Minggu, 11 Desember 2011

Kesatuan hipostatik

Kesatuan hipostatik adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana Allah Putra, YESUS KRISTUS mengambil natur kemanusiaan, namun pada saat yang sama tetap merupakan Allah yang sempurna. YESUS selamanya adalah Allah (Yohanes 8:58; 10:30), namun dalam inkarnasi YESUS mengambil tubuh manusia – Dia menjadi manusia (Yohanes 1:14). Penambahan natur kemanusiaan kepada natur keillahian adalah YESUS, Allah-manusia. Inilah kesatuan hipostatik, YESUS KRISTUS, satu Pribadi, Allah yang sempurna dan manusia yang sempurna.

Kedua natur YESUS, kemanusiaan dan keillahian, tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. YESUS selamanya adalah Allah-manusia, Allah yang sempurna dan manusia yang sempurna, dua natur yang berbeda dalam satu Pribadi. Kemanusiaan dan keillahian YESUS tidak bercampur, namun bersatu tanpa kehilangan keunikan identitas. Kadang YESUS berfungsi dengan keterbatasan sebagai manusia (Yohanes 4:6; 19:28), dan di waktu lain dengan kuasa keillahianNya (Yohanes 11:43; Matius 14:18-21). Dalam keduanya, tindakan-tindakan YESUS bersumber dari PribadiNya yang satu. YESUS memiliki dua natur, namun hanya satu pribadi atau kepribadian.

Doktrin kesatuan hipostatik adalah upaya untuk menjelaskan bagaimana YESUS dapat merupakan Allah dan manusia pada saat yang sama. Namun demikian, pada akhirnya ini adalah sebuah doktrin yang kita tidak mampu pahami secara sempurna. Adalah tidak mungkin bagi kita untuk dapat secara sempurna memahami cara kerja Allah. Kita, sebagai manusia yang terbatas, tidak bisa mengharapkan dapat memahami Allah yang tidak terbatas. YESUS adalah Anak Allah dalam pengertian Dia dilahirkan dari ROH KUDUS (Lukas 1:35). Namun hal ini tidak berarti bahwa YESUS belum ada sebelum Dia dikandung. YESUS selalu ada (Yohanes 8:58, 10:30). Ketika YESUS dikandung, Dia menjadi manusia selain Dia adalah Allah (Yohanes 1:1, 14).

YESUS adalah Allah dan manusia. YESUS senantiasa adalah Allah, namun Dia tidak menjadi manusia sampai Dia dikandung di dalam diri Maria. YESUS menjadi manusia sehingga Dia dapat mengidentifikasikan diri dengan kita dalam kelemahan-kelemahan kita (Ibrani 2:17), dan yang lebih penting adalah sehingga Dia dapat mati di salib untuk membayar hutang dosa kita (Filipi 2:5-11). Secara singkat, kesatuan hipostatik mengajarkan bahwa YESUS adalah Allah dan manusia yang sempurna, bahwa tidak ada percampuran atau pengurangan dari salah satu natur tsb., dan bahwa Dia adalah Pribadi yang bersatu, untuk selamanya.


YESUS mati dalam arti tubuhNya terpisah dengan ROH-NYA (sebagaimana semua manusia yang mengalaminya berada dalam kondisi mati).

YESUS adalah satu kesatuan pribadi. Dalam kesatuan ini ada dua kodrat yang ilahi dan manusiawi.

Ketika dikatakan YESUS mati, maka kita berkata bahwa pribadi itu mati. Bukan "tubuhnya mati" atau "jiwanya mati" atau "sisi manusia YESUS mati" atau "sisi ilahi YESUS mati." Kalau DeusVult mati maka kita tidak berkata "tubuh DeusVult mati" atau "kemanusiaan DeusVult mati" tapi "DeusVult mati." Jadi yang mati itu adalah suatu pribadi.

Nah pribadi YESUS adalah pribadi ilahi. Maka ketika YESUS mati dikatakan bahwa Allah telah mati. Inilah pengertian dari ungkapan Allah telah mati sebagaimana dipahami oleh kristologi Kristen.

Jangan diartikan bahwa sang Allah itu tidak ada lagi di dunia. Ini keliru. Jangan juga diartikan bahwa ke-Allah-an YESUS mengalami apa yang dialami manusia dalam kematian, ini juga keliru.

Hal lain yang patut dicatat adalah, sekalipun tubuh dan ROH YESUS terpisah saat kematian, tapi Kedua-NYA masih saling terhubung tidak seperti keterpisahan Tubuh dan ROH saat kematian kita nanti. Begitu pula ke-Allah-an YESUS masih bersatu dengan Tubuh dan ROH YESUS saat YESUS mati.

Mati, dalam arti perpisahan antara jiwa dan tubuh, terjadi pada YESUS sebagai Manusia. Kodrat ilahiNya tidak mati. Tapi YESUS, sebagai suatu pribadi utuh, memang mati. Pribadi YESUS itu tidak hanya kodrat ilahiNya saja tapi juga kodrat manusiaNya.

Hypostatic Union adalah penyatuan pribadi Allah kedua dengan kodratNya saat inkarnasi. Saat inkarnasi kodrat YESUS ada dua.

Kodrat manusia itu adalah kesatuan utuh dari tubuh dan jiwa (sisi "roh" dari manusia disebut "jiwa").



3:18   Sebab juga KRISTUS telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,
3:19   dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,
3:20   yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.



Bandingkan dengan "Naik" kesurga dan "Diangkat" kesurga :)


Simple kok bro, pada saat itu Kodrat Illahi meninggalkan Kodrat Manusia :)

Ketika dianalogkan kepada sains yaitu Black Holenya Mas Hawking, maka dalam black hole keadaan statis dinamis unlimited timeline, yang mana sangat cocok dengan Omnipresent dan omni-omni yang lain :)

Jadi, secara kodrat manusia, terbatas pada saat di Golgota, namun secara kodrat Illahi ada pada saat yang bersamaan pada saat Creation, Nativity, Teaching, Crucifixion, Pass away, Resurrection, Ascension, and Second Coming!



Sebelum kematian-NYA, kodrat illahi telah berpisah dengan kodrat manusia :)

Matius 27:46
Kira-kira jam tiga berserulah YESUS dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?



1Kor. 2:8  
Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia.



Why 1:17-18  
Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang HidupAku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Why. 2:8  
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhiryang telah mati dan hidup kembali





Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa kodrat illahi dari TUHAN YESUSlah yang Omnipresent, sedangkan kodrat manusia yang disalib:

4:2   Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa YESUS KRISTUS telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,
3:18   Sebab juga KRISTUS telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,

Bahkan lebih jelasnya disini:
9:24   Sebab KRISTUS bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.

Jadi, kodrat manusia TUHAN YESUS berasal dari tempat kudus buatan manusia (Maria), sedangkan kodrat illahi-NYA tetaplah TUHAN ALLAH :)

Sedangkan Kesatuan Hipostatik tercermin pada:
2:5   Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia KRISTUS YESUS,

Dan ini menunjukkan saat DIA dalam kodrat manusia:
2:9   Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu YESUS, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

Jangan lupa bahwa kita semua lebih dari malaikat:
6:3   Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.
2:16   Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.



Apakah cukup dapat dimengerti? :)


Untuk lebih jelasnya bisa dilihat disini:
http://www.newadvent.org/cathen/04169a.htm

Intinya, Kdrat Ilahi dan Kodrat Manusia

1 komentar:

  1. Shalom saudara-saudari Kristen. Sudah ada yang pernah mendengar tentang Shema Yisrael? Ini adalah kalimat pengakuan iman orang Yahudi yang biasa diucapkan pada setiap ibadah mereka baik itu di rumah ibadat atau sinagoga maupun di rumah. Yesus juga menggunakan Shema untuk menjawab pertanyaan dari seorang ahli Taurat mengenai hukum yang utama. Kita dapat baca di Ulangan 6 ayat 4 dan Injil Markus 12 ayat 29. Dengan mengucapkan Shema, orang Yahudi mengakui bahwa YHWH ( Adonai ) Elohim itu esa dan berdaulat dalam kehidupan mereka. Berikut teks Shema Yisrael tersebut dalam huruf Ibrani ( dibaca dari kanan ke kiri seperti huruf Arab ) beserta cara mengucapkannya ๐Ÿ‘‡๐Ÿป

    Teks Ibrani Ulangan 6 ayat 4 : " ืฉืžืข ื™ืฉืจืืœ ื™ื”ื•ื” ืืœื”ื™ื ื• ื™ื”ื•ื” ืื—ื“ "

    Cara mengucapkannya : " Shema Yisrael YHWH ( Adonai ) Eloheinu YHWH ( Adonai ) ekhad "

    Lalu berdasarkan halakha/ tradisi, diucapkan juga berkat: " ื‘ืจื•ืš ืฉื ื›ื‘ื•ื“ ืžืœื›ื•ืชื• ืœืขื•ืœื ื•ืขื“ " ( barukh Shem kevod malkuto le'olam va'ed ) yang artinya diberkatilah nama yang mulia kerajaanNya untuk selama-lamanya. ืืžืŸ/ Amin๐Ÿคฒ๐Ÿป
    ืฉ๐Ÿ•Ž⁦✡️⁩๐ŸŸ๐Ÿ“œ๐Ÿ––๐Ÿป๐Ÿ•๐Ÿ—บ️๐Ÿ•Š️๐ŸŒพ๐Ÿ‡๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿฅ›๐Ÿฏ๐Ÿท

    BalasHapus