Itulah juga yg saya tau bahwa Gereja Katolik Roma mngartikan Perempuan di situ sbg Bunda Maria.
Tafsiran tersebut beralasan karena Bunda Maria memang secara harafiah melahirkan Sang Anak yg akan menggembalakan segala bangsa dengan tongkat besi, lalu Perempuan itu diungsikan ke padang gurun dan dipelihara disana (ini bisa ditafsirkan merujuk ke penyingkiran Yusuf & Maria ke Mesir).
Salah satu alternatif tafsiran lainnya adalah Perempuan itu sbg Israel rohani (yaitu orang-orang benar).
Alasannya,
- Deskripsi dari Sang Perempuan itu cukup mirip dg isi mimpi Yusuf, yaitu Yakub (Israel) sbg matahari, ibunya sbg Bulan dan ke-11 saudaranya sbg bintang
- Mesias memang datang dari Israel
Tp skali lagi,
Eskatologi banyak berisi simbol.
Jika kita mlihat ke jaman PL khususnya dalam nubuat Mesias, justru setelah Mesias sudah datang baru kita paham makna-makna nubuat jaman dahulu.

Alternatif itu tidak ditolak oleh Gereja Katolik.

Tabut Perjanjian Baru sekaligus perempuan itu ditafsirkan secara tersurat dan tersirat, rohani dan fisik.

1. Tabut Perjanjian Baru sekaligus perempuan secara fisik adalah Maria.
alasannya telah diberikan, baik Tradisi Suci maupun Alkitab.

2. Tabut Perjanjian Baru sekaligus perempuan secara rohani adalah semua umat Katolik (yang sejati bukan KTP).
alasannya, kita semua adalah bait Allah, ROH KUDUS berdiam didalam kita, Tuhan menaruh Hukum-Nya didalam pikiran dan hati kita, kita semua adalah imamat rajani, kita semua akan memerintah bersama Kristus dari Tahta-Nya.

Yang menjadi perdebatan selama ini di FK adalah, non Katolik sepertinya menginginkan tafsiran secara rohani saja, tidak boleh secara fisik, sedangkan Katolik memakai keduanya, walaupun sebenarnya selalu terjadi,

Katolik: Alkitab+Tradisi Suci
Protestan: Alkitab saja.

Nah, yang selalu terjadi, pihak protestan dengan modal Alkitab saja, selalu menuduh Katolik sesat karena memakai keduanya.

Penjelasan Magisterium berbahasa Indonesia dapat dilihat pada Surat Uskup Agung Semarang mengenai perempuan pada Wahyu 12, kebetulan ada di websitenya St Yopi, http://styopi.blogspot.com.

Btw, Katolik tidak pernah mengimani menyembah Tabut Perjanjian, baik PL maupun PB, hanya menghormati, termasuk bersujud didepannya seperti Yosua dkk, apakah pihak protestan mengimani menyembah Tabut Perjanjian baik PL maupun PB seperti postingannya cbak sama bejo??

Salam

Jika kita mlihat prinsip di PB bahwa semua orang percaya pd dasarnya adalah Bait Allah,
Maka kita semua akan setuju bhw hati manusia (roh manusia) adalah Ruang Maha Kudus dimana ROH KUDUS bertahta.

Karna itu, saya, MS, Bejo, Cba, dan Bunda Maria semuanya adalah sama-sama Tabut dimana Tuhan bertahta.

Mungkin saja teman-teman dari Katolik Roma mmandang Bunda Maria sbg Tabut yang istimewa melebihi tabut-tabut lainnya.

Kl mngenai itu sih saya pribadi tidak mpermasalahkannya.
Biar bgmnpun, Bunda Maria dipilih oleh Tuhan sbg Wanita yang melahirkan Mesias.
Tentu saja pemilihan ini tidak sembarangan.
Bunda Maria pun mnentang segala tuduhan, ejekan dan cemoohan utk menanggung bagian sebagai seorang mengandung sebelum menikah.

Orang Yahudi yg mlawan Kristus sering mengejekNya sbg anak haram.
Kita bisa bayangkan btapa kasarnya itu akan terasa di hati Maria.

Skalipun saya tidak mmandang Bunda Maria seperti teman-teman Katolik mmandangnya, tp saya sangat mhormatinya.
Lha itu sudah saya posting, dan itu tafsiran kedua yang bermakna rohani, bukan fisik.

Itu sudah diimani selama ribuan tahun, bersama tafsiran pertama yang bermakna fisik, dan itu dapat ditelusuri pengajarannya sampai pada Gereja Perdana.

Jadi, yang bro imani mengenai tafsiran kedua, itu juga benar dan diimani oleh Gereja Katolik, namun menurut pandangan Gereja, secara iman Rasuli tidak lengkap, karena juga bermakna fisik seperti yang diajarkan para Bapa Gereja penerus iman Rasuli.

Hanya sayangnya, keinginan daging untuk menjadi anti Katolik, sangat kental di pihak protestan, terlebih lagi, maaf mas bro Siip, dari kalvinis dan karismatik dalam mencari umat, mengincar "kue" dari Katolik yang sangat besar, jadi lebih sering bukannya mencari jiwa-jiwa yang belum mengenal Kristus, melainkan mencari jiwa-jiwa yang telah mengenal Kristus lewat Gereja Katolik, dengan cara menanamkan brainwash betapa sesat dan palsunya ajaran Gereja Katolik.

Ibarat Katolik menanam dan menyiram, kalvinis dan karismatik yang ingin memanennya :mad0261:

Salam

kalau Tabut, harus dilihat contohnya

ketika tabut Tuhan dibawa oleh raja daud, dari bangsa filistin (sempat direbut oleh filistin), dan dlm perjalanan, tabut itu mau jatuh, dan tabut itu ditahan oleh seseorang.... pada saat itu juga, orang yg memengang tabut Tuhan, langsung mati.

itulah Tabut.

jika maria adalah Tabut, dimana KEMULIAAN TUHAN hadir, maka setiap orang yg menyentuh maria, pastilah akan mati juga.

ya tidak ???
Ada didalam Tradisi Suci, bahwa pernah ada seorang perempuan yang ingin membuktikan keperawanan Maria setelah melahirkan, tangannya yang menyentuh keperawanan Maria, lalu putus, sambung lagi setelah bertobat dan tangan tersebut disentuh oleh Bayi Yesus.

Penelusuran ini bisa dilihat bahwa ketika Yesus disalib, tidak ada yang mendekati Maria dan banyak cincong, sedangkan para Rabbi, ketika menyuruh pembuktian keperawanan Maria, disuruh minum air yang didoakan, pergi kebukit dosa, pulang dengan selamat, sedangkan bukit dosa dulunya dikuduskan oleh Musa, siapa yang berdosa naik ke bukit tersebut, pastilah pulang kalau bukan mati minimal kusta.

Dan pada tahun 95 AD, pada Konsili Jamnia Yahudi, mereka menyebut Yesus dan dituliskan dalam Kitab Talmud Yahudi,

"Anak Haram"

"Anak Penyihir"

"Penyihir"

Dll

Oh iya, hampir lupa, Tradisi Suci hanya ada di Gereja Katolik.

Salam

Oh hampir lupa, mengapa penting mengetahui bahwa Maria dan Yusuf harus membuktikan mereka tidak berzinah sebelum menikah dengan pergi ke Bukit Dosa?

Karena membuktikan bahwa Yesus, Maria dan Yoseph, benar pergi ke Bait Allah, mempersembahkan Yesus di Kenisah, benar ayat kanak-kanak Yesus pergi ke Baik Allah ketika Maria dan Yoseph kehilangan-Nya, dan benar Yesus adalah seorang Rabbi, yang berarti bersekolah menjadi Rabbi, sebab tidak boleh anak hasil perzinahan diperbolehkan pergi ke Baik Allah apalagi menjadi Rabbi.

Ini juga merupakan bukti bahwa Maria tidak mati dihukum rajam ketika hamil tanpa suami melainkan tunangan, dan bukti bahwa Maria memang mengandung dari ROH KUDUS, bukan dihamili oleh Yoseph.

Salam

Kl mnrt saya,
Scr rohani dan fisik, semua orang yg pcaya Kristus maka dia adalah Tabut Tuhan.

Tetapi Bunda Maria,
Gereja Katolik Roma memandang Bunda Maria sbg Tabut Tuhan yang lebih istimewa dari Tabut lainnya baik rohani maupun fisik.

Utk hal itu saya tidak ada problem sama sekali.

Saya mungkin akan mengilustrasikannya ibarat umat Israel mmandang Musa.
Musa bukanlah satu-satunya nabi, tetapi Musa dipandang Israel sbg Nabi Besar yg lebih besar dari nabi lainnya.
Tuhan Yesus pun mmandang Musa sbg Nabi Besar, krn Tuhan mnyebut-nyebut tentang 'Kursi Musa' dan bahwa Musa akan mhakimi Israel.
Rasul Yohanes mbri tempt spesial bagi Musa dg mnyebut 'Taurat datang dari Musa'.

Kl dkatakan bhw Bunda Maria sbg satu-satunya Tabut, maka saya tidak stuju.
Tp saya yakin Gereja Katolik Roma tentunya tidak bpandangan dmikian.
Saya juga yakin Gereja Katolik Roma secara resmi tidak menyembah Bunda Maria mlainkan mhormatinya.
Bagi kami tetap membedakan, sebab, kita menjadi Tabut Perjanjian namun Tuhan tidak hadir didalam "Bait" kita secara fisik, sedangkan Maria, Tuhan hadir secara fisik selama dalam kandungan.

Kami memang mengistimewakan Maria, ciptaan diatas semua ciptaan, hanya berada dibawah Allah Tritunggal, dan memang sejak iman Rasuli, para Bapa Gereja Perdana, sampai sekarang, tidak berubah, selalu begitu.

Salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar